Diminta Alumni 212 Ungkap Pemasang Bendera di Rumah HRS, Ini Respon Tegas Polri

Indonesia Jangan Dikaitkan Kasus Rizieq di Arab

Diminta Alumni 212 Ungkap Pemasang Bendera di Rumah HRS, Ini Respon Tegas Polri

Ilustrasi

Brothership Alumni (PA) 212 meminta Polri bekerja sama dengan kepolisian Arab Saudi menyelidiki dalang pemasang bendera berkalimat tauhid di kediaman Habib Rizieq Syihab. Terkait permintaan tersebut, Polri menerangkan leading sector masih di pihak Kementrian Luar Negeri RI.

“Leading sectornya masih Kementrian Luar Negeri sebab itu pelanggaran hukum negara lain yang mempunyai otoritas dan kedaulatan hukum sendiri,” ucap Kepala Biro Penerangan Masarakat Divhumas Polri, Brigadir Jend. Dedi Prasetyo untuk detikcom, Rabu (14/11/2018).

Dedi menerangkan, Kementrian Luar Negeri telah mempunyai satuan tugas yang membantu penduduk negara Indonesia (WNI) yang mempunyai problem hukum di negara lain. Adapun kepolisian baru dapat bekerja kalau ada persetujuan dari pemerintah. Perkara yang ditangani biasanya bersifat kejahatan transnasional.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (dok Humas Mabes Polri)

“Kementrian Luar Negeri telah punya satgas yang bertugas membantu tiap-tiap WNI yang mempunyai permasalahan hukum. Police to police mesti ada payung hukum political will dari pemerintah dan Perkara yang ditangani biasanya Perkara transnasional crime,” jelas Dedi.

Permintaan PA 212 disampaikan menyusul pernyataan Dubes Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi yang bicara soal pemeriksaan Habib Rizieq sebab terpasangnya bendera berkalimat tauhid di kediamannya.

“Maka saya sebagai Kepala Divisi Hukum PA 212, saya usulkan supaya Kepolisian RI (Interpol) baiknya bekerja sama dengan aparat Kepolisian KSA untuk mengungkap siapa dalang pemasangan bendera tauhid di di dinding rumah milik IB HRS (Imam Besar Habib Rizieq Syihab, red). Sebab ancaman hukumannya menurut Zuhairi Misrawi–publik figur intelektual muda NU–dapat 23 tahun. Itu cukup serius,” ucap Ketua Divisi Hukum PA 212 Damai Hari Lubis untuk detikcom, Selasa (13/11) malam.

Menurut Damai, Habib Rizieq terkena fitnah sebab insiden tersebut. Damai juga mendesak Polri meminta sokongan Badan Intelijen Negara sebab dikhawatirkan menimbulkan konflik politik.

(detik.com/suaraislam)


Shared by Ahmad Zaini

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.