DPD: Terorisme Tidak Kejahatan Biasa

DPD: Terorisme Tidak Kejahatan Biasa

Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono, menilai terorisme tidak kejahatan biasa tapi telah disebut kejahatan insaniyah dan dampaknya bisa mengancam keselamatan bangsa dan negara.

“Aku menyaksikan jaringan terorisme ketika ini telah kian canggih, dengan melibatkan keluarga dalam melaksanakan aksi terorisme,” kata Nono Sampno di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu 23 Mei 2018.

Menurut Nono, aksi terorisme tidak kejahatan tunggal tapi saling terkait dalam suatu jaringan, sehingga dampaknya bisa mengancam keselamatan bangsa dan negara.

Sebab itu, kata dia, menanggulangi aksi terorisme jangan semirip mengobati penyakit sariawan di mulut, tapi wajib dicari sumber penyakitnya.

“Jika mengobati penyakit sariawan di mulut, walaupun sembuh tapi bisa muncul lagi. Sebab itu, wajib dicari sumber penyakitnya dan diobati sampai menuju akar-akarnya,” katanya.

Letnan Jenderal TNI purnawirawan ini mengatakan dengan tegas, dalam memberantas terorisme wajib diberantas jaringannya sampai menuju akar-akarnya.

Anggota DPD RI dari Provinsi Maluku Utara ini menerangkan, dalam pemberantasan jaringan terorisme wajib ditunaikan secara menyeluruh dalam 3 cara, meliputi pencegahan, penanggulangan, dan penanganan pasca-tindakan.

“Terorisme ialah tindakan kejahatan luar biasa dan ndak terkait dengan agama apapun. Terorisme supaya ndak diberikan ruang, sebab telah sebagai musuh insaniyah,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Nono Sampono pun menjelaskan DPD RI menyokong DPR RI guna cepat menuntaskan pembahasan RUU Anti Terorisme.

Eks Komandan Desasemen Jalamangkara (Denjaka) AL ini menerangkan, dalam pembahasan RUU Antiterorisme adanya usulan melibatkan TNI bahkan bakal kian mengefektifkan penanggulangan terorisme.

menurutnya, pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme tidak artinya TNI melaksanakan tindakan represif, tapi penanggulangan berdasarkan waktu, situasi, dan persyaratan.

Jaringan terorisme, kata dia, bisa bersembunyi di mana saja, misalnya jaringan Santoso, yang bersembunyi di hutan di Poso, Sulawesi Tengah.

“Dengan medan yang berat semirip ini, maka dukungan TNI menjadikan penanggulangannya sebagai lebih efektif,” katanya.

The post DPD: Terorisme Tidak Kejahatan Biasa appeared first on Patromaks.

DPD: Terorisme Tidak Kejahatan Biasa

You might like

About the Author: Samsul Anwar

KOLOM KOMENTAR ANDA :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.