Dollar Hampir Tembus Rp 15. 000, PBNU Minta Pemerintah Perhatikan Rakyat Kecil

Dollar Hampir Tembus Rp 15. 000, PBNU Minta Pemerintah Perhatikan Rakyat Kecil

Dollar Hampir Tembus Rp 15. 000, PBNU Minta Pemerintah Perhatikan Rakyat Kecil

JAKARTA- Nilai tukar rupiah tembus Rp 14.300 kepada dolar dan masih dapat terus turun. Akibatnya harga kebutuhan pokok terus merangkak naik. Mulai dari harga daging, telur dan sampai sayur mayur. PBNU menginginkan pemerintah memperhatikan rakyat kecil yang terkena dampak langsung.

“Sekali lagi mengingatkan supaya pemerintah memperhatikan nasib rakyat kecil yang terdampak nilai rupiah turun. Paket keputusan strategi ekonomi 14 kali dikeluarkan pemerintah ndak terdampak ke rakyat kecil,” tutur Ketua Umum PBNU, Prof.Dr.KH.Said Aqil Siroj didepan Presiden Presiden Jokowi di Jakarta, Jumat lalu.

Kyai Said mengkritik keputusan strategi pasar bebas yang ndak berdampak baik kepada masarakat kecil, terutama pengusaha-pengusaha kecil. Menurut dia logika pasar bebas full dengan kezaliman.

“Filosofi pasar bebas seluruhnya bersaing di pasar, baik besar maupun kecil. Kita bukan anti-konglomerat, tapi konglomerat yang peduli dengan kelas menengah dan kelas bawah,” imbuhnya.

Apalagi, lanjutnya pemerintah mengumumkan prosentase kemiskinan turun di angka satu digit. Hal itu, Ia menambahkan patut disyukuri tapi pemerintah wajib mendukung keadilan distribusi. “

“Tapi ada prinsip yang menurut NU belum terang garisnya, ialah ‘ghaniyah’ atau pembagian. Yang belum terang Pak Presiden, ghaniyah, bagi-baginya belum rata,” terang Kyai Said mengkritik Presiden Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut Kyai Said memberikan dalil mengutip ayat suci Al Quran. Dalam sebuah ayat tertulis bahwa percuma insan bersatu di dalam organisasi, bahkan negara, apabila ndak dapat mengentaskan kemiskinan.

“Allah mengatakan dengan tegas, sama sekali ndak ada nilai baiknya kau berorganisasi, berpartai politik, bahkan bernegara, atau ber, apa itu di DPR? RDP ya? Percuma itu RDP di DPR, kecuali yang dibicarakan, yang dibicarakan, ialah mengentaskan kemiskinan,” tegas Kyai Said.

Presiden Presiden Jokowi tampak memperhatikan seksama saran, kritik dan nasihat dari Kyai asal Cirebon tersebut. Acara pembukaan Munas IKA PMII 20-22 Juli 2018 dihelat di Hotel JS Luwansa, Jakarta. Tampak datang Menteri anggota Kabinet Kerja, serta para alumni PMII se nusantara.

Komentar

comments


Source by Samsul

You might like

About the Author: Samsul Anwar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.