Di Dalik Pelitnya Saudi Kepada Pemerintah Indonesia

Oleh KH. Bisri Musthafa

Islam-Institute.com – Sekalipun keislaman Prabowo diragukan, Penyokong Prabowo Ingin Indonesia Jadi Negara Islam. Arab Spring menargetkan Prabowo selaku pembawa bara api “Arab Spring” yang ternyata tetap berkobar. dan sekarang mereka memindahkan kekuatannya dari Timur Tengah ke Asia di mana Indonesia selaku negara dengan warga muslim terbanyak di dunia jadi sasarannya.

Pola-pola mereka sejatinya sanggup tampak terang di sini. Mereka masuk melalui tempat ibadah dengan membangun logika berdasar kebanggaan beragama dan ideologi Khilafah, sekaligus peningkatan rasa kebencian kepada pemerintah dan lunturnya rasa cinta kepada bangsa dan tanah air sendiri. Sama halnya yang mereka lakukan di Suriah, Irak, Afghanistan, Libya dan beberapa negara Timur Tengah lainnya.

Dan fokus mereka ada di Pemilihan presiden 2019 ini. Ini Pemilihan presiden yang paling menentukan bagi kubu Islam Wahabi, radikal, fundamental untuk menentukan peta power mereka berikutnya. Mereka akan menguat di kelompok power rezim orde baru dan oligarkinya yang sudah puluhan tahun memayunginya.

Lembaga Survey Indonesia atau LSI, Kamis, 24 September, merilis hasil surveinya yang cukup mengagetkan, bahwa penyokong Prabowo yang ingin Indonesia jadi bercerai berai seperti Timur Tengah meningkat, dari Agustus 2018 yang kisaran 38,8 % naik di bulan September 2018 jadi 50 %.

Kenaikan yang signifikan dalam waktu cuma 1 bulan. Dan dari survey LSI juga terbaca bahwa penyokong Prabowo yang suka Indonesia khas Pancasila down drastis. Ini memperlihatkan bahwa kubu Islam Wahabi, Islam radikal fundamentalis merapat ke Prabowo. Mereka-mereka inilah yang ingin Indonesia sanggup jadi seperti negara Islam di Timur Tengah. Dan mereka memerlukan power politik yang kuat untuk mewujudkan cita-citanya.

Survei LSI ini semestinya disikapi selaku warning yang berbahaya, bahwa ada power luar yang ingin menjadikan negeri berbhineka ini selaku negara Islam dengan model NKRI bersyariah dengan sistem Khilafah.

Dan Prabowo ialah representasi oligarki dan power rezim orde baru selaku “kuda tunggangan” yang baik sebab ia memerlukan suara untuk kemenangannya. Karakter Prabowo yang senantiasa “welcome” pada saban ideologi yang Hadir, lembek dan tidak tegas dalam memperlihatkan nasionalismenya ialah Kesempatan dan kelebihan bagi kubu Islam Wahabi, Islam radikal fundamental ini.

Mereka pasti akan all out untuk menyokong Prabowo, dengan segala cara, sekalipun sebar hoaks dan fitnah. Hasil survei ini juga jadi warning buat benteng penjaga NKRI, yang ingin tetap menjaga negeri ini Ada di bawah ideologi Pancasila.

Kalau Prabowo nanti memerintah, maka kubu Islam Wahabi, radikal, fundamental, intolerant yang akan menguasai beberapa wilayah di NKRI dan mulai memberangus orang-orang atau lembaga yang berseberangan dengan mereka.

Kubu Islam fundamental ini terkenal dengan pemaksaan kehendaknya melalui power masa. Dan power masa ini sanggup mempengaruhi penilaian aparat kepolisian dan pengadilan.

Amat ironis bagi non muslim dan muslim moderat yang menyokong Prabowo selaku Presiden di 2019. Apakah mereka tidak sadar bahwa dampaknya akan membikin mereka akan tertekan dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bareng selaku anak bangsa?

Hasil survey LSI memperkuat fakta bahwa:

  1. Negara Saudi Arabia ialah sekutu Inti Amerika Serikat dan Barat di wilayah Timur Tengah.
  2. Islam Wahabi ialah Islam produk konspirasi Yahudi, Inggris dan Barat yang sudah didesain selaku mesin penghancur Islam dari dalam dan alat agresi perang asimetris yang dilaksanakan oleh konspirasi imperialis kapitalis AS dan Barat untuk merebut kekuasaan di saban negara berpenduduk muslim di belahan dunia.
  3. Islam yang memperoleh legitimasi dan diberlakukan oleh pemerintah Saudi Arabia ialah Islam Wahabi.
  4. Pelit dan kikirnya setengah mati pemerintah Saudi Arabia kepada pemerintah Indonesia yang notabene sesama negara muslim, akhirnya terkuak seluruh bahwa semua program sokongan dan sumbangannya sudah disalurkan secara sistematis, terstruktur rapi melalui program “Wahabisasi” di Indonesia. Sebuah program investasi politik jangka panjang bareng sekutu Inti Amerika Serikat melalui jaringan gerakan Islam Wahabi di Indonesia untuk menggeser dan menggusur Islam yang sudah lebih dahulu ada di Indonesia yang kebanyakan ialah ummat Islam Nahdliyin (NU) selaku sokoguru power tegak berdirinya NKRI. 

Fungsi, peranan dan maksud Islam Wahabi sama dengan misionaris Mr. Snock dari Belanda dan Mirza Qhulam Ahmad, Nabi palsu dari Lahore (Ahmadiyah) yaitu untuk memecah belah Islam dan komponen power bangsa Indonesia.

Program Wahabisasi dalam bentuk kemasan “Islam modern” berupa pesantren-pesantren modern, sekolah Islam modern, pemberian beasiswa ke Timur Tengah, fasilitas dan prasarana bangunan sekolah modern, bangunan masjid dan mushalla di semua pelosok tanah air. Selaku fasilitas pengkaderan, pendidikan dan politik dengan berbalut dakwah sunnah.

Label “modern” ternyata memberikan stigma dan implikasi yang tidak menguntungkan kepada sistem pesantren dan pendidikan yang dikelola Ada di lingkungan ummat Nahdliyin (NU) selaku pendidikan dan pesantren tradisional.

Kebaikan dari pemerintah dan ummat Islam  Indonesia untuk pemerintah Saudi Arabia tiap hari, tiap bulan dan tiap tahun sampai hari kiamat, tanpa ongkos promosi wisata sereal pun, berupa “wisata abadi” Umroh dan Haji dengan menyumbang devisa milyaran Rupiah, melalui dari carter pesawat, katering dan hotel milik jaringan Yahudi, cuma dibalas dengan ekspansi agama agresi untuk menghancur-leburkan Indonesia.

Beredarnya bermacam fitnah, kegaduhan untuk kegaduhan semenjak pemerintahan presiden Joko Widodo ke 2019 ialah tabiat dan perilaku politik konspirasi asing Amerika Serikat, CIA, kubu Islam radikal Wahabi bareng power rezim orde baru dan oligarkinya ingin berkuasa kembali, dengan segala cara merebut kekuasaan dari tangan presiden Joko Widodo.

Saudi bareng Nabi, seratus delapan puluh derajat tak sama dengan Saudi waktu bareng Wahabi, yang hidup dibawah ketiak konspirasi Amerika Serikat dan Yahudi. hingga Qiyamat, santri Nusantara akan terus menjaga NKRI dari rongrongan penganut paham ngawur seperti HTI, ISIS dan wahabi. [Islam-Institute.com/ab]

Duta Islam

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.