Dua Jet F-15-nya Dituduh Merudal Suriah, Israel Bungkam

Dua Jet F-15-nya Dituduh Merudal Suriah, Israel Bungkam

TEL AVIV – Tel Aviv tak berkomentar seusai Suriah dan Rusia menuduh dua jet perang F-15 Israel selaku pelaku serbuan delapan peluru kendali (rudal) terhadap pangkalan militer T-4 Suriah di dekat Homs.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Insan melaporkan, serbuan rudal tersebut menewaskan 14 orang.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Kementerian Pertahanan Rusia merinci kronologi serbuan yang berlangsung pada Senin dini hari.

“Pada tanggal 9 April, dari pukul 03.25 sampai pukul 03.53 waktu Moskow, dua jet Angkatan Udara Israel F-15 melaksanakan serbuan udara dengan peluru kendali terhadap lapangan terbang T-4 dari wilayah Lebanon dan tanpa memasuki wilayah udara Suriah,” kata kementerian tersebut.

Ada delapan rudal yang ditembakkan oleh dua jet perang F-15 Israel, lima di antaranya ditembak jatuh oleh sistem rudal pertahanan udara Suriah. “Tiga rudal mencapai bagian barat lapangan udara. Tak ada penasihat militer Rusia di antara mereka yang terluka,” lanjut kementerian tersebut.

Tidak cuma pemerintah Israel di Tel Aviv dan Yerusalem yang bungkam. Kedutaan Besar Israel di Rusia ketika dikonfirmasi Sputnik pun menolak berkomentar.”Tak ada komentar,” kata atase pers misi diplomatik Alex Gandler.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pun menolak membuat pernyataan untuk merespons komentar dari Moskow dan Damaskus.

Loading...
loading...

Moskow sudah meminta Tel Aviv untuk memberikan penjelasan atas serbuan udara tersebut. Sedangkan Damaskus menyatakan serbuan udara pada Senin dini hari itu selaku agresi.

Fakta-fakta soal Pangkalan Т-4

Pangkalan udara T-4, pun dikenal selaku Pangkalan Militer Tiyas, terletak di provinsi Homs, sebelah barat kota kuno Palmyra. Basis ini merupakan pangkalan udara terbesar di Suriah.

Selaku fasilitas penting yang strategis, pangkalan Tiyas sudah berulang kali mengalami serbuan.

Pada Mei 2016, perusahaan intelijen swasta Stratfor mempresentasikan citra satelit yang menunjukkan bahwa kelompok Daesh atau ISIS menyerang pangkalan militer Tiyas dan menghancur-leburkan empat helikopter Rusia dan 20 truk logistik.

Kelompok Daesh kala itu mengakui sudah mengebom peralatan perang Rusia, akan tetapi Kementerian Pertahanan Moskow menolak klaim tersebut dan menganggapnya selaku propaganda.

Pada Februari 2018, Israel melancarkan serbuan terhadap pangkalan udara di Tiyas dengan klaim menggempur target militer Iran di sana. Sebelum meluncurkan serbuan udara, Tel Aviv melaporkan bahwa sebuah helikopter Israel sudah mencegat sebuah pesawat enggak berawak Iran yang menyeberang menuju Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

IDF menuduh Iran mengendalikan pangkalan udara Tiyas selaku asal penerbangan pesawat nirawak yang dicegat dan ditembak jatuh di atas udara Israel utara.

Loading...

Selaku respons, militer negara Yahudi itu meluncurkan 12 serbuan udara di pangkalan Tiyas dan ditanggapi dengan tembakan rudal dari sistem pertahanan udara Suriah. Satu jet perang Israel waktu itu terkena tembakan rudal, akan tetapi pilotnya berhasil menyelamatkan diri.
(mas) [Source link]

loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :