Home / Inspirasi Islam / Din Syamsudin Antara Reuni Alumni 212 dan Pendustaan Agama

Din Syamsudin Antara Reuni Alumni 212 dan Pendustaan Agama

Din Syamsudin ke Reuni Alumni 212 mengatakan bahwa Muhammadiyah lebih sensitif soal pendustaan agama daripada penistaan agama. Utusan khusus presiden untuk kerjasama dan dialog umat beragama, Din Syamsuddin, menyampaikan kritiknya untuk acara reuni alumni 212 yang akan digelar di Monas 2 Desember. Din tak sepakat dengan acara reuni seperti itu. Mantan Ketua umum PP Muhammadiyah memutuskan tak akan hadir di acara Reuni Alumni 212.

“Saya tidak hadir. Itu bukan cara saya dalam beramar ma’ruf nahi munkar,” kata Din Syamsudin di Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (28/11).

Acara Reuni Alumni 212 juga sudah meminta pandangan Din soal aksi mereka. Bagi Din Syamsudin, dipersilakan saja karena itu hak mereka.

“Kalau boleh saya berpendapat, umat Islam harus tampil secara kualitas bukan sekedar kuantitas. Kualitas itu harus diwujudkan dengan pemberdayaan masyarakat, membuat lembaga-lembaga sekolah, lembaga-lembaga ekonomi,” sambung Din Syaamsudin.

Din Syamsudin menyampaikan pandangannya terkait Reuni Alumni 212 bahwa lebih baik aksi yang dilakukan untuk mendorong penguatan infrastruktur Islam.

“Muhammadiyah itu dari dulu lebih sensitif dari pendustaan agama ketimbang penistaan. Kalau penistaan, tak akan berkurang kemuliaan Islam sedikit pun dari berbagai macam penistaan. Kalau pendustaan, itu yang membuat Islam mundur, yang membuat mundur itu para pendusta agama. Dari dulu kami sensitif pada pendusta agama,” pungkas Din Syamsudin.

Din Syamsuddin: Reuni Alumni 212 kok kayak sekolah ya?

Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsuddin menanggapi rencana aksi reuni Alumni 212 di Monas.

“Secara khusus, soal reuni ini saya, sebagai orang universitas, kok kayak sekolah ya. Sekolah itu kan ada yang 3 tahun, 4 tahun. Kalau saya, saya tak mau menyasarkan masalah pada orang,” Katanya.

Menurut Din Syamsudin agak janggal menggunakan diksi ‘reuni’ dalam menjalankan aksi gerakan tersebut.

“Cuma kalau reuni ini, saya sebagai orang universitas, sebagai dosen, kok kayak sekolah ya. Kalau reuni itu kan biasanya ada sekolahnya kan,” ujar Din di kantornya, Jakarta, Selasa (28/11/2017). (Tribun News)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Abu Jahal dan Rasulullah Sama-sama Berjenggot dan Berjubah, Lalu Apa Bedanya

Ini, ittiba Kangjeng Nabi. Ya begini ini, bukan pake serban, berjenggot. Itu ittiba Abu Jahal ...