Disangka Unggah Hoaks Surat Suara, Bagus Bawana Senggol 4 Politisi Ini

Bagus Bawana Putra pernah menyenggol atau mention 4 akun Twitter politikus pada waktu pertama kali mengunggah twit hoaksnya soal tujuh kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Mereka ialah Fadli Zon, Fahri Hamzah, Andi Arief, dan Mustofa Nahrawardaya.

“Tersangka menyebarkan hoaks melalui akun @bagnatara1, lalu dia mention nama beberapa politikus,” kata Kepala Biro Penerangan Masarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jend. Dedi Prasetyo di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, pada Kamis, 10 Januari 2019.” Tetapi dia telah menghapus akunnya sesudah viral.

menurut unggahan yang Tempo telusuri, twit tersebut diposting pada tanggal 1 Januari 2019 pukul 23.35 WIB. Berbunyi, “Ada informasi, katanya di tanjung priuk ditemukan 7 kontainer, berisi kertas suara, yg SDH tercoblos gbr bagian paslon.. St tdk tahu, ini hoax atau tdk, mari kita cek sama2 ke Tanjung priok sekarang.. Cc @fadlizon , @AkunTofa , @AndiArief__ @Fahrihamzah.”

Tapi akun @bagnatara1 tidak lagi ditemukan di Twitter. menurut Penjelasan polisi, akun tersebut sudah dihapus oleh tersangka begitu viral. Bahkan ponsel dan kartu seluler yang dipakai dibuang untuk menghilangkan barang bukti.

“Tetapi yang namanya jejak digital itu tidak mampu dihilangkan sekalipun telah dihapus. Tim Siber Polri punya kompetensi mengungkap itu,” kata Dedi.

Keesokan harinya, Bagus Bawana membikin rekaman suara terkait info tujuh kontainer surat suara dicoblos untuk meyakinkan warga. Rekaman suara itu lalu disebar ke grup WhatsApp yang ia miliki sampai beredar luas.

Tapi Dedi belum mengungkap ke grup mana saja rekaman tersebut dikirim Bagus. “Itu nanti. Masih didalami terus,” kata Dedi.

Bagus Bawana ditangkap di Sragen, Jawa Tengah, pada 7 Januari 2019 lalu. Sampai sekarang, Polri masih mendalami motif tersangka Baik.

menurut penyidikan sementara, Dedi menjelaskan gagasan membikin, mengunggah, sampai menyebarkan konten hoaks berisi berita tujuh kontainer berisi surat suara Pemilihan Umum 2019 telah dicoblos di Tanjung Priok murni dari pemikirannya sendiri. Bukan pesanan pihak tertentu.  “Dari hasil pemeriksaan sementara gagasan dia,” kata Dedi.

Polisi membidik Bagus Bawana dengan Pasal 14 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 soal Peraturan Hukum Pidana lantaran sengaja menyiarkan berita bohong. Ia terancam diganjar maksimum 10 tahun kurungan bui.

sumber: tempo.co

Shared by Samsul Anwar

You might like

About the Author: Samsul Anwar

KOLOM KOMENTAR ANDA :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.