Diizinkan Menyaksikan Aurat Vital Suami atau Isteri

Diperbolehkan Melihat Aurat Vital Suami atau Isteri
Aurat antara Suami IsteriMemperlihatkan aurat ke lawan kategori dibolehkan selama keduanya telah sah jadi suami-istri. Apabila belum nikah, baik laki-laki maupun wanita diharuskan menutup aurat. Penutupan aurat ini punya tujuan supaya kehormatan manusia terjaga dan terlindungi dari gangguan tangan dan mata jahil.

Kendati dibolehkan menyaksikan aurat istri ataupun suami, akan tetapi pertanyaannya apakah seluruh bagian tubuhnya boleh dilihat? Atau ada bagian-bagian tertentu yang tidak boleh dilihat, alat vital misalnya?

Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa Aisyah seumur hidup tidak pernah menyaksikan kemaluan Nabi Saw (HR Ibnu Majah). Hadits ini dijadikan dalil oleh sebagian orang untuk memakruhkan menyaksikan kemaluan pasangan, walaupun telah nikah. Karenanya, pasangan suami-istri pada waktu berhubungan intim dianjurkan mematikan lampu atau mempergunakan selimut supaya 1 sama lain tidak menyaksikan alat vital pasangannya.

Loading...
loading...

Hukumnya disamakan dengan menyaksikan member tubuh lainnya

Akan tetapi pandangan ini disanggah oleh ulama yang membolehkan. Di antara alasannya, hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah ini masih pro kontra keabsahannya. Kecuali itu, Ada hadits lain yang mengisyaratkan kebolehan menyaksikan alat vital pasangan. Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni menjelaskan selaku berikut….

Artinya, Dibolehkan bagi pasangan suami-istri menyaksikan dan menyentuh seluruh bagian tubuh pasangannya, termasuk alat vitalnya. Pandangan ini didasarkan pada riwayat Bahaz bin Hakim, bahwa kakeknya menanyakan ke Rasulullah, Wahai Nabi Saw, mana aurat yang boleh kami buka dan mesti kami tutup?

Rasul menjawab, Tutup auratmu kecuali untuk istrimu dan budakmu. Menurut At-Tirmidzi, status power hadits ini ialah hasan. Kenapa diizinkan? Sebab alat vital ialah tempat istimta (bersedap-sedapan) dan diizinkan menyaksikan dan menyentuhnya, seperti member tubuh lainnya.

Dalam Al-Quran, hubungan suami-istri ditamsilkan selaku ladang garapan, (QS: Al-Baqarah 223). Berpijak pada keumuman ayat ini, gaya apapun diizinkan selama berhubungan intim selama tidak melalui dubur. Karena itu, kebanyakan ulama memperbolehkan menyaksikan alat vital suami atau istri bila sungguh dibutuhkan.

Loading...

Seperti yang dikatakan Ibnu Qudamah, hukumnya disamakan dengan menyaksikan member tubuh lainnya. Tidak cuma melihatnya yang diizinkan, tetapi juga menyentuhnya selagi ada hajat. Wallahu alam. (Hengki Ferdiansyah/NU Online)

loading...

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *