Dibimbing PBNU dan Dikenalkan Islam Nusantara, Afghanistan sekarang Damai tanpa Konflik

Dibimbing PBNU dan Dikenalkan Islam Nusantara, Afghanistan kini Damai tanpa Konflik

Dibimbing PBNU dan Dikenalkan Islam Nusantara, Afghanistan sekarang Damai tanpa Konflik

Ketua PBNU Marsudi Syuhud menjelaskan bahwa model Islam di Indonesia (Islam Nusantara) ketika ini telah sebagai rujukan negara-negara di dunia dalam menciptakan keadaan damai dan menyejukkan sesuai dengan maksud Islam yaitu Rahmatan lil Alamin. Ketika ini, Islam Nusantara sebagai tema utama dan telah ditunggu-tunggu kehadirannya di seluruh dunia. Ia mengungkapkan sejumlah contoh seperti di Belgia terdapat 168 masjid yang meminta Imam masjid yang berasal dari NU.

“Negara-negara luar negeri telah datang ke NU. ndak cuma negara Barat. Uni Eropa, Amerika, Inggris termasuk Timur Tengah dan Afrika,” ungkapnya ketika memberikan penjelasan posisi NU berhadapan dengan keadaan kekinian pada Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) Ke-1 NU Lampung di Bandarlampung, Ahad (1/7) malam.

Ia juga mengisahkan soal perjuangan PBNU yang sudah membantu Afghanistan dalam usaha perdamaian negara yang ratusan tahun dilanda konflik ini. Ia mengungkapkan bahwa belum pernah ulama Afghanistan dari suku-suku yang ada, berkumpul dalam satu majelis. Padahal para ulama ini mempunyai madzhab dan tarikat yang sama. Tetapi terus terjadi permusuhan sampai ratusan tahun.

“Dan yang mampu mempertemukan ialah Nahdlatul Ulama,” tegasnya.

Ia mengisahkan bagaimana waktu pertama dikumpulkan di Hotel Borobudur Jakarta, para ulama dari Afghanistan dari berbagai suku ini didudukkan dengan cara selang-seling supaya dapat berkomunikasi dengan baik. Tetapi ternyata mereka ndak mau berkomunikasi sebab sejarah panjang konflik antar suku mereka membikin suasana perjumpaan ndak mencair.

Pada perjumpaan pertama tersebut para ulama Afghanistan memperoleh cerita soal perjuangan para ulama Indonesia dalam mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perjuangan para ulama Indonesa dalam mewujudkan NKRI wajib berhadapan dengan berbagai tantangan dari berbagai kubu melalui pengorbanan moril, materiil, jiwa dan raga.

sesudah itu lanjutnya, pada perjumpaan kedua yang ditunaikan di Turki telah mulai kelihatan perkembangan positif. Tampak dari telah terbukanya komunikasi dengan baik. Dan akhirnya pada perjumpaan ketiga di Indonesia, PBNU membawa ulama Afghanistan ke pondok-pondok pesantren di Indonesia.

“Ketika itulah mereka nangis saling berpelukan dan berkomitmen ingin mendirikan pondok pesantren seperti NU. Konsep seperti Islam di Nusantara inilah yang mereka inginkan ,” katannya menirukan ungkapan hati para ulama Afghanistan.

Akhirnya NU pun sebagai saudara dan ormas NU didirikan di Afghanistan dengan para menterinya sebagai pengurus NU. Dan sesudah itulah NU memberikan program bea siswa terhadap para pelajar Afghanistan demi belajar soal Islam Nusantara di Universitas Nahdlatul Ulama.

“Bagi pondok pesantren di Lampung yang berkenan menampung para pelajar dan santri dari Afghanistan mampu menghubungi PBNU,” katanya sambil menambahkan bahwa bukan cuma ke Afghanistan saja tapi model Islam Nusantara ini diinginkan oleh seluruh negara. (Muhammad Faizin/NU Online)

Source by Hakim Abdul

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: Hakim Abdul

KOLOM KOMENTAR ANDA :