Divonis 1,5 Tahun, Buni Yani: jangankan “hotel prodeo”, saya siap Mati!

Website Islam Institute

Bakda divonis 1,5 tahun “hotel prodeo”, Buni Yani sesumbar jangankan hotel prodeo, saya siap Mati ! Tapi seperti ini Buni Yani mengusulkan usaha banding. Hal ini sebab merasa dikriminaliasi mempergunakan vonis 1,5 tahun hotel prodeo atas problem penyebaran video pidato Ahok di wilayah kepulauan seribu. Di sisi lain, meski begitu, beliau telah siap meski mesti dipenjara.

Pernyataan tadi disampaikan Buni Yani pada atas kendaraan beroda 4 komando yg terparkir di depan gedung arsip dan perpustakaan kota Bandung pada jalan menyeramkan, selasa (14/11/2017) sore. Dia berorasi sesudah menjalani sidang vonis.

Buni Yani berkata dirinya sebelumnya kerap ditanya awak media soal persiapannya menyambut vonis hakim. Dia mengumumkan, apa pun vonisnya, beliau siap. walaupun vonisnya ini tanpa disertai perintah penahanan, beliau siap-siap saja Kalau wajib ditahan.

“jangankan hotel prodeo, saya telah mewakafkan nyawa saya, untuk perjuangan saya siap mati. Ini bukan gertak sambal, bukan, sebab saya memahami nggak punya salah apa-apa jadi saya siap mati,” ucap Buni Yani, yang menggunakan peci berkelir putih.

Walaupun Buni yani mengklaim siap mati, Buni Yani mengumumkan vonis yg diterimanya ialah bentuk kriminalisasi. Sebab itu, dia akan melaksanakan usaha banding. Dia juga berterima kasih pada Famili, tim kuasa hukum, dan para pendukungnya. Mereka yang setia memberi sokongan semenjak awal sidang sampai vonis.

Buni Yani divonis 1,5 tahun hotel prodeo oleh majelis hakim yang diketuai M Sapton atas Perkara posting-an video Ahok. Buni dinyatakan bersalah melaksanakan tindak kejahatan terkait UU ite. walaupun begitu, hakim tidak memerintahkan Buni Yani ditahan.

4 pertimbangan hakim vonis Buni Yani 1 tahun 6 bulan

Buni Yani divonis eksekusi pidana hotel prodeo 1 tahun 6 bulan tanpa disertai perintah penahanan. Majelis hakim mengumumkan buni terbukti menabrak pasal 32 ayat 1 undang-undang info dan transaksi elektronika (uu ite).

“menjatuhkan pidana kepada buni yani pidana hotel prodeo selama 1 tahun dan 6 bulan.” Ujar ketua majelis hakim m sapto dalam sidang di gedung arsip, jalan angker, bandung, jawa barat, selasa (14/11/2017).

Pasal 32 ayat 1 uu ite berbunyi:

Tiap-tiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan aturan mempergunakan cara apapun mengganti, menambah, mengurangi, melaksanakan transmisi, Mengganggu, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu gosip elektronik serta/atau dokumen elektro milik orang lain atau milik publik
Hakim menyebut perbuatan Buni memenuhi holistik unsur pada pada pasal tersebut. Dalam persidangan terbukti buni mengunggah video berdurasi 30 dtk berisi rabat pidato basuki tjahaja purnama (ahok) mempergunakan tambahan caption, sedangkan video orisinil dari pidato ahok berdurasi 1 jam 48 mnt 33 dtk.

“mengumumkan terdakwa buni yani terbukti secara legal bersalah melaksanakan membarui, menambah, mengurangi, melaksanakan transmisi, Mengganggu, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu gosip elektro serta/atau dokumen elektro milik orang lain atau milik publik,” ujar sapto..
Buni melaksanakan perbuatannya itu di kamis, 6 oktober 2016 pukul 00.28 wib pada kediamannya pada cilodong. Adapun, video asli pidato ahok diposting oleh diskominfomas dki jakarta di 28 september 2016 di akun legal youtube pemprov dki.

Berikut 4 pertimbangan hakim dalam vonis kepada buni:

  1. Buni tidak berusaha mencari sumber video orisinil pidato ahok
    Hakim menyebut buni telah menonton video berdurasi 30 dtk sebanyak lima-6 kali tetapi tidak berusaha untuk mencari sumber kebenaran video asli serta mempergunakan sengaja tetap mengunggah video berdurasi 30 dtk itu.
  2. Buni tidak izin diskominfomas dki jakarta unggah video Ahok
    Hakim menyebut video orisinil ahok berdurasi 1 jam 48 mnt 33 dtk serta diupload diskominfomas dki jakarta di akun legal youtube pemprov dki. Tapi buni yani mengunggah video berdurasi yang sudah dikurangi jadi 30 dtk tanpa seizin pemprov dki ke akun facebook-nya.
  3. Buni menambahkan caption tanpa izin
    Saat mengunggah video berdurasi 30 dtk, buni diklaim hakim menambahkan caption di website facebook-nya tanpa seizin dikominfomas dki jakarta.
  4. Buni meresahkan ummat beragama
    Hakim menyebut buni yani pernah membaca uu ite. Kecuali itu, buni dinilai jadi guru besar yang semestinya jadi teladan tetapi malah menabrak aturan. Perbuatan buni jua dinilai meresahkan ummat beragama. ( News Detik )

You might like

About the Author: admin

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.