Dicuekin Alumni 212, Buni Yani Akan Ungkap Nama di Balik Demonstrasi Ahok Berjilid Jilid

Tak Tahan Dicuekin Alumni 212, Buni Yani Akhirnya Ungkap Nama Dibalik Demo Ahok Berjilid Jilid

Tidak Tahan Dicuekin Alumni 212, Buni Yani Akhirnya akan Ungkap Nama Dibalik Demonstrasi Ahok Berjilid Jilid

Sungguh tragis cerita hidup Buni Yani, awalnya di puja bak pahlawan, Saat ini dia di telantarkan oleh pihak yang dulu memanfaatkannya. Seperti pepatah, habis manis sepah di buang. Cerita itu berawal pada September tahun 2016, ia mengunggah potongan video pidato Gubernur DKI Jakarta, Basuki (Ahok) Tjahaja Purnama ketika di Kepulauan Seribu.

Video dengan transkrip tersebut yang jadi awal dari kasus Surah Al-Maidah ayat 51 yang di tuduhkan selaku penistaan agama terhadap Ahok. Walaupun pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah mengklarifikasi potongan video yang di unggah Buni dengan video berisi pidato lengkap Ahok ketika kunjungan tersebut. Sebagian ummat muslim tetap merasa bahwa kata-kata Ahok menistakan agama Islam dan ayat suci Al-Qur’an.

Puncaknya pada tanggal 4 November dan tanggal 2 Desember tahun 2016, ribuan sampai klaimnya jutaan orang turun ke jalan menuntut Gubernur petaha DKI Jakarta itu dituntut mundur dan di hukum sebab di anggap sudah melukai hati ummat Islam. Demonstrasi berjilid menjelang Pilkada DKI Jakarta itu senantiasa mengatasnamakan untuk membela agama.

Tetapi kita yang waras amat paham bahwa itu di goreng habis oleh partai-partai oposisi untuk maksud politis. Mereka memanfaatkan sentimen agama untuk menjungkalkan nasib Gubernur petahana itu di Pilkada DKI Jakarta.

Hasilnya kita tahu sendiri, Jakarta mempunyai Gubernur baru, Ahok di hotel prodeo, dan sisanya ialah polarisasi masarakat sebab permainan sentimen agama dalam masarakat.

Pasca beredarnya video yang jadi awal mula kasus itu Buni Yani di anggap sengaja mencemarkan nama baik sang Gubernur dengan tak menuliskan kata “pakai” dalam transkripnya.

Loading...
loading...

meskipun awalnya di puja bak pahlawan, Saat ini Buni wajib masuk hotel prodeo, kehilangan pekerjaannya, dan parahnya di telantarkan oleh pihak-pihak yang dulu menggoreng video editannya.

Pasca Ahok masuk hotel prodeo, Buni Yani wajib berhadapan dengan kasus hukum sendirian. Dia seperti di telantarkan oleh oknum-oknum yang dulu menjunjung dirinya sampai video itu tersebar luas.

Dia merasa cuma di manfaatkan oleh pihak yang dulu menyuruh untuk mengedit video tersebut. Buni Yani pun amat menyesal dan meminta maaf terhadap Ahok, sebab perbuatannya Gubernur petahana itu wajib menjalani hukuman yang sesungguhnya bukanlah kesalahannya.

Apa yang di katakan Ahok sesungguhnya bukanlah penistaan agama sebab bila di lihat pidato itu secara utuh, maka tidak ada unsur dan maksud penistaan. Tetapi sebab di bumbui oleh kepentingan politik, kasus itu terus di panasi sehingga masarakat terbakar, emosional, dan kehilangan akal sehatnya.

Sekarang Buni Yani juga ingin menyampaikan permintaan maafnya terhadap seluruh masarakat Indonesia bahwa perilaku yang dia lakukan itu salah besar sehingga membikin eks Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama itu wajib duduk di sel selama dua tahun. (beritaviral/ucweb.com/ suaraislam)

Loading...


Source by Ahmad Zaini

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :