Sejarah

PENGHANCURAN SITUS SEJARAH ISLAM DI MAKKAH – MADINAH

Jasa Web Alhadiy

SIAPAKAH SESUNGGUHNYA DI BALIK PENGHANCURAN SITUS SEJARAH ISLAM DI MAKKAH – MADINAH ? Situs Sejarah Islam di sekitar Masjidil Haram Punah. Beberapa situs paling suci bagi umat Islam, Mekkah, di Arab Saudi terancam punah. Pemerintah Kerajaan Saudi di Riyadh setuju dengan pembangunan Masjidil Haram menjadi kawasan megapolitan. Akibatnya, beberapa peninggalan sejarah Rasulullah Muhammad saw dinyatakan hilang.

The Independent baru-baru ini mengatakan upaya penyulapan kawasan Masjidil Haram menjadi kawasan elitis telah berlangsung sejak sepekan lalu.

Sebuah dokumentasi yang dilansir beberapa media internasional menunjukkan aktivitas pengerukan tanah di sebalah timur Ka’bah. Jejeran eskavator melubangi lahan dan membumihanguskan beberapa situs-situs bersejarah umat Islam.

Dikatakan, situs yang telah hancur adalah tempat Rasulullah Muhammad mengawali perjalanan Isra’ Mi’raj (620 M). Situs lain yang ikut dihancurkan adalah kolom peninggalan Dinasti Ottoman dan Dinasti Abbasiyah.

Di tempat-tempat tersebut, dikatakan menyimpan segudang peninggalan kejayaan Islam berupa dokumentasi kaligrafi (seni menulis ayat-ayat suci Al-quran) tertua di dunia. Tempat-tempat yang hancur lebur itu juga mengandung sejarah bagi masa Khulafaur Rasyidin (632 – 661 M).

Press Television mengatakan, Kerajaan Saudi mengklaim penghancuran situs-situs sejarah tersebut adalah bagian dari rencana pembangunan multi-miliar dolar. Pembangunan dikatakan untuk peningkatan kapasitas peziarah yang singgah ke Masjidil Haram.

Abdul Rahman al-Sudais penanggungjawab hancurnya Situs-situs sejarah Islam ?

Raja Saudi Abdullah juga menunjuk ulama Wahabi dan Imam Masjidil Haram, Abdul Rahman al-Sudais sebagai penanggungjawab pembangunan kali ini. Tercatat dalam kesepakatan, konsorsium bernama Binladin Group adalah sebagai pemenang tender pembangunan tersebut.

Binladin Group adalah salah satu anggota utama dalam lingkaran ekonomi terbesar di Arab Saudi. Konsorsium itu dikatakan menjadi pintu lebar bagi investor asing yang hendak menanamkan modalnya di Tanah Arab Saudi.

Binladin Group juga menjadi kontraktor utama perluasan kompleks Masjid Nabawi di Madinah pada 2012 lalu. Pemerintah Kerajaan Saudi memang gemar meremajakan kompleks Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah.

Setiap tahunnya, miliaran dolar digelontorkan untuk ekspansi dan perluasan. Kerajaan Saudi berdalih ekspansi tersebut adalah untuk peningkatan layanan dan daya tampung peziarah.

Memang, setiap tahunnya jutaan umat Islam melangsungkan ritual keagamaan wajib, yaitu haji di Makkah dan Madinah. Perluasan diperlukan lantaran semakin membludaknya jumlah jemaah.

Rumah Rasullullah Muhammad di kompleks masjid jadi toilet umum

Tahun lalu, pembangunan dan perluasan di Masjid Nabawi, sempat mendapat kecaman luas dari kelompok muslim dunia. Sebab konsorsium ini menyulap rumah Rasullullah Muhammad di kompleks masjid sebagai toilet umum.

Makam manusia tersuci bagi Umat Islam itu juga pernah terancam akan dibongkar untuk tujuan serupa. Bagi keluarga kerajaan dan Wahabi, situs-situs relijius tersebut berpotensi melunturkan nilai-nilai keagamaan, dan mendekati kemusyrikan.

Direktur Islamic Heritage Research Foundation,  Irfan al-Alawi, mengatakan Kerajaan Saudi melakukan kecerobohan dalam pembangunan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Perluasan kawasan semestinya tidak menjadikan situs-situs sejarah tersebut sebagai objek penghancuran.

Kata dia, penghancuran tiga situs penting Umat Islam kali ini adalah langkah signifikan menuju penghancuran situs-situs Islam berikutnya. Al-Alawi menuding Kerajaan Saudi sedang menghapus catatan sejarah Umat Muslim.

Kritikus sejarah peradaban islam lainnya mengatakan, penghancuran situs-situs Islam adalah penghinaan. Press Television menggolongkan aktivitas penghancuran tersebut sebagai bagian dari agenda terselubung untuk menghilangkan rekam sejarah agama samawi terbesar ini.

 

REPUBLIKA.CO.ID, – Reporter : Bambang Noroyono – Redaktur : Damanhuri Zuhri – Sumber : the independent / press televison

Jasa Web Alhadiy
Tags

Related Articles

58 Comments

  1. Subhanallah…. Mahasuci Allah dari penghinaan Wahabi terhadap-NYA. Gambar di postingan sungguh ekspresi penghinaan Wahabi terhadap Allah Swt. Lihatlah, symbol hubbal (sesmbahan abu sufyan bapaknya Mu’awiyah) diletakkan di puncak Menara Makkah, sedangkan Allah di letakakkan di bawah Hubbal. Keterlaluan mentang2 Allah tidak langsung membalas penghaniaan mereka sehingga mereka begitu berani menghinakan Allah Swt.

    Perlu diketahui, bulan dg tanduk mengarah ke atas yg bersemayam di puncak tower Makkah adalah symbol tuhan Hubbal berhala kaum Jahiliyyah di masa Nabi Muhammad saw.

    1. Matur Nuwun Mbak Sarah Salsabila… atas penjelasannya. tadinya saya merasa biasa aja dg gambar di atas, tetapi dg membaca komentar panjenengan jadi mengerti apa yg ada di balik gambar.

      sungguh terlalu berani Wahabi – Saudi menghina Allah dg menempatkan Allah di bawah Symbol tuhan kaum jahiliyyah si Hubbal.
      apakah Ummat Islam sedunia sudah tahu dg penghinaan ini? Sebaiknya memang kerajaan Saudi ini diserbu ramai2 untuk mengahiri penjajahan mereka di tanah haram ini.

    1. ibnu ilyas, mana buktinya saya mencela Sahabat?
      baiklah, saya kasih tahu mas, Syi’ah Rafidha itu masih lebih baik ketimbang Wahabi, atau keduanya sama2 sesat dan menyesatkan, tetapi Rafidhah masih tetap lebih baik dibanding Wahabi.

  2. Antum salah, syi’ah itu sesat demikian juga NU Aswaja..
    Tapi sesesat sesatnya syi’ah tdk ada seorang ulamanya yg mengatakan perkataan syirik : “semua agama adalah sama”.. atau perkataan kotor : “Alqur’an adalah kitab suci paling porno didunia”..
    Ucapan2 tsb keluar dari mulut seorang ulama panutan NU yang dipuja & dipuji oleh kaum nahdiyin..

    1. @ibnu ilyas,
      Yang jelas wahabi bukan islam murni seperti pengakuannya yg digembar-gemborkan selama ini, tapi yahudi yang mengaku islam bagaimana tidak selama ini dinasti saud – biangnya wahabi – gak pernah sekalipun membela Palestina yg ditindas Israel malah Albani ulama wahabi mengeluarkan fatwa supaya rakyat palestina meninggalkan negaranya, bagaimana tidak yahudi, Tauhid wahabi dibagi tiga mirip Trinitas Nasrani yg gak ada dalilnya di Qur’an dan Hadits.

      Dan apa yg dikatakan mbak Sarah betul adanya Syi’ah lebih baik dari wahabi laknatullah karena syi’ah tak pernah mensyrikkan pihak2 yg tak sefaham, tapi kalau wahabi zikirnya se-hari2 adalah kata bid’ah, syirik, musrik dll kata hujatan ke pihak lain.

      1. Koq Repot repot Agama Wahabi adalah agama Zionis sama dengan Agama Syi’ah,
        Ahlil Naar, Kayu Perapiannya Neraka Jahannamm,
        Begitulah kalo hatinya sudah hitam dan berkarak…. yg lain gelap semuanya yg benar ya kaumnya dia sendiri.

    2. ibnu ilyas@

      Yang mengatakan Wahabi sesat adalah para Ulama terkenanl, sebaliknya adakah Ulama yg mengatakan NU sesat? Tidak ada, kecuali kroco2 Wahabi seperti Ente.

      Mengenai Qur’an porno sudah dijawab Gus Dur, tanyakan aja pada utadz kalian yaitu ustadz Gugel. Adapun semua agama memang adalah sama dalam eksistensinya, ini adalah benar 100 persen, tetapi yg paling benar adalah Islam, itulah prinsip NU sesuai ajaran Allah Swt, lakum diinukum waliyadiin….

    3. ibnu ilyas, coba lihat gambar menara Makkah di atas, perhatikan…. kenapa para pemimpin agama Wahabi menjunjung tinggi2 symbol tuhan kaum Jahiliyyah “Hubbal” bersemayam di puncak tower sedangkan Allah diletakkan di bawah Hubbal? Ayo jawab kalau anda merasa mampu berpikir normal.

      Tidakkah anda melihat ini suatu penghinaan yg sangat transparan, lalu siapa yg ada di balik semua ini kalau bukan Yahudi yg menyusup di antara Ulama2 Wahabi?

  3. DINASTI SAUDI DITANAH HIJAZ TERNYATA YAHUDI / CIKAL-BAKAL PEMBAWA AJARAN TAUHID 3 YAHUDI
    Dinasti Saudi: Dari Mana Asal Mereka? dan Siapa Sesungguhnya Nenek-Moyangnya?
    Penelitian dan pemaparan Mohammad Sakher:
    Setelah menemukan fakta-fakta di bawah ini, Rejim Saudi memerintahkan untuk membunuhnya.

    Raja Saud-1957
    Apakah anggota keluarga Saudi berasal dari Suku Anza bin Wa’il seperti pengakuannya?
    Apakah agama mereka Islam?
    Apakah mereka asli Bangsa Arab?
    Di Najd, pada tahun 851 H serombongan bani Al-Masalikh, keturunan Suku Anza, membentuk sebuah kafilah dipimpin oleh Sahmi bin Hathlul, ditugaskan untuk membeli bahan makanan, biji-bijian gandum dan jagung ke Iraq. Ketika sampai di Bashra, mereka langsung menuju ke sebuah toko pakan yang pemiliknya seorang Yahudi bernama Mordakhai bin Ibrahim bin Moshe. Ketika sedang berlangsung tawar-menawar, Yahudi si pemilik toko bertanya kepada mereka: “Berasal dari suku manakah Anda?”. Mereka menjawab: “Kami berasal dari Bani Anza”, salah satu Suku Al-Masalikh”. Mendengar nama suku itu disebut,

    orang Yahudi itu memeluk mereka dengan mesra sambil mengatakan bahwa dirinya juga berasal dari Suku Al-Masalikh, namun menetap di Bashra, Iraq karena permusuhan keluarga antara ayahnya dengan anggota Suku Anza lainnya.

    Setelah Mordakhai bin Ibrahim bin Moshe mengatakan kepada mereka ceritera yang direkayasa mengenai dirinya, dia kemudian memerintahkan kepada pembantunya untuk menaikkan barang-barang belanjaan kafilah itu ke atas Unta-unta mereka. Sikap Mordakhai bin Ibrahim bin Moshe yang dinilai baik dan tulus itu membuat kagum rombongan bani Masalikh dan sekaligus menimbulkan kebanggaan mereka karena bertemu saudara sesama suku di Iraq – dimana mereka mendapatkan bahan makanan yang sangat mereka perlukan, mereka percaya kepada setiap kata yang diucapkan Mordakhai bin Ibrahim bin Moshe, karena dia seorang pedagang kaya komoditi pakan, mereka menyukai Mordakhai bin Ibrahim bin Moshe (walaupun sebenarnya dia bukan orang Arab dari suku Al-Masalikh, tapi seorang Yahudi yang berpura-pura)
    Saat kafilah sudah siap akan kembali ke Najd, pedagang orang Yahudi itu meminta ijin menumpang dengan mereka pergi ke tempat asalnya, Najd. Permintaan pedagang Yahudi itu diterima dengan senang hati oleh rombongan bani Al-Masalikh.

    Akhirnya Mordakhai bin Ibrahim bin Moshe sampai di Najd. Di Najd ia mulai menyebarluaskan propaganda dirinya dibantu beberapa orang dari bani Al-Masalikh yang baru tiba bersama-‘sama dia dari Bashra. Propagandanya berhasil, sejumlah orang mendukungnya, tetapi ditentang oleh yang lain dipimpin oleh Shaikh Saleh Salman Abdullah Al-Tamimi, ulama di kota Al-Qasim, yang wilayah dakwahnya meliputi Najd, Yaman dan Hijaz. Ia mengusir Mordakhai bin Ibrahim bin Moshe ( nenek moyang Keluarga Saudi yang saat ini berkuasa ) dari kota Al-Qasim ke kota Al-Ihsa, di sana ia mengganti namanya menjadi Markhan bin Ibrahim Musa . Kemudian dia pindah ke daerah Dir´iya dekat Al-Qatif. Di daerah ini dia mulai menyebarkan ceritera rekayasa kepada penduduk mengenai Perisai Nabi Muhammad Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam yang dirampas sebagai rampasan perang oleh orang musyrik Arab sewaktu Perang Uhud. Perisai itu kemudian dijual oleh orang musyrik Arab kepada Suku Yahudi Bani Qunaiqa dan menyimpannya sebagai koleksi barang berharga.

    Perlahan tapi pasti, Markhan bin Ibrahim Musa menanamkan pengaruhnya di antara orang-orang Badui melalui ceritera fiktif yang hal ini memberitahu kita bagaimana berpengaruhnya suku-suku Yahudi di Arab dengan menempati kedudukan terhormat. Dia menjadi orang penting diantara suku Badui dan memutuskan untuk tetap tinggal di kota Dir´iya, dekat Al-Qatif kemudian memutuskan menjadikannya sebagai ibukota di Teluk Persia. Ia bercita-cita menjadikan kota itu sebagai batu loncatan untuk membangun kerajaan Yahudi di Tanah Arab.

    Dalam rangka memenuhi ambisisnya, dia mulai mendekati dan mempengaruhi suku Arab Badui padang pasir untuk mendukung posisinya, kemudian menobatkan dirinya sebagai raja mereka.
    Pada saat yang genting ini, Suku Ajaman bersama-sama dengan Suku Bani Khalid mencium bahaya Yahudi licik ini dan sangat mengkhawatirkan rencana jahatnya, karena dia telah dapat mengukuhkan identitasnya sebagai orang Arab. Mereka sepakat untuk menghentikannya, kemudian menyerang kota Dar’iya dan berhasil menaklukannya, tetapi sebelum menawan Markhan bin Ibrahim Musa, dia melarikan diri.

    Dalam pelariannya, Yahudi nenek moyang Keluarga Saudi (Mordakhai) mencari perlindungan di sebuah perkebunan Al-Malibiid-Ghusaiba dekat Al-Arid, milik orang Arab. Sekarang kota itu bernama Al-Riyadh.
    Mordakhai meminta perlindungan politik kepada pemilik perkebunan. Pemiliknya yang ramah itu kemudian segera memberikan tempat perlindungan. Namun belum juga sampai sebulan dia tinggal di perkebunan itu, Mordakhai membunuh pemilik beserta anggota keluarganya, kemudian mengarang ceritera bahwa mereka dibunuh oleh perampok. Dia juga mengaku telah membeli real estate dari pemiliknya sebelum kejadian tragis itu. Maka tinggallah dia disana sebagai pemilik tanah yang baru, kemudian daerah itu diberi nama baru Al-Di’riya, nama yang sama dengan tempat sebelumnya yang ia tinggalkan.

    Yahudi nenek moyang Keluarga Saudi (Mordakhai) segera membangun sebuah “Guest House” yang disebutnya “Madaffa” di atas tanah yang direbut dari korbannya. Kemudian berkumpullah disekelilinya kelompok munafik yang mulai menyebarkan propaganda bohong bahwa Mordakhai adalah seorang Seikh Arab terkemuka. Mereka merencanakan membunuh Sheikh Saleh Salman Abdullah Al-Tamimi, musuh bebuyutan Mordakhai dan berhasil membunuhnya di sebuah mesjid di kota Al-Zalafi.
    Mordakhai puas telah berhasil membunuh Sheikh Saleh Salman Abdullah Al- Tamimi, kemudian menjadikan Al-Dir’iya sebagai tempat tinggalnya. Di Al-Dir’iya dia berpoligami dan beranak’pinak, anak-anaknya diberi nama asli Arab.

    Sejak saat itu keturunan dan kekuasaan mereka tumbuh berkembang di bawah nama Suku Saudi, mereka juga mengikuti jejak Mordakhai dan kegiatannya dilaksanakan secara sembunyi-sembunyi serta berkonspirasi melawan bangsa Arab. Secara ilegal mereka menguasai daerah pedalaman dan tanah-tanah perkebunan, membunuh setiap orang yang mencoba menghalangi rencana jahat mereka. Untuk mempengaruhi penduduk di wilayah itu, mereka menggunakan segala macam jenis tipu daya untuk mencapai tujuannya: mereka suap orang-orang yang tidak sefaham dengan uang dan perempuan. Mereka suap penulis sejarah untuk menuliskan biografi sejarah keluarganya yang bersih dari kejahatan, dibuatkannya silsilah keluarga bersambung kepada Suku Arab terhormat seperti Rabi’?, Anza dan Al-Masalikh.

    Seorang munafik zaman kiwari bernama Mohammad Amin Al-Tamimi – Direktur/Manager Perpustakaan Kontemporer Kerajaan Saudi, menyusun garis keturunan (Family Tree) untuk Keluarga Yahudi ini (Keluarga Saudi), menghubungkan garis keturunan mereka kepada Nabi Muhammad Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam . Sebagai imbalan pekerjaannnya itu, ia menerima imbalan sebesar 35.000 (Tiga Puluh Lima Ribu) Pound Mesir dari Duta Besar Saudi Arabia di Kairo pada tahun 1362 H atau 1943 M. Nama Duta Besar Saudi Arabia itu adalah Ibrahim Al-Fadel.

    Seperti disebutkan di atas, Yahudi nenek moyang Keluarga Saudi (Mordakhai), yang berpoligami dengan wanita-wanita Arab melahirkan banyak anak, saat ini pola poligami Mordakhai dilanjutkan oleh keturunannya, dan mereka bertaut kepada warisan perkawinan itu.

    Salah seorang anak Mordakhai bernama Al-Maqaran, (Yahudi: Mack-Ren) mempunyai anak bernama Muhammad, dan anak yang lainnya bernama Saud, dari keturunan Saud inilah Dinasti Saudi saat ini.
    Keturunan Saud (Keluarga Saud) memulai melakukan kampanye pembunuhan pimpinan terkemuka suku-suku Arab dengan dalih mereka murtad, mengkhianati agama Islam, meninggalkan ajaran-ajaran Al-Quran, dan keluarga Saud membantai mereka atas nama Islam.

    Di dalam buku sejarah Keluarga Saudi halaman 98-101, penulis pribadi sejarah keluarga Saudi menyatakan bahwa Dinasti Saudi menganggap semua penduduk Najd menghina tuhan, oleh karena itu darah mereka halal, harta-bendanya dirampas, wanita-wanitanya dijadikan selir, tidak seorang islampun dianggap benar, kecuali pengikut sekte Muhammad bin Abdul Wahhab (yang aslinya juga keturunan Yahudi Turki). Doktrin Wahhabi memberikan otoritas kepada Keluarga Saudi untuk menghancurkan perkampungan dan penduduknya, termasuk anak-anak dan memperkosa wanitanya, menusuk perut wanita hamil, memotong tangan anak-anak, kemudian membakarnya. Selanjutnya mereka diberikan kewenangan dengan Ajarannya yang Kejam ( Brutal Doctrin ) untuk merampas semua harta kekayaan milik orang yang dianggapnya telah menyimpang dari ajaran agama karena tidak mengikuti ajaran Wahhabi.

    Keluarga Yahudi yang jahat dan mengerikan ini melakukan segala jenis kekejaman atas nama sekte agama palsu mereka (sekte Wahhabi) yang sebenarnya diciptakan oleh seorang Yahudi untuk menaburkan benih-benih teror di dalam hati penduduk di kota-kota dan desa-desa. Pada tahun 1163 H, Dinasti Yahudi ini mengganti nama Semenanjung Arabia dengan nama keluarga mereka, menjadi Saudi Arabia, seolah-olah seluruh wilayah itu milik pribadi mereka, dan penduduknya sebagai bujang atau budak mereka, bekerja keras siang dan malam untuk kesenangan tuannya, yaitu Keluarga Saudi.

    Mereka dengan sepenuhnya menguasai kekayaan alam negeri itu seperti miliknya pribadi. Bila ada rakyat biasa mengemukakan0 (sembilan pukuh) Suite rooms di Grand Hotel dengan harga $1 juta semalamnya. Dapatkah kita memberikan komentar terhadap pemborosan yang dilakukan keluarga kerajaan seperti itu, yang pantas adalah: Dihukum pancung di lapangan terbuka.

    – Pada tahun 1960’an, pemancar radio “Sawt Al-Arab” di Kairo, Mesir, dan pemancar radio di Sana’a, Yaman, membuktikan bahwa nenek moyang Keluarga Saudi adalah Yahudi.

    Kesaksian bahwa nenek moyang Keluarga Saudi adalah Yahudi:

    – Raja Faisal Al-Saud tidak bisa menyanggah bahwa keluarganya adalah keluarga Yahudi ketika memberitahukan kepada the WASHINGTON POST pada tanggal 17 September 1969, dengan menyatakan bahwa: “Kami, Keluarga Saudi, adalah keluarga Yahudi: Kami sepenuhnya tidak setuju dengan setiap penguasa Arab atau Islam yang memperlihatkan permusuhannya kepada Yahudi, sebaliknya kita harus tinggal bersama mereka dengan damai. Negeri kami, Saudi Arabia merupakan sumber awal Yahudi dan nenek-moyangnya, dari sana menyebar ke seluruh dunia”. Itulah pernyataan Raja Faisal Al-Saud bin Abdul Aziz. Hafb, kakekku, Saud Awal, menceriterakan saat menawez Wahbi, Penasihat Hukum Keluarga Kerajaan Saudi menyebutkan di dalam bukunya yang berjudul “Semenanjung Arabia” bahwa Raja Abdul Aziz yang mati tahun 1953 mengatakan: “Pesan Kami (Pesan Saudi) dalam menghadapi oposisi dari Suku-suku Araan sejumlah Shaikh dari Suku Mathir, dan ketika kelompok lain dari suku yang sama datang untuk menengahi dan meminta membebaskan semua tawanannya, Saud Awal memberikan perintah kepada orang-orangnya untuk memenggal kepala semua tawanannya, kemudian mempermalukan dan menurunkan nyali para penengah dengan cara mengundang mereka ke jamuan makan, makanan yang dihidangkan adalah daging manusia yang sudah dimasak, potongan kepala tawanan diletakkannya di atas piring. Para penengah menjadi terkejut dan menolak untuk makan daging saudara mereka sendiri, karena mereka menolak untuk memakannya, Saud Awal memerintahkan memenggal kepala mereka juga. Itulah kejahatan yang sangat mengerikan yang telah dilakukan oleh orang yang mengaku dirinya sendiri sebagai raja kepada rakyat yang tidak berdosa, kesalahan mereka karena menentang terhadap kebengisannya dan memerintah dengan sewenang-wenang.

    Hafez Wahbi selanjutnya menyatakan bahwa, berkaitan dengan kisah nyata berdarah yang menimpa Shaikh suku Mathir, dan sekelompok suku Mathir yang mengunjunginya dalam rangka meminta pembebasan pimpinan mereka yang menjadi tawanan Raja Abdul Aziz Al-Saud bernama Faisal Al-Darwis. Diceriterakannya kisah itu kepada utusan suku Mathir dengan maksud mencegah agar mereka tidak meminta pembebasan pimpinan mereka, bila tidak, mereka akan diperlakukan sama. Dia bunuh Shaikh Faisal Darwis dan darahnya dipakai untuk berwudlu sebelum dia shalat. (melaksanakan ajaran menyimpang Wahhabi). Kesalahan Faisal Darwis waktu itu karena dia mengkritik Raja Abul Aziz Al-Saud, ketika raja menandatangani dokumen yang disiapkan penguasa Inggris pada tahun 1922 sebagai pernyataan memberikan Palestina kepada Yahudi, tandatangannya dibubuhkan dalam sebuah konferensi di Al-Qir tahun 1922.

    Sistem rejim Keluarga Yahudi (Keluarga Saudi) dulu dan sekarang masih tetap sama: Tujuan-tujuannya adalah: merampas kekayaan negara, merampok, memalsukan, melakukan semua jenis kekejaman, ketidakadilan, penghujatan dan penghinaan, yang kesemuanya itu dilaksanakan sesuai dengan ajarannya Sekte Wahhabi yang membolehkan memenggal kepala orang yang menentang ajarannya.

    Diterjemahkan oleh: akhirzaman.info

    Sumber: http://www.akhirzaman.info/islam/saudi-dan-wahhabi/74-saudhouse.html
    Sumber : pecinta rosulullah saw.com

    1. Bang Abdussyukur….
      berdasar koment antum, jadi benar apa yg dikatakan Mbak Sara Salsabila bahwa Yahudi ada di balik penghinaan Wahabi terhadap Allah Swt, ulama Wahabi jadi cecunguk Yahudi (kerajaan saudi)…. rela mereka memposisikan Hubbal lebih tinggi, maklum mereka ini mujassimah, menghina Allah dg menempatkannya di bawah Hubbal. Maha suci Allah dari apa yg disifatkan kaum mujassimah Wahabi.

  4. Bismillah..
    @Sarah Salsabilah..
    Mbak mengatakan Wahabi sesat??
    Itu berarti mbak berkeyakinan bahwa penduduk Makkah dan Medinah itu sesat semua.. Padahal banyak sekali dalil-dalil yang menjamin kesucian dan kemuliaan Makkah dan Medinah.. Kan sudah ada juga fatwa MUI tentang hal ini.. Mbak belum mbaca ya…
    Sebaliknya adakah dalil yang menjamin kesucian dan kemuliaan NU Aswaja??
    Coba mbak bawakan satu dalil saja…
    Mbak juga kayaknya taklid sama gusdur ya..?
    Saya nggak menemukan tuh mbak di google bantahan gusdur tentang perkataan kotornya itu.. Mbak ngarang ya…
    Coba mbak renungkan perkataan gusdur yang lain berikut ini :
    “Saya tidak suka yang islam-islam itu. Ini Indonesia, NU menolak yang islam-islam itu” (detikNews, Jum’at/27-04-2007)..
    “Sebenarnya jangankan Tionghoa atau Konghucu, PKI pun saya lindungi (Jawa Pos, Senin 26 Januari 2009)
    “Takwa dan ketakwaan, kata gusdur itu bermakna takut kepada Tuhan Yang Maha Esa. Orang yang betul-betul takut pada Tuhan, imbuhnya dia telah bertakwa, tidak peduli muslim atau bukan, ujarnya” (www.wahidinstitute.org, selasa 29 Januari 2008)..

    Belum lagi niatan gusdur untuk menjalin hubungan dagang dengan Israel dikala masih menjadi presiden..
    Saya heran, mbak dan konco-konco mbak seperti kebakaran jenggot ketika ada tuduhan yanga tidak benar bahwa arab Saudi bekerja sama dengan Israel (Yahudi), padahal didepan mata kalian, kyai panutan kalian justru mau membuka hubungan dagang dengan Israel, tapi kalian malah tenang-tenang saja..
    Apa namanya itu kalau bukan taklid…
    Sebagaimana juga saya heran dan tidak habis pikir, kalian menuduh dengan tuduhan yang tidak benar bahwa kaum wahabi gemar mengkafirkan sesama muslim, padahal justru mbak lah dan konco-konco mbak itu yang gemar mengatakan sesat bahkan mengkafirkan kaum wahabi..
    Sungguh sangat aneh…

    1. Yang bilang Wahabi sesat adalah para Ulama Top Dunia kang ibnu ilyas, sadarlah. Kami hanya menyambung lidah Ulama. Dan bukankah sudah jelas ciri2nya yg disebutkan oleh Nabi saw persis seperti itu keadaan Wahabi?

      Dan Para Ulama menerjemahkan maksud dari hadits2 Nabi saw. Kalau antum nggak merasa itu wajar, sebab sudah disebut oleh Nabi bahwa kelompok ini bgaikan panah terlepas dari busur, bagaimana panah bisa kembali ke busurnya? Nah… begitulah, walaupun bukti dan ciri2 pas dg Wahabi Salafi, mereka yg berada di lingkaran kelompok ini tidak akan menyadarinya, contohnya antum sendiri.

      Fakta dan bukti yg cetho welo-welo pun antum nggak bakalan bisa lihat. Na’udzu bllah min dzaalik.

  5. Bismillah..
    @Nasir Eks Wahabi..
    Antum menuduh bahwa Syaikh al albani mengatakan bahwa sebaiknya tanah Palestina diserahkan saja ke Israel??
    Antum memotong-motong berita..
    Berikut berita selengkapnya :
    Perhatian Syaikh al-Albani terhadap kasus Palestina sangatlah besar. Syaikh al-Albani pernah secara langsung turun ke Yerusalem dan menjadi mentor untuk mengajari ilmu syar’i bagi Brigade Izzuddin al-Qossam, bahkan hampir juga Syaikh al-Albani berjuang disana sebelum pemerintah di negrinya mengetahui hal ini dan serta merta memulangkan Syaikh al-Albani. Syaikh al-Albani senantiasa mengikuti perkembangan Palestina, hingga pernah difatwakan juga olehnya dan fatwa ini ditujukan kepada warga Gaza pada khususnya, agar sebaiknya hijrah keluar dari wilayah Gaza dan masuk ke negri muslim terdekat untuk menegakkan ibadah serta mengumpulkan kekuatan, sebagaimana hijrahnya para Sahabat Nabi ke Etyopia atau hijrahnya Nabi serta sebagian Sahabat yang lainnya ke kota Madinah ketika di kota Mekkah kaum Muslimin mendapat tekanan yang keras dan larangan beribadah oleh para penyembah berhala, dan kemudian kembali lagi ke Mekkah pada peristiwa Fathu Makkah (Pembukaan/Penaklukan kota Mekkah). Hal ini dikarenakan pada waktu itu pemerintah militer Israel melarang adanya kegiatan azan dan sholat bagi kaum Muslimin secara terang-terangan ketika mereka menduduki jalur Gaza, dan disisi lain warga Gaza pun dalam keadaan lemah serta belum mampu berbuat apa-apa. Meskipun begitu, banyak kalangan yang mengkritisi keluarnya fatwa ini dan menuduh Syaikh al-Albani dengan berbagai macam tuduhan yang buruk.

  6. Untuk Nasir Eks Wahabi dari Abu Ilyas Eks NU Aswaja…
    Akhi, siapa bilang Saudi tidak perduli dengan Palestina? Kayaknya antum cuma mengutip dari berita-berita palsu yang dihembuskan oleh musuh-musuh dakwah tauhid, terutama yang lagi trend saat ini adalah berita palsu dari si pendusta : Idahram al kadzab..
    Antum ingin tahu bagaimana kebaikan-kebaikan kerajaan dan ulama Saudi untuk kaum muslimin didunia?
    Berikut ana sampaikan sebagiannya :
    – Arab Saudi menyerahkan bantuan rumah sebanyak 167 unit kepada korban tsunami di Lanmo, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi NAD, Kamis (6/11). Rumah tersebut tipe 45 masing-masing senilai Rp 157 juta/unit.
    Juga melalui lembaga The Saudi Charity Campaign (SCC) memberikan bantuan pemulihan pasca tsunami untuk Aceh dengan total US$ 56 juta (sekitar Rp.532.000.000.000-red) Aset bantuan yang diserahkan itu adalah rehabilitasi Masjid Raya Baiturrahman, pengadaan air bersih dan pembangunan rumah bagi korban tsunami. Banda Aceh (WASPADA Online).
    – Bila antum melewati jalan raya Ponorogo – Pacitan. Masjid Al-Jamaah kini telah menjadi tampak lebih indah dari sebelumnya, masjid yang teletak di desa Nailan ini telah menjalani renovasi panjang. Tampilan dan bentuk bangunannya sekarang sudah menjadi lebih modern, indah dan megah
    Konstruksi bangunan mirip masjid di Saudi Arabia, hal ini dikarenakan adanya seorang Syeh dari Saudi Arabia menyisihkan sebagian hartanya untuk pembangunan masjid kebanggaan warga Desa Nailan (khususnya Nailan Utara). Syeh Abdurrahman Al-Bahran..
    Dalam pembangunan Masjid tersebut, Syeh juga membangun beberapa masjid serupa di kota lain. Menurut salah satu asistennya kemarin, Beliau banyak membangun masjid di beberapa Kota di Jawa Timur. Sedangkan untuk pembiayaan pembangunan, Beliau tidak memberikan jumlah yang pasti. Menurut perkiraan saya dilihat dari bahan dan bentuk masjid, pembangunan masjid ini mencapai 300 Jutaan.
    Dalam kunjungannya di Masjid Al-Jamaah, Beliau juga memberikan Kitab Suci Al-Quran sebanyak kurang lebih 60 buah. Semuanya di bawa langsung dari Negeri Saudi Arabia.
    – Sejak UII menjalin kerjasama luar negeri dengan pemerintah Arab Saudi pada tahun 2004, secara berkala pemerintah Arab Saudi memberikan bantuan buku reference untuk Perpustakaan Pusat UII. Selain buku-buku mushab Islam, juga buku-buku psikologi, hukum, ekonomi, teknik, dan buku kedokteran dengan nilai milyaran rupiah. Buku tersebut ditempatkan pada salah satu ruang perpustakaan pusat UII yang diberi nama Pojok Pustaka dan Budaya Arab Saudi. Diharapkan buku-buku tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh sivitas akademika UII, bahkan bisa pula dimanfaatkan oleh perguruan tinggi Islam lainnya di Yogyakarta.
    Wujud dari intensitas hubungan kerjasama tersebut, pada Senin 27 April 2009 Direktur Bidang Pendidikan pemerintah Arab Saudi Dr. Ibrahim bin Abdillah Al Audah, Dr. Ibrahim bin Sulaiman An-Nugaimisi Direktur Atase Agama Islam Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, berserta rombongan yang berjumlah delapan orang berkunjung ke Universitas Islam Indonesia diterima oleh rektor Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec. beserta beberapa pimpinan fakultas di lingkungan UII bertempat di Gedung Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu. Selain bantuan buku, pemerintah Arab Saudi juga memberikan bantuan untuk pembangunan sekitar 20 masjid di Yogyakarta yang penyalurannya dilakukan oleh Pusat Da’wah dan Pelayanan Masyarakat Fakultas Ilmu Agama Islam UII. Beberapa masjid yang selesai dibangun antara lain di Maguwo dan Plumbon, Ngaglik, telah diresmikan oleh rektor Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec. beberapa waktu yang lalu.

    Menag Resmikan Masjid Bantuan Saudi Arabia di STAIN Palu

    Palu,26/8(Pinmas)–Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni meresmikan penggunaan Masjid Al-Abrar di kompleks Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Dato Karama Palu, Sulawesi Tengah,Selasa (26/8), yang dibangun menggunakan dana bantuan pemerintah Arab Saudi tahun 2007 senilai Rp900 juta.
    – Masjid yang diresmikan tersebut berlantai dua dengan ukuran sekitar 800 m2 dan mampu menampung 1.000 jemaah untuk sholat.
    Turut menyaksikan peresmian masjid di Palu pada hari Selasa itu, antara lain Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta Ibrahim bin Sulaiman Al-Ghuaimsyi, Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliudju, dan Ketua STAIN Dato Karama H. Surdiman Rais.

    Kementerian wakaf dan urusan agama Islam Saudi Arabia menyebutkan akan membangun empat mesjid di empat kampus besar di Indonesia..

    Iqna merilis dari surat kabar Al Madinah yang terbit di Arab Saudi, bahwa Syaikh Saleh bin Abdul Aziz Al Syaikh, menteri Wakaf dan urusan Islam menyebutkan akan membangun empat mesjid di Universitas Islam Alaudin, Universitas Hasanudin Makassar, Universitas Indonesia Jakarta dan Universitas Sumatera Utara.

    Pembangunan yang berjumlah 1 juta dolar ini akan dikhususkan 650 ribu darinya untuk Mesjid Arif Rahman Hakim yang akan dibangun di UI Jakarta dan sudah mulai dikerjakan.

    Sedangkan untuk UIN Alaudin Makassar sudah rampung 50 % dan akan menelan biaya 90 ribu dolar Amerika.

    Beliau juga menyebutkan, bahwa telah mengucurkan dana untuk membangun dua pusat kebudayaan dan perpustakaan di dua kota di Jawa, salah satunya di UIN Malang.

    Untuk proyek kedua ini dikucurkan dana 100 ribu dolar yang berbentuk buku-buku berbahasa Arab dan Inggris, tambahnya. (iqna).

    1. Yang namanya WAHABI ya udah jelas SESAT, semua ummat muslim dari ulama sampai masyarakat awam juga tau riwayat kesesatan wahabi.

      Mengenai GUSDUR, siapa sih gusdur..??? apakah dia seorang ulama, atau kiyai yang menjadi panutan ummat islam..?? Sadarilah sobatku…Gusdur adalah manusia biasa bukan seorang yang istimewa (terutama bagi saya). Kenapa..??? Karena GUSDUR adalah TOKOH PLURALISME INDONESIA (mungkin juga dunia). Sadarilah bahwa gusdur bukanlah penerus ilmu kakeknya Alm. KH. Hasyim Asy’ari, jadi GUSDUR TIDAK TERGOLONG ULAMA. Apakah seorang pelindung Ahmadiyah, pelindung marxisme, pendukung goyang ngebor inul (si kampret)gak haram, lemak babi sah2 saja, menghina Al-Quranul Karim sebagai kitab paling porno, di baptis oleh pastor, dsb….dan dia dianggap sebagai seorang Ulama yang patut ditiru, suri tauladan, bahkan menganggap dia seorang waliyullah..???? PIKIR PAKE OTAK jangan PAKE DENGKUL…!!!!!!!!!!!

      Arab Saudi menyerahkan bantuan rumah sebanyak 167 unit kepada korban tsunami di Lanmo, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi NAD
      PERLU ENTE KETAHUI, JANGANKAN ARAB SAUDI, NEGARA2 KAFIR AJA IKUT MEMBANTU REHAB-REKON DI ACEH..BAHKAN LEBIH DARI 60 NEGARA…!! (maaf bukannya bangga2in)
      Jacky Chan aja mampu membangun sebuah kompleks perumahan dengan kocek pribadi, sedangkan arab saudi yang katanya negara kaya minyak cuma nyumbang rumah sebanyak 167.
      Maaf mas bukannya kami (orang Aceh) gak berterima kasih, tapi seharusnya ENTE NGACA dulu sebelum membangga2in arab saudi.

      Intinya……ISLAM YANG HAKIKI BUKAN PADA WAHABI, NU, ATAU SYIAH.
      ISLAM ADA PADA AL-QURANUL KARIM, HADITS DAN IJMA’ PARA ULAMA. CAMKAN ITU….!!!!!

  7. Kalau antum baca bukunya Idahram, sebetulnya di dalam buku Sejarah Berdarah sudah terdapat kontradiksi. Di satu sisi saudara Idahram berusaha mencitrakan pemerintah Saudi Arabia sebagai pemerintah yang sadis dan ganas layaknya Nazi Jerman yang dipimpin Hitler, bahkan lebih kejam dari Hitler, namun di sisi lain, dia mengakui fakta-fakta akan pemuliaan dan penghormatan Kerajaan Saudi Arabia terhadap kaum muslimin.

    Buktinya, sambutan yang baik dari pemerintah Saudi terhadap tokoh-tokoh NU yang sengaja datang untuk mengkritik pemerintah Saudi. Tidak sedikit pun ada usaha dari pemerintah Saudi untuk mencelakakan apalagi membunuh para delegasi yang jelas-jelas aqidah dan amaliah mereka berbeda dengan apa yang diyakini dan diamalkan oleh pemerintah Saudi, malah kritikan mereka dalam masalah amaliah mazhab diterima dengan baik oleh pemerintah Saudi. Dengan jujur saudara Idahram berkata,

    “Utusan para ulama pesantren, alhamdulillah, berhasil dan diterima dengan baik oleh penguasa Saudi. Raja Saudi menjamin kebebasan amaliah dalam mazhab empat di Tanah Haram dan tidak ada penggusuran makam Nabi Muhammad Saw. (shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen).” (Sejarah Berdarah…, hal. 138)

    Kebaikan pemerintah Saudi terhadap kaum muslimin dunia sudah tidak terhitung jumlahnya, termasuk Indonesia.

    Ratusan masjid dibangun oleh pemerintah maupun yayasan sosial yang mengumpulkan dana dari masyarakat Saudi serta santunan fakir miskin dan pembuatan sumur-sumur sebenarnya sudah sangat banyak. Hanya saja jarang diekspos oleh media.

    Pemerintah Saudi juga membuka cabang universitas Muhammad bin Su’ud di Jakarta untuk kaum muslimin Indonesia. Sampai saat ini, saya tidak tahu ada sekolah di Indonesia yang dibangun oleh pemerintah mana pun di dunia ini dengan menyewa dua buah gedung besar dan mewah untuk kaum muslimin di Indonesia secara gratis. Bukan hanya itu, para mahasiswa juga digaji, buku-buku diberikan secara gratis, asrama juga gratis. Para santri dan pengajar pesantren-pesantren NU juga banyak yang sekolah di sini, menikmati fasilitas yang diberikan pemerintah Saudi.

    Cabang universitas Muhammad bin Su’ud ini juga terdapat di negeri-negeri lain. Di dalam negeri Saudi sendiri, saat ini ada ribuan pelajar muslim dari seluruh dunia, termasuk anak-anak bangsa Indonesia, bahkan tidak sedikit santri-santri NU. Mereka belajar secara gratis plus digaji oleh pemerintah Saudi.

    “Rakyat dan pemerintah Arab Saudi menyumbang US$530 juta (sekitar Rp. 4,8 triliun) untuk korban gempa dan gelombang tsunami di Aceh dan Sumatra Utara. Semua sumbangan itu berbentuk hibah. Dari total hibah itu, sebesar US$280 juta berupa uang tunai yang terdiri dari sumbangan masyarakat sebesar US$30 juta. Sementara US$250 juta sisanya berbentuk makanan, obat-obatan, selimut, dan alat-alat kedokteran.”

    “Semua sumbangan itu merupakan hibah (pemberian), bukan utang yang harus dibayar. Sumbangan berupa hibah ini tentu saja lebih baik daripada sumbangan yang berupa utang. Karena utang ini di kemudian hari akan menjadi beban masyarakat Indonesia. Meskipun utang itu bersifat pinjaman lunak (soft loan), rakyat Indonesia tetap harus membayarnya,” ungkap salah seorang tokoh.”

  8. Adakah bantuan Saudi untuk Palestina?

    Benarkah tuduhan dusta lagi keji yang dihembuskan bahwa Saudi bekerjasama dengan Inggris hingga Palestina berhasil dicaplok Yahudi?

    Jawabannya, kenyataan yang ada sangat bertolak belakang dengan tuduhan dusta tersebut.
    Ketika hizbiyyun masih sibuk berdemo untuk Palestina dan mengkritik fatwa ulama Saudi akan haramnya demo, pemerintah Saudi dan masyarakatnya telah mengumpulkan dana dalam jumlah yang sangat besar untuk Palestina. Media menginfokan,

    “Raja Arab Saudi pada Senin mengumumkan sumbangan senilai satu miliar dolar AS bagi pembangunan kembali Gaza yang digempur secara ofensif oleh Yahudi selama beberapa pekan. ‘Atas nama rakyat Saudi, saya umumkan sumbangan sebesar 1 miliar dollar bagi program pembangunan kembali Gaza,’ kata Raja Saudi pada pembukaan konferensi tingkat tinggi Arab di Kuwait.”

    Ketika Amerika Serikat menekan Saudi untuk memboikot pemerintahan Palestina dengan tidak memberi bantuan, media memberitakan,

    “Arab Saudi menegaskan bahwa mereka akan tetap melanjutkan pemberian bantuan dana yang jumlahnya sekitar 15 juta dollar AS tiap bulannya untuk pemerintah Palestina.”

    Media lain menginfokan sumbangan seorang pengusaha,
    “Seorang pengusaha Saudi yang menolak untuk disebutkan identitasnya ini- pada hari Senin, sumbangkan 25 juta Riyal untuk membantu rakyat Gaza.”

    Bukan hanya pemerintahnya yang berusaha membantu Palestina, para ulama di Saudi pun mengeluarkan fatwa sebagai dorongan kepada masyarakat dan kaum muslimin di seluruh dunia untuk ikut membantu. Inilah fatwa ulama yang dituduh secara dusta dan keji oleh saudara Idahram, bahwa mereka telah bersekongkol dengan Yahudi untuk merebut Palestina.

  9. Fatwa Lembaga Resmi Untuk Fatwa Kerajaan Saudi Arabia Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wal Ifta’ tentang Masalah Palestina

    “Segala puji hanyalah milik Allah Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi dan rasul yang paling mulia, nabi kita Muhammad dan kepada keluarga beliau beserta para shahabatnya dan ummatnya yang setia mengikutinya sampai akhir zaman. Wa ba’da;

    Sesungguhnya Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyah wal Ifta’(Dewan Tetap Untuk Penelitian Ilmiyah dan Fatwa) di Kerajaan Saudi Arabia mengikuti (perkembangan yang terjadi) dengan penuh kegalauan dan kesedihan akan apa yang telah terjadi dan sedang terjadi yang menimpa saudara-saudara kita muslimin Palestina dan lebih khusus lagi di Jalur Gaza, dari angkara murka dan terbunuhnya anak-anak, kaum wanita dan orang-orang yang sudah renta, dan pelanggaran-pelanggaran terhadap kehormatan, rumah-rumah serta bangunan-bangunan yang dihancurkan dan pengusiran penduduk. Tidak diragukan lagi ini adalah kejahatan dan kedzaliman terhadap penduduk Palestina.

    Dan dalam menghadapi peristiwa yang menyakitkan ini wajib atas umat Islam berdiri satu barisan bersama saudara-saudara mereka di Palestina dan bahu membahu dengan mereka, ikut membela dan membantu mereka serta bersungguh-sungguh dalam menepis kedzaliman yang menimpa mereka dengan sebab dan sarana apa pun yang mungkin dilakukan sebagai wujud dari persaudaraan seagama dan seikatan iman.

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
    إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

    “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara”. (QS. Al Hujurat: 10)

    dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman,
    وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ

    “Orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain”. (QS. At-Taubah: 71)

    dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda, “Seorang mukmin bagi mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan yang saling menopang, lalu beliau menautkan antar jari-jemari (kedua tangannya)”. (Muttafaqun ‘Alaihi)

    dan beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam juga bersabda, “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kasih sayang, kecintaan dan kelemah-lembutan diantara mereka adalah bagaikan satu tubuh, apabila ada satu anggotanya yang sakit maka seluruh tubuh juga merasakan sakit dan tidak bisa tidur”.(Muttafaqun ‘Alaihi)

    Dan beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam juga bersabda, “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak mendzalimi saudaranya, tidak menipunya, tidak memperdayanya dan tidak meremehkannya”. (HR. Al-Imam Muslim)

    Dan pembelaan bentuknya umum mencakup banyak aspek sesuai kemampuan sambil tetap memperhatikan keadaan, apakah dalam bentuk benda atau suatu yang abstrak dan apakah dari awam muslimin berupa harta, makanan, obat-obatan, pakaian, dan yang lain sebagainya.

    Atau dari pihak pemerintah Arab dan negeri-negeri Islam dengan mempermudah sampainya bantuan-bantuan kepada mereka dan mengambil posisi dibelakang mereka dan membela kepentingan-kepentingan mereka di pertemuan-pertemuan, acara-acara, dan musyawarah-musyawarah antar negara dan dalam negeri. Semua itu termasuk ke dalam bekerjasama di atas kebajikan dan ketakwaan yang diperintahkan di dalam firman-Nya:
    وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ

    “Dan bekerjasamalah kalian di atas kebajikan dan ketakwaan”. (QS. Al Ma’idah: 2)

    Dan termasuk dalam hal ini juga, menyampaikan nasihat kepada mereka dan menunjuki mereka kepada setiap kebaikan bagi mereka. Dan diantaranya yang paling besar, mendoakan mereka pada setiap waktu agar cobaan ini diangkat dari mereka dan agar bencana ini disingkap dari mereka dan mendoakan mereka agar Allah Subhanahu wa Ta’ala memulihkan keadaan mereka dan membimbing amalan dan ucapan mereka.

  10. Dan sesungguhnya kami mewasiatkan kepada saudara-saudara kami kaum muslimin di Palestina untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bertaubat kepada-Nya, sebagaimana kami mewasiatkan mereka agar bersatu di atas kebenaran dan meninggalkan perpecahan dan pertikaian, serta menutup celah bagi pihak musuh yang memanfaatkan kesempatan dan akan terus memanfaatkan (kondisi ini) dengan melakukan tindak kesewenang-wenangan dan pelecehan.

    Dan kami menganjurkan kepada semua saudara-saudara kami untuk menempuh sebab-sebab agar terangkatnya kesewenang-wenangan terhadap negeri mereka sambil tetap menjaga keikhlasan dalam berbuat karena Allah Ta’ala dan mencari keridha’an-Nya dan mengambil bantuan dengan kesabaran dan shalat dan musyawarah dengan para ulama dan orang-orang yang berakal dan bijak disetiap urusan mereka, karena itu semua potensial kepada taufik dan benarnya langkah.

    Sebagaimana kami juga mengajak kepada orang-orang yang berakal di setiap negeri dan masyarakat dunia seluruhnya untuk melihat kepada bencana ini dengan kacamata orang yang berakal dan sikap yang adil untuk memberikan kepada masyarakat Palestina hak-hak mereka dan mengangkat kedzaliman dari mereka agar mereka hidup dengan kehidupan yang mulia. Sekaligus kami juga berterima kasih kepada setiap pihak yang berlomba-lomba dalam membela dan membantu mereka dari negara-negara dan individu.

  11. Bantuan kepada kaum muslimin di berbagai penjuru dunia oleh ulama Saudi bukan sekedar fatwa belaka, namun benar-benar diamalkan oleh para ulama tersebut. Diantaranya dalam kisah-kisah berikut.

    Keteladanan Mufti Saudi Arabia dan Ketua Umum Rabithah Al-‘Alam Al-Islami di Masanya, Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

    Ali bin Abdullah Ad-Darbi menceritakan:

    “Ada satu kisah yang sangat berkesan bagiku, pernah suatu saat berangkatlah empat orang dari salah satu lembaga sosial di Kerajaan Saudi Arabia ke pedalaman Afrika untuk mengantarkan bantuan dari pemerintah negeri yang penuh kebaikan ini, Kerajaan Saudi Arabia.

    Setelah berjalan kaki selama empat jam dan merasa capek, mereka melewati seorang wanita tua yang tinggal di sebuah kemah dan mengucapkan salam kepadanya, lalu memberinya sebagian bantuan yang mereka bawa.

    Maka berkatalah sang wanita tua, ‘Dari mana asal kalian?’

    Mereka menjawab, ‘Kami dari Kerajaan Saudi Arabia’.

    Wanita tua itu lalu berkata, ‘Sampaikan salamku kepada Syaikh Bin Baz’.

    Mereka berkata, ‘Semoga Allah merahmatimu, bagaimana Syaikh Bin Baz tahu tentang Anda di tempat terpencil seperti ini?’

    Wanita tua menjawab, ‘Demi Allah, Syaikh Bin Baz mengirimkan untukku 1000 Riyal setiap bulan, setelah aku mengirimkan kepadanya surat permohonan bantuan, setelah aku memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala’.”

    Sumber: http://nasihatonline.wordpress.com/2010/07/04/155/,

    dari Koran Al-Madinah, no. 13182

    Salah seorang murid Syaikh bin Baz rahimahullah pernah bercerita,

    “Pada suatu malam, ketika Syaikh bin Baz rahimahullah sedang shalat tahajjud, tiba-tiba terdengar suara orang yang melompat ke rumahnya, maka Syaikh pun membangunkan anak-anaknya untuk melihat apa yang terjadi, dan beliau tetap melanjutkan shalatnya. Setelah beliau shalat, barulah anak-anaknya mengabari bahwa telah ditangkap seorang pencuri, dia adalah seorang pekerja dari Pakistan. Lalu Syaikh minta pencuri itu dihadirkan ke hadapannya.

    Pertama sekali yang beliau lakukan adalah membangunkan tukang masak dan memasakkan makanan untuknya, setelah si pencuri makan sampai kenyang, beliau memanggilnya dan berkata,

    ‘Kenapa engkau melakukan ini?’

    Pencuri menjawab,

    ‘Ibuku di Pakistan saat ini sedang dirawat di rumah sakit dan membutuhkan biaya 10.000 Riyal, sedang saya hanya memiliki 5.000 Riyal, maka saya hanya mau mencuri 5.000 Riyal.’

    Maka Syaikh menghubungi salah seorang muridnya yang berasal dari Pakistan untuk mencari kebenaran akan perkataan si pencuri. Pada hari berikutnya, Syaikh telah mendapatkan kebenaran atas pengakuan si pencuri. Beliau pun memberikan kepadanya bantuan sebesar 5.000 Riyal dan menambah lagi 5.000 Riyal dengan anggapan, kemungkinan dia membutuhkannya, maka total bantuan Syaikh kepadanya sebesar 10.000 Riyal. Singkat cerita, pencuri ini kemudian menjadi murid Syaikh dan selalu menyertai beliau sampai wafatnya.”

    Disarikan dari ceramah, “Maqaathi’ Muatstsiroh; Ibnu Baz rahimahullah Ma’a As-Sariq.”

  12. Abdullah bin Muhammad Al-Mu’taz menceritakan: Asy-Syaikh Muhammad Hamid, Ketua Paguyuban Ashabul Yaman di negeri Eretria berkisah,

    “Saya datang ke Riyadh di malam hari yang dingin dalam keadaan tidak punya uang untuk menyewa hotel. Saya kemudian berpikir untuk datang ke rumah Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz. Saat itu waktu menunjukkan pukul 03.00 pagi. Awalnya saya ragu, namun akhirnya saya putuskan untuk pergi ke rumah beliau. Saya tiba di rumah beliau yang sederhana dan bertemu dengan seorang yang tidur di pintu pagar. Setelah terbangun, ia membukakan pintu untukku. Saya memberi salam padanya dengan pelan sekali supaya tidak ada orang lain yang mendengarnya karena hari begitu larut.

    Beberapa saat kemudian aku melihat Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz berjalan menuruni tangga sambil membawa semangkuk makanan. Beliau mengucapkan salam dan memberikan makanan itu kepada saya. Beliau berkata, ‘Saya mendengar suara anda kemudian saya ambil makanan ini karena saya berpikir anda belum makan malam ini.

    “Demi Allah, saya tidak bisa tidur malam itu, menangis karena telah mendapat perlakuan yang demikian baik.”

    Untaian Mutiara Kehidupan Ulama Ahlus Sunnah, hal. 27-28.

    Subhanallah, inilah akhlak para ulama yang sangat dibenci oleh para pelaku syirik dan bid’ah. Inilah pemerintah yang dituduh ganas dan sadis oleh mereka yang membenci dakwah tauhid dan sunnah.

    Masih banyak lagi kebaikan pemerintah Saudi dan ulamanya untuk kaum muslimin dunia yang tidak mungkin kami ceritakan semuanya di sini.
    فَإِنَّهَا لَا تَعْ 605;َى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

    “Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” (QS. Al-Hajj: 46)..

    Kesempurnaan hanyalah milik Allah…meskipun kerjaan Arab Saudi masih banyak kekurangan akan tetapi inilah negara satu-satunya saat ini, dimuka bumi ini yang lebih islami daripada negara-negara lain di dunia..
    Satu-satunya negara yang tidak ada perayaan natal dan perayaan kaum non muslim, tidak ada penjualan bir tidak ada lokalisasi perzinahan..
    Satu-satunya negara yang jika adzan berkumandang, maka semua toko-toko pada tutup..
    Satu-satunya negara yang ditegakkan hokum had..
    Satu-satunya negara yang menghukum mati para tukang sihir..
    Jika di zaman pemerintahan Utsman dan Ali bin Abi Tholib radiallahu ‘anhuma ada saja orang yang benci bahkan memberontak, maka tidak heran jika zaman sekarang pun demikian..

  13. Bantuan kepada kaum muslimin di berbagai penjuru dunia oleh ulama Saudi bukan sekedar fatwa belaka, namun benar-benar diamalkan oleh para ulama tersebut. Diantaranya dalam kisah-kisah berikut.

    Keteladanan Mufti Saudi Arabia dan Ketua Umum Rabithah Al-‘Alam Al-Islami di Masanya, Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

    Ali bin Abdullah Ad-Darbi menceritakan:

    “Ada satu kisah yang sangat berkesan bagiku, pernah suatu saat berangkatlah empat orang dari salah satu lembaga sosial di Kerajaan Saudi Arabia ke pedalaman Afrika untuk mengantarkan bantuan dari pemerintah negeri yang penuh kebaikan ini, Kerajaan Saudi Arabia.

    Setelah berjalan kaki selama empat jam dan merasa capek, mereka melewati seorang wanita tua yang tinggal di sebuah kemah dan mengucapkan salam kepadanya, lalu memberinya sebagian bantuan yang mereka bawa.

    Maka berkatalah sang wanita tua, ‘Dari mana asal kalian?’

    Mereka menjawab, ‘Kami dari Kerajaan Saudi Arabia’.

    Wanita tua itu lalu berkata, ‘Sampaikan salamku kepada Syaikh Bin Baz’.

    Mereka berkata, ‘Semoga Allah merahmatimu, bagaimana Syaikh Bin Baz tahu tentang Anda di tempat terpencil seperti ini?’

    Wanita tua menjawab, ‘Demi Allah, Syaikh Bin Baz mengirimkan untukku 1000 Riyal setiap bulan, setelah aku mengirimkan kepadanya surat permohonan bantuan, setelah aku memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala’.”

    Sumber: http://nasihatonline.wordpress.com/2010/07/04/155/,

    dari Koran Al-Madinah, no. 13182

  14. Salah seorang murid Syaikh bin Baz rahimahullah pernah bercerita,

    “Pada suatu malam, ketika Syaikh bin Baz rahimahullah sedang shalat tahajjud, tiba-tiba terdengar suara orang yang melompat ke rumahnya, maka Syaikh pun membangunkan anak-anaknya untuk melihat apa yang terjadi, dan beliau tetap melanjutkan shalatnya. Setelah beliau shalat, barulah anak-anaknya mengabari bahwa telah ditangkap seorang pencuri, dia adalah seorang pekerja dari Pakistan. Lalu Syaikh minta pencuri itu dihadirkan ke hadapannya.

    Pertama sekali yang beliau lakukan adalah membangunkan tukang masak dan memasakkan makanan untuknya, setelah si pencuri makan sampai kenyang, beliau memanggilnya dan berkata,

    ‘Kenapa engkau melakukan ini?’

    Pencuri menjawab,

    ‘Ibuku di Pakistan saat ini sedang dirawat di rumah sakit dan membutuhkan biaya 10.000 Riyal, sedang saya hanya memiliki 5.000 Riyal, maka saya hanya mau mencuri 5.000 Riyal.’

    Maka Syaikh menghubungi salah seorang muridnya yang berasal dari Pakistan untuk mencari kebenaran akan perkataan si pencuri. Pada hari berikutnya, Syaikh telah mendapatkan kebenaran atas pengakuan si pencuri. Beliau pun memberikan kepadanya bantuan sebesar 5.000 Riyal dan menambah lagi 5.000 Riyal dengan anggapan, kemungkinan dia membutuhkannya, maka total bantuan Syaikh kepadanya sebesar 10.000 Riyal. Singkat cerita, pencuri ini kemudian menjadi murid Syaikh dan selalu menyertai beliau sampai wafatnya.”

    Disarikan dari ceramah, “Maqaathi’ Muatstsiroh; Ibnu Baz rahimahullah Ma’a As-Sariq.”

    1. Jangan heran, namanya juga muthowe’ Wahabi, kan paling pintar ngarang cerita, ya nggak sih? Bombastis sekali ceritanya, kayak cerita silat jet li pakai naik atap segala. Okelah, coba kalau cerita itu benar, siapa nama muridnya tsb?

      Penting buat mas ibnu ilyas: Kalau antum nggak bisa sebutin namanya, antum boleh nambahin karangan syeh bin Baz tsb, asal sebut nama juga boleh, toh banyak pengunjung juga nggak bakalan ngecek kebenarannya, ya nggak sih?

      1. @Sherrly Na’imah,
        Ialah mbak Sherly namanya juga muthowe wahabi alias Misionaris Wahabi, pastilah membela mati2an tuannya yg membayar dengan menjadi corong dan kaki tangan wahabi kalau gak gitu alamat dapur gak ngebul…. gak bisa punya rumah dan barang mewah demi semua itu itu iman dan kebenaran digadaikan yg penting dapat fulus dari petro real yg gak tebatas.

        Bagi orang awam yg dasar2 ASWAJAnya kurang pastilah tertipu dengan cerita fiktif ibnu ilyas diatas, tapi bagi yg cukup dasar Aswajanya cerita diatas gak lebih cerita picisan alias Gombal dan gak sesuai dengan kenyataan……ha ha ha cerita fiktif picisan gombal.

      2. Ya ya ya …. Muthowi’ itu makannya uang dari ibnu su’ud, kalo dia lurus pingin kelaparan po’…
        @ibnu ilyas…. antum pingin hidup mewah di dunia apa di akherat ?
        mudah2an anda itu sadar….. jangan menuruti hawa nafsu mu…..apakah anda tidak ingin indahnya surga, kalo tidak mau ya LANJUTKAN…Tugasmu sebagai mesionaris Wahabi

  15. klo crita macam novel wahabi biangnya, klo urusan dagelan wahabi ahlinya, klo urusan palsu memalsu jangankan retorika Palestina Kitab2 Ulama’ aja dipalsu.
    Bantuan kepada Palestina hanya basa-basi. bantuan2 ke palestina paling hanya untuk golongan yg sama2 berakidah Musyabihah, bertauhid 3. bantuan2 ke berbagai Universitas di Negara kita ini niatnya juga tdk bersih, agar aqidah menyimpang (T3 =Tabdi,Tasybih,takfir) berkembang di negara kita ini.

    klo pendekar mata satu menolong orang yg kesulitan itu sih kewajiban sebagai seorang pendekar.

    ini contoh rekayasa / pemalsuan / retorika / sulapmenyulap :
    (I) Cara Albani Melakukan Kecurangan
    KECURANGAN ILMIAH SYAIKH AL-ALBANI (AHLI HADITS SALAFI-WAHABI) DALAM MENGHUKUMI SHAHIH TIDAKNYA SUATU HADITS.
    1. DALAM HADIS TAWASSUL : PERAWI YG BERNAMA Sa’id bin Zaid DIKATAKAN DHOIF
    Dalam gambar scan di atas, ada perawi bernama Sa’id bin Zaid, saudara Hammad bin Zaid, al-Albani menilai haditsnya lemah, dho’if, ketika hadits yang diriwayatkan berkaitan dengan kebolehan bertawasul dan bertabaruk dengan makam Nabi saw. Hal ini seperti ia jelaskan dalam kitab al-’Tawassul.
    2. DALAM HADIS SELAIN TAWASSUL : PERAWI YG BERNAMA Sa’id bin ZaidDIKATAKAN HASAN (BAIK) / JAYYID
    Akan tetapi, ketika hadits yang diriwayatkan oleh Sa’id bin Zaid tersebut tidak berkaitan dengan hukum tawasul dan tabaruk dengan makam Nabi saw, maka al-Albani menghukumi Sa’id bin Zaid sebagai perawi yang tidak dho’if, bahkan bernilai hasan dan jayyid, seperti ia tegaskan dalam kitab Irwa’ al-Ghalil. Monggo, para pembaca, atau dari pakar hadits Salafi-Wahabi mengomentari (http://salafytobat.files.wordpress.com/2013/03/penipuanalbani.jpg)

    (II)BIN BAZ EINSTEINYA WAHABI PENEMU TEORI BUMI ITU DATAR
    Anda tidak perlu heran jika ada pemikiran salafi yang ingin menyatukan hari raya mengikuti kerajaan Arab Saudi, sebab pemikiran ini berdasar dengan penemuan spektakuler Imamnya yang mengatakan bahwa Bumi itu datar, berikut selengkapnya:

    “The earth is flat. Whoever claims it is round is an atheist deserving of punishment.” Yousef M. Ibrahim, “Muslim Edicts take

    on New Force”, The New York Times, February 12, 1995, p. A-14.
    Teori Bumi Datar adalah penemuan spektakuler sepanjang abad modern oleh seorang jenius ulama Arab Saudi, Grand Mufti Ibn Baz. ia meraih penghargaan Service to Islam dari Raja Faisal, dan ditunjuk sebagai Grand Mufti pada tahun 1994 oleh Raja Fahd.
    Ia menulis sejumlah buku yg berguna bagi umat manusia. Penemuan paling terkenalnya ditulisnya sesuai dengan judul bukunya, “Bukti bahwa Bumi Tidak Bergerak.” Riset sains ini diterbitkan oleh Islamic University of Medina, Saudi, tahun 1974. Pada halaman 23, ia berbicara tentang penemuan brilyannya ini dan merujuk pada ayat-ayat Al-Quran dan Al-hadist. Ia dengan yakin menentang kepercayaan kuno bahwa bumi berputar.

    Berikut kutipannya:
    “Kalau bumi berputar (rotasi) seperti yang mereka katakan, maka negara – negara, pegunungan, pohon – pohon, sungai- sungai dan samudera- samudra tidak memiliki dasar dan orang akan melihat negara-negara di timur bergerak ke barat dan negara- negara barat bergerak ke timur.”
    Parvez Hoodbhoy dalam bukunya “Islam and Science: Religious Orthodoxy and the Battle for Rationality”. Pada halaman 49, ia menulis:
    ”.. The Sheikh (Abdul Aziz Ibn Baz) menulis … sebuah buku dlm bahasa Arab berjudul Jiryan Al-Shams Wa Al-Qammar Wa-Sukoon Al-Arz. Artinya : Pergerakan Matahari dan Bulan dan Tidak Bergeraknya Bumi … Dlm buku sebelumnya, ia mengancam para penantang dgn fatwa keras atau ‘takfir’ (alias kafir), tetapi tidak mengulanginya dlm versi yg lebih baru.”
    Lagi-lagi tahun 1993, otak jenius encer itu mulai lagi bekerja overtime. Suatu pagi hari, sang jenius membuka Qurannya dan menoleh sejumlah mukjizat ilmiah dan sampai pada penemuan baru bahwa “Bentuk Bumi adalah Datar”.

    Nah Ini direkam oleh Carl Sagan dlm bukunya “The Demon-haunted World: Science as a Candle in the Dark”. Sagan menulis:
    “Th 1993, otoritas religius tertinggi Saudi, Sheik Abdel-Aziz ibn Baaz, mengeluarkan fatwa, menyatakan bahwa bumi adalah datar. Siapapun yg menolak dianggap tidak percaya Allah dan harus dihukum. ”
    Namun lagi-lagi, sang jenius Ibn Baz berubah pikiran seperti sebelumnya. Ia membantah bahwa ia pernah menyusun teori Bumi Datar. Tidak diketahui mengapa ia meninggalkan kesimpulan ilmiah yang begitu hebat itu. Mungkin inilah karakteristik seorang jenius.

    Pertanyaannya Pinter mana Anak SMA yang belajaar FISIKA dengan Ulama Wahabi BIN BAZ ?? Coba tanya anak anda jika ada yang sudah SMA !!
    Semoga artikel ini mampu membuat mata anda terbelalak……….!!!) by warkopmbahlalar-ULAMA KONDANG PENEMU TEORI BUMI DATAR

    (III) BIANG PENIPUAN KITAB SIAPA LAGI SPONSORNYA KLO BUKAN PENJAJAH TANAH HIJAZ
    Lenyapnya Teks Ibnu Taymiyyah Yang Menafikan Arah Bagi Allah
    TIDAK HANYA AL-ASY’ARI, TEKS IBN TAIMIYYAH PUN LENYAP
    Semoga kesalahan ini hanya kesalahan dipercetakan, bukan unsur kesengajaan. Dan semoga bermanfaat bagi ikhwah Salafi maupun ikhwah sarungan/tradisional dapat mengambil manfaat. Dan selalu memunculkan sikap kritis dan teliti dalam membaca Karya Para Ulama. Di bagian akhir catatan ini dicantumkan munaqasyah dengan perkataan Imam Abu Khanifah, Imam Sufyan Ibn ‘Uyainah, Imam Hammad Ibn Zaid, al-Hafizh Abu Ja’far al-Thahawi, al-Hafizh al-Khithabi, Imam Abu Muhammad al-Muzni (guru Imam al-Hakim), al-Hafizh al-Baihaqi dan al-Hafizh Ibn al-Jawzi.
    Bermula dari bolak-balik buku karya Ibn Taimiyyah di kamar asrama; Minhaj al-Sunnah al-Nabawiyyah, guna mencari bahan tugas akhir kuliah. Kejanggalan teks tiba-tiba terasa, pertama antara pembahasan sebelumnya agak terasa rancu dan tidak selaras dengan pembahasan setelahnya, kedua antara kata sebelum dengan sesudah terjadi jarak yang agak mencolok. Minhaj al-Sunnah ini adalah milik Perpustakaan Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darussunnah.
    Rasa penasaran itu membawa hasrat untuk memastikan hal ini. Sorenya langsung berangkat ke Perpustakaan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Akhirnya kitab yang sama ditemukan, namun dengan cetakan berbeda. Cetakan yang dimiliki perpustakaan Darussunnah adalah Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah (sama dengan cetakan al-Ibanah yang kehilangan teks) 2 jilid font kecil, sementara yang dimiliki UIN adalah cetakan Mu’assasah Qurthubi 8 jilid font besar.
    Sedikit rumit melakukan pencarian lantaran daftar isi tampil beda antara dua cetakan. Alhamdulillah hal yang dicari ditemukan. POSITIF, dengan perbandingan dua kitab, ternyata teks itu betul-betul hilang. Dengan analisa awal barangkali teks itu tidak banyak, namun fakta berkata lain.
    Teks yang hilang (Ibn Taimiyyah membenarkan penafian Jihat -arah-) dalam kitab Minhâj al-Sunnah al-Nabawiyyah (dengan Hâmisy Bayân Muwâfaqah Sharîh al-Ma‘qûl li Shahîh al-Manqûl), cetakan Dâr al-Kutub al-‘Ilmiyyah, juz.1, hal.217, (teks yang benar-benar panjang untuk dilenyapkan mencapai 210 kata, 833 huruf), na‘ûdzu billah; Diambil dari salafytobat

    1. kalah duluan sama gereja dong….:lol:

      gereja dah bikin teori bumi datar dari abad pertengahan, ini baru abad 20 bikinnya, dasar ulama goblok…dia apa gak pernah baca buku apa? pantesan pengikutnya goblok2 dan ahli takfir…:lol:

  16. Nggak mungkin lah kalau bumi itu datar….itu penyimpulan yg sangat dangkal, berarti orang yg mengatakan itu tidak mau belajar dari mana-mana, dan tidak mengerti sastra Arab. Coba sekali-sekali nonton debat DR. Jamal Badhawi dengan pendeta Anish Shorous di You Tube, Dr. Jamal berhasil mempermalukan Dr. Anish Shoros yg mengejek Islam dg modal hadist ttg bumi datar. Karena DR. Jamal menguraikan sebuah kata dalam al-Qur’an yg memiliki arti bahwa bumi itu bulat namun bulatnya tidak penuh (dilukiskan oleh DR. Jamal agak mirip dengan telur burung unta). Nah, dari situ kita jadi mengetahui bahwa justru al-Qur’an sendiri lah yg mengatakan bumi itu bulat…. kalau nggak percaya, coba tonton ini… http://www.youtube.com/watch?v=1JLhlB5WNUI

  17. Bismillah…
    @Sherly Naimah
    Mbak sherly, yang mengatakan wahabi sesat itu kebanyakan ulama suu’, yakni ulama syi’ah dan sufi yang sesat dan beberapa ulama yang di gelari dengan ulama kadzab..
    Adapun ulama ahlu sunnah yang lurus tidak demikian..
    Mbak sudah baca fatwa MUI tentang salafy wahaby?? Kalau belum ini salah satu artikelnya : http://artikelassunnah.blogspot.com/2009/12/fatwa-mui-tentang-manhaj-salafy.html#.UUvB2lt-U1I
    Lalu ciri-ciri wahabby yang mbak maksud sesuai dengan hadits nabi itu hadits yang mana?? Kalau hadits mengenai khawarij itu jauh sekali mbak dengan ciri-ciri wahaby..
    Coba mbak perhatikan dan bandingkan :
    1. Kaum khawarjij suka ngebom, salafy wahaby justru yang paling anti dengan bom dan teroris..
    2. Kaum khawarij bercukur gundul, salafy wahaby justru mensunnahkan untuk membiarkan rambut.. Kalau wahaby bercukur gundul, tentu orang makkah dan madinah yang wahabby itu sudah gundul semua..
    Coba mbak baca : kitab : Al Haq al mubin hal 45, dari Da’awi al munawi hal 190, disitu tertulis : Bahwa menurut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab membiarkan rambut adalah sunnah, atau antum baca kitab majmu’ah muallafat syaikh ibnu abdil wahhab.. dan banyak kitab-kitab yang lain yang justru mengisyaratkan bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab membenci cukur gundul dan mensunnahkan untuk membiarkan rambut..
    3. Fitnah datangnya dari Najed?..
    Semua ulama yang lurus dari zaman dulu sampai sekarang menafsirkan bahwa dimaksud arah timur adalah Iraq, sesuai dengan hadits berikut :
    Riwayat Ath-Thabaraaniy dalam Mu’jamul-Kabiir.
    Telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin ‘Aliy Al-Ma’mariy : Telah menceritakan kepada kami Ismaa’iil bin Mas’uud : Telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah bin ‘Abdillah bin ‘Aun, dari ayahnya, dari Naafi’, dari Ibnu ‘Umar : Bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ya Allah, berikanlah barakah kepada kami pada Syaam kami dan Yamaan kami”. Beliau mengatakannya beberapa kali. Saat beliau mengatakan yang ketiga kali atau keempat, para shahabat berkata : “Wahai Rasulullah, dari juga ‘Iraaq kami ?”. Beliau bersabda : “Sesungguhnya di sana terdapat bencana dan fitnah. Dan di sana lah muncul tanduk setan” [Al-Mu’jamul-Kabiir, 12/384 no. 13422; sanadnya jayyid].

    Hadits diatas lebih diperkuat lagi dengan hadits yang lain sebagai berikut :
    Riwayat Muslim dalam Shahih-nya. :
    Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin ‘Umar bin Abaan, Waashil bin ‘Abdil-A’laa, dan Ahmad bin ‘Umar Al-Wakii’iy (dan lafadhnya adalah lafadh Ibnu Abaan); mereka semua berkata : Telah menceritakan kepada kami Ibnu Fudlail, dari ayahnya, ia berkata : Aku mendengar Saalim bin ‘Abdillah bin ‘Umar berkata : “Wahai penduduk ‘Iraaq, aku tidak bertanya tentang masalah kecil dan aku tidak mendorong kalian untuk masalah besar. Aku pernah mendengar ayahku, Abdullah bin ‘Umar berkata : Aku pernah mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa salam bersabda : ‘Sesungguhnya fitnah itu datang dari sini – ia menunjukkan tangannya ke arah timur – dari arah munculya dua tanduk setan’. Kalian saling menebas leher satu sama lain. Musa hanya membunuh orang yang ia bunuh yang berasal dari keluarga Fir’aun itu karena tidak sengaja. Lalu Allah ‘azza wa jalla berfirman padanya : ‘Dan kamu pernah membunuh seorang manusia, lalu kami selamatkan kamu dari kesusahan dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan.” (Thaahaa: 40)” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 2905 (50)].

    Adapun tentang hadits dengan lafadz “Najd”, maka para ulama menafsirkan bahwa kata najd yang dimaksud adalah tanah yang lebih tinggi dari sekitarnya..
    Silakan merujuk kembali dalam kamus bahasa ‘Arab, Ibnul-Mndhuur menyebutkan :

    “Semua tanah yang tinggi dari Tihaamah sampai tanah ‘Iraaq, maka itu Najd” [lihat dalam Lisaanul-‘Arab].

    4. Mbak mengatakan bahwa seseorang yang sudah jadi wahaby tidak bisa kembali lagi sebagaimana panah yang terlepas dari busurnya..
    Salah mbak, hadits itu bukan untuk wahabby… Ada yang bisa kembali kok.. Buktinya Naser Eks Wahaby bisa kembali….
    Kembali jadi NU Aswaja, dan kembali jadi ahlul bid’ah.. He, he…

    1. @ibnu ilyas,
      Sebenarnya nickname saya tadinya bukan nasir eks wahabi, tapi Abu-abuan niru kalian para wahabiyun pakai nama abu meski nama aslinya slamet, wakidi misalnya, supaya terlihat keren dan nyunnah diganti pakai nama Abu Ilyas, Abu Jihad misalnya atau kalau mau lebih keren pakai saja Abu Jahal, Abu Lahab dll abu-abuan.

      Saya sebenarnya Asli Nahdiyin, gak pernah terjerumus ikut wahabi sekalipun soalnya ngeliat jamaah wahabi yg tampilannya awut2an dan serem menakutkan tidak enak dipandang membuat saya gak tertarik sama sekali belum lagi ngeliat celana cingrang kayak orang kebanjiran…..ha ha ha lucunya wahabi kayak pelawak jojon mau ngelawak.

  18. Bismillah,
    Begitulah kebiasaan ahlul bid’ah yang suka memotong-motong berita.
    Adapun kabar selengkapnya adalah sebagai berikut :
    Sebagaimana diketahui teori bumi terbagi menjadi 2 pendapat, yakni pendapat Ibnu Hazm yang menyatakan bahwa bumi adalah bulat. Dan pendapat Imam Al qurthubi yang berpendapat bahwa bumi adalah rata.
    Sebagaimana halnya Imam al-Qurthubi yang berpendapat bahwa bumi itu rata, Syaikh Bin Baz pada awalnya juga merupakan seorang yang mempercayai bahwasanya bumi itu rata.
    Namun suatu ketika ada seseorang yang mengabarkan pada Syaikh Bin Baz perihal ekspedisi luar angkasa yang dilakukan oleh beberapa ilmuan barat, dan hal ini membuktikan kebenaran tafsir Imam Ibnu Hazm dalam menafsirkan sebuah ayat didalam Al-Qur’an yaitu surat Al-Gashiyyah ayat 20. Imam Ibnu Hazm berpendapat bahwa penekanan kata “dihamparkan” pada surat Al-Ghasiyyah ayat 20 menunjukkan bahwa sebenarnya bentuk bumi itu tak rata dan terhampar sebagaimana karpet, namun karena kekuasaan Allah sehingga bumi yang tak rata itu seakan-akan terhampar pada bagian permukaannya dan makhluk hidup pun bisa tinggal serta berjalan-jalan diatasnya.
    “Dan (apakah mereka tidak memperhatikan) bumi, bagaimana ia dihamparkan” (QS. Al-Gashiyyah: 20)
    Sejak saat itu maka muncul sebuah fatwa rujuknya Syaikh Bin Baz dari pendapat bahwa bumi itu rata dan beliaupun berhujjah dengan pendapat Imam Ibnu Hazm diatas..
    Adalah sesuatu wajar, seorang ulama melakukan kesalahan dalam berfatwa, apalagi beliau telah rujuk dengan pendapat yang benar..
    Tidak ada seorangpun yang dianggap ma’sum kecuali Rasulullah shalallahu alaihi wasallam…
    Jangankan syaikh bin baz, para imam dan ulama besar, dan bahkan sahabat nabi saja pernah melakukan kesalahan dalam beritjihad. Tidakkah kalian perhatikan kesalahan ijtihad dari sahabat mu’awiyah, thalhah, zubair, bahkan aisyah radiyallahu anha ketika memerangi Imam Ali radiyallahu anhu..

    Lagipula kenapa kalian sibuk-sibuk ngurusi kesalahan ijtihad syaikh bin baz, padahal di depan mata kalian, ulama panutan kalian yang kalian puja puji melakukan banyak sekali kesalahan dan kekacauan dalam berpikir dan berucap. Dari seorang kyai yang mengatakan al qur’an porno, semua agama adalah sama, niat melakukan hubungan dagang dengan Israel (yahudi), melukis dengan lukisan aneh “zikir bersama inul”, sampai yang mengatakan bahwa hampir semua sahabat rasulullah murtad setelah wafatnya rasulullah kecuali sebagian kecil saja, namun itupun bukan karena keimanan, tetapi karena fanatisme kabilah (ini sama saja mengatakan bahwa para sahabat r.a. adalah munafik), na’udzu billahi min dzalik…
    Dan masih banyak lagi pikiran-pikiran nyleneh dari tokoh-tokoh kalian, namun kalian kok tenang-tenang saja, malahan taklid kepada mereka…
    Ibarat pepatah : “Semut diseberang lautan tampak, tetapi gajah didepan mata justru tidak nampak”.
    Aneh bin ajaib..
    Demikian, wallahu a’lam…

    1. ibnu ilyas@

      Anda nggak sadar ya, kalau Wahabi adalah dedengkot Ahlul Bid’ah? Sebab Wahabi adalah pembuat Aqidah Bid’ah Dholalah (sesat) , yaitu aqidah Tauhid Trinitas, atau tauihid 3in1 >>> “tauhid uluhiyyah, tauhid rububiyyah, tauhid asma wa shifah’, ini aqidah yg benar2 bid’ah sesat dan menyesatkan. Jadi apalah artinya antum bilang orang lain ahlul bid’ah, lha kalian sendiri dedengkot Ahlul Bid’ah. Kalau Aqidah kalian (Wahabiyyah) sudah bid’ah, maka usaha-usaha kalian yang kalain anggap ibadah paling murni dan paling benar ternyata akan sia-sia, antum paham kang?

      Jadi kesimpulannya, ibadah itu harus dilandasi dengan aqidah yang benar yg sesuai ajaran Rasulullah saw. Sedangkan aqidah Tauhid Trinaitas tidak pernah diajarkan oleh Rasululllah saw. Wallohu a’lam.

  19. Bismillah,
    @bu Kan’an al Kadiriy :
    Pertama :
    Tauhid terbagi menjadi 3 (Tauhid rububiyyah, uluhiyyah, dan Asma’ wa sifat) berdasarkan istiqra’ (penelitian menyeluruh) terhadap dalil-dalil yang ada di dalam Al-Quran dan As-Sunnah, sebagaimana ulama nahwu membagi kalimat di dalam bahasa arab menjadi 3: Isim, fi’il, dan huruf, berdasarkan penelitian menyeluruh terhadap kalimat-kalimat yang ada di dalam bahasa arab. (Lihat Kitab At-Tahdzir min Mukhtasharat Muhammad Ash-Shabuny fii At-Tafsir karangan Syeikh Bakr Abu Zaid hal: 30, cet. Darur Rayah- Riyadh )
    Kedua :
    Pembagian ini sama saja seperti membagi puasa jadi 2 : puasa wajib dan puasa sunnah.. Tidak ada hadits bahwa Rasulullah shallalllahu alaihi wassalam bersabda : “Puasa itu ada 2 : ada yang wajib dan ada yang sunnah”.. Namun berdasarkan penelitian dalil, disimpulkan puasa itu terbagi 2 : puasa wajib dan puasa sunnah..
    Juga pembagian nikah yang terlarang : ada nikah mut’ah, nikah muhallil, nikah syighar.
    Atau juga misalnya pembagian rukun wudhu ada 6, rukun shalat ada 3, dan masih banyak lagi contoh yang lain.. Itu semua disimpulkan dari penelitian terhadap dalil..
    Berikut saya akan bawakan dalil-dalil mengenai Tauhid yang dibagi menjadi tiga :
    Diantara dalil-dalil tauhid rububiyyah (pengesaan Allah dalam penciptaan, pembagian rezeki, dan pengaturan alam):
    “Allah menciptakan segala sesuatu.” (Qs. 39: 62)
    Dan firman Allah ta’ala:
    “Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (Qs. 11:6)
    “Katakanlah:”Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan” Maka mereka menjawab: “Allah.” Maka katakanlah: “Mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)?” (Qs. 10:31)
    Diantara dalil-dalil tauhid uluhiyyah (pengesaan Allah di dalam ibadah):
    “Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (Qs. 1:5)
    Katakanlah: “Hanya Allah saja yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku.” (Qs. 39:14)
    Katakanlah: “Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?” (Qs. 39:64)
    Diantara dalil-dalil tauhid asma’ wa sifat (pengesaan Allah di dalam nama-namanya yang husna (yang terbaik) dan sifat-sifat-Nya yang tinggi):
    “Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahm

    “Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik).”
    “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. 42:11)
    “Dan Allah mempunyai permisalan yang paling tinggi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Qs. 16:60)
    Terkumpul 3 jenis tauhid ini di dalam sebuah firman Allah:
    “Rabb (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah).” (Qs. 19:65)..

    Demikian, wallahu a’lam..

    1. @ibnu ilyas………
      Ente belajar dari mana klo rukun shalat cuma ada 3. Apakah ulama2 wahabi yang mengajarkan demikian…????

  20. Bismillah,
    @nasir eks wahabi
    Astaghfirullah hal adzhiim…Antum telah menghina sunnah rasulullah shalallahu alaihi wassalam itu juga berarti antum menghina syariat Allah azza wa jalla, bertobatlah…
    Kalau antum tidak mau menjalankan sunnah, ya sudah, tapi jangan membenci apalagi menghina sunnah, bukankah rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda : “ Siapa yang membenci sunnahku maka bukan termasuk ummatku”..

  21. Tulisan di atas sumbernya Republika, dan entah mengapa kadang Republika suka menterjemahkan berita yang dicomot dari Press TV tanpa berusaha menyajikan sumber independen lain sebagai konfirmasi secara tepat.
    Berita di atas pada bagian awal diambil dari The Independent United Kingdom. Seperti biasanya Orang Inggris, mereka sangat peduli dengan situs sejarah.
    Setelah The Independent di awal, kemudian masuklah terjemahan dari Press TV Iran, yang dikenal sebagai media propaganda Syiah.
    Wallahu ‘alam.

  22. Ya sudahlah..semua masih memperoleh kesempatan untuk menyempurnakan amaliahnya kzrena Allah semata..marilah kita kembangkan sikap saling asuh asih dan saling berupaya mmenggunakan bahasa bantahan dg lebih baik, tp apa perlunya debat kalau hanya menggelapkan hatikita..pesanGus Dur sebelum meninggal..fpi wahabi dan kelompok keras lainnya jangan dimusuhi tp harus dicintai jg sbg anak bengal ygperlu didoakan dan dipergauli dg baik , soal nanti memperoleh hidayah atau tidak itu hak mutlak alloh..ya karena siapa yg menjamin nasib kita….cuma Allah yg maha tahu tp bisa kok merasakannya coba jujur dan rasakan dgsegenap relungrasa batin anda..ya……..Allah…………..ya……Allah

  23. ibnuIlyas@ udahlah kang ilyas jalanin aja kehidupanmu dengan keyakinamu itu jangan ngeyel terus dan jangan pengaruhi orang,tar kalo kamu mati juga tahu mana yang salah dan mana yang benar..tapi sebelum itu terjadi berfikirlah dengan pikiranmu

  24. @Ibnu Illyas…. jgn lah berdebat dengan mereka… itu akan membuat mereka untuk selalu mencari bantahan, mereka tidak menggunakan hati dan ilmu, mereka hanya menggunakan nafsu dan taklid…. saya orang yang awam, tpi saya bisa menilai bahwa akhi lebih cenderung kpda kebenaran… semoga kita diberi jalan yang lurus oleh Allah SWT…. terkhusus untuk @Nasir Eks Wahhabi : Celana di atas mata kaki adalah sunnah, bukan karena kebanjiran… sungguh lucu anda ini… anda pura2 gak tau ap emng gag tau…

    1. @Ahmad sukma wijayanto : jgn lah berdebat dengan mereka… itu akan membuat mereka untuk selalu mencari bantahan, mereka tidak menggunakan hati dan ilmu, mereka hanya menggunakan nafsu dan taklid…. saya orang yang awam, tpi saya bisa menilai bahwa akhi lebih cenderung kpda kebenaran…

      saya : apakah anda juga bukan orang yang taqlid ?? oke akan saya uji sampean silahkan jawab pertanyaan saya
      1. Taqlid artinya apa ?
      2. sighotnya taqlid itu apa ?
      3. sama’i atau qiyasi ?
      4. asal dalam lafadl itu fi’il atau mashdar?
      5. ketika taqlid kita gunakan dalam sighot amar maka tulisannya ialah ?
      6. dan yang menyebabkan terbaca jazem pada fi’il amar itu apa
      7. Taqlid itu muta’adi atau lazim

      tak enteni jawabanmu…..!!!!

    2. @Ackhmad

      Salah satu maksiat badan adalah memanjangkan pakaian (sarung ataupun yang lainnya) yakni menurunkannya hingga ke bawah mata kaki dengan tujuan berbangga dan menyombongkan diri (al Fakhr). Hukum dari perbuatan ini adalah dosa besar kalau memang tujuannya adalah untuk menyombongkan diri, jika tidak dengan tujuan tersebut maka hukumnya adalah makruh. Jadi cara yang dianjurkan oleh syara’ adalah memendekkan sarung atau semacamnya sampai di bagian tengah betis.

      Hukum yang telah dijelaskan ini adalah hasil dari pemaduan (Taufiq) dan penyatuan (Jam’) dari beberapa hadits tentang masalah ini. Pemaduan ini diambil dari hadits riwayat al Bukhari dan Muslim bahwa ketika Nabi r mengatakan :

      “من جر ثوبه خيلاء لم ينظر الله إليه يوم القيامة ” رواه البخاري ومسلم

      Maknanya : “Barang siapa menarik bajunya (ke bawah mata kaki) karena sombong, Allah tidak akan merahmatinya kelak di hari kiamat” (H.R. al Bukhari dan Muslim)

      Abu Bakr yang mendengar ini lalu bertanya kepada Nabi : “Wahai Rasulullah, sarungku selalu turun kecuali kalau aku mengangkatnya dari waktu ke waktu ?” lalu Rasulullah SAW bersabda :

      “إنك لست ممن يفعله خيلاء ” رواه البخاري ومسلم

      Maknanya : “Sesungguhnya engkau bukan orang yang melakukan itu karena sombong” (H.R. al Bukhari dan Muslim)

      Jadi oleh karena Abu Bakr melakukan hal itu bukan karena sombong maka Nabi tidak mengingkarinya dan tidak menganggap perbuatannya sebagai perbuatan munkar; yang diharamkan.

    1. Kalo pusing ngomongnya Syi’ah… dasar bego’ bahlol bin wahabi.
      kamu tahu Syi’ah dan Wahabi itu sama anak buah Zionis
      kamu pernah ga ngimpi ketemu Zionis….ayoooo.
      keduanya seakan-akan anti Zionis padahal cucunya. sukanya ngeyel keminter arogan sombong dll

  25. ibnu ilyas, saya ingin menegaskan perbedaan antara aswaja dan golongan anda
    1. Aqidah menurut kami bukan wilayah ijtihad sedangkan menurut anda kebalikanya
    2. Kami selalu husnudzon terhadap ulama2 kami, kiyai2 kami guru2 kami, kalau misalkan beliau melakukan “kesalahan” seperti yang sering anda gembar-gemborkan mengenai gusdur dan ternyata kami menemukan revrensi lain yang menegaskan bahwa beliau tidak seperti yang anda tuduhkan, kami akan berusaha mengingatkan beliau dengan cara ta’dzim dan hal itulah yang diajarkan diinul Islam sedangkan golongan anda kebalikannya bahkan anda berani berkata “kami tidak akan segan2 mengutuk”
    3. Dalam setiap permasalahan insyaAlloh kami selalu merujuk kitab aslinya dan mempelajari dawuh ulama’ yang lain sedangkan kalian mencukupkan dengan terjemah bahkan anda tidak segan2 mengambil sumber yang KONTROVERSIAL seperti firanda yang berani memenggal dawuh Hadrotussyaikh KH. Hasyim Asy’ari perihal maulidan.
    4.Tokoh-tokoh golongan anda sarat dengan kontroversi bahkan dimulai sejak berdirinya aliran anda sedangkan kami sebaliknya
    5.Dalam keilmuan kami mengandalkan sanad sedangkan anda kebalikannya
    6.GOLONGAN anda senang mengulang-ngulang masalah masalah sedangkan kami kebalikannya
    7.Golongan anda berani mengartikan ayat mutasyabihat sedangkan kami kebalikaanya
    8.Golongan anda berani mengartikan Al Qur-an dan Al Hadist dengan ilmu seadanya sedangkan kami sangat menjunjung tinggi pemahaman ulama’2 yang berkompeten dibidangnya.

    kesimpulan; jangan anda paksa kami untuk mengikuti pemahamanmu, kalau anda ingin diskusi tentang agama.. silahkan.. tapi harus menyertakan naskah aslinya..

    1. Tak Tambah Lagi Ya…
      ————————————–

      Ciri Ciri Wahabi

      AQIDAH

      1. Membagi Tauhid menjadi 3 bagian yaitu:

      (a). Tauhid Rububiyyah: Dengan tauhid ini, mereka mengatakan bahwa kaum musyrik Mekah dan orang-orang kafir juga mempunyai tauhid.
      (b). Tauhid Uluhiyyah: Dengan tauhid ini, mereka menafikan tauhid umat Islam yang bertawassul, beristigathah dan bertabarruk sedangkan ketiga-tiga perkara tersebut diterima oleh jumhur ulama? Islam khasnya ulama? empat Imam madzhab.
      (c.) Tauhid Asma’ dan Sifat: Tauhid versi mereka ini bisa menjerumuskan umat islam ke lembah tashbih dan tajsim kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala seperti:

      Menterjemahkan istiwa’ sebagai bersemayam/bersila
      Merterjemahkan yad sebagai tangan
      Menterjemahkan wajh sebagai muka
      Menisbahkan jihah (arah) kepada Allah (arah atas – jihah ulya)
      Menterjemah janb sebagai lambung/rusuk
      Menterjemah nuzul sebagai turun dengan dzat
      Menterjemah saq sebagai betis
      Menterjemah ashabi’ sebagai jari-jari, dll
      Menyatakan bahawa Allah SWT mempunyai “surah” atau rupa
      Menambah bi dzatihi haqiqatan [dengan dzat secara hakikat] di akhir setiap ayat-ayat mutashabihat

      2. Memahami ayat-ayat mutashabihat secara zhahir tanpa penjelasan terperinci dari ulama-ulama yang mu’tabar
      3. Menolak asy-Sya’irah dan al-Maturidiyah yang merupakan ulama’ Islam dalam perkara Aqidah yang diikuti mayoritas umat islam
      4. Sering mengkrititik asy-Sya’irah bahkan sehingga mengkafirkan asy-Sya’irah.
      5. Menyamakan asy-Sya’irah dengan Mu’tazilah dan Jahmiyyah atau Mu’aththilah dalam perkara mutashabihat.
      6. Menolak dan menganggap tauhid sifat 20 sebagai satu konsep yang bersumberkanfalsafah Yunani dan Greek.
      7. Berselindung di sebalik mazhab Salaf.
      8. Golongan mereka ini dikenal sebagai al-Hasyawiyyah, al-Musyabbihah, al-
      Mujassimah atau al-Jahwiyyah dikalangan ulama’ Ahli Sunnah wal Jama’ah.
      9. Sering menuduh bahwa Abu Hasan Al-Asy’ari telah kembali ke mazhab Salaf setelah bertaubat dari mazhab asy-Sya’irah. Menuduh ulama’ asy-Sya’irah tidak betul-betul memahami faham Abu Hasan Al-Asy’ari.
      10. Menolak ta’wil dalam bab Mutashabihat.

      11. Sering menuduh bahwa mayoritas umat Islam telah jatuh kepada perbuatan syirik.
      12. Menuduh bahwa amalan memuliakan Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam [membaca maulid dll] membawa kepada perbuatan syirik.
      13. Tidak mengambil pelajaran sejarah para anbiya’, ulama’ dan sholihin dengan
      dalih menghindari syirik.
      14. Pemahaman yang salah tentang makna syirik, sehingga mudah menghukumi orang sebagai pelaku syirik.
      15. Menolak tawassul, tabarruk dan istighathah dengan para anbiya’ serta sholihin.
      16. Mengganggap tawassul, tabarruk dan istighathah sebagai cabang-cabang syirik.
      17. Memandang remeh karamah para wali [auliya’].
      18. Menyatakan bahwa ibu bapa dan datuk Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam tidak selamat dari adzab api neraka.
      19. Mengharamkan mengucap “radhiallahu ‘anha” untuk ibu Rosulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam, Sayyidatuna Aminah.

      SIKAP

      1. Sering membid’ahkan amalan umat Islam bahkan sampai ke tahap mengkafirkan
      mereka.
      2. Mengganggap diri sebagai mujtahid atau berlagak sepertinya (walaupun tidak layak).
      3. Sering mengambil hukum secara langsung dari al-Qur’an dan hadits (walaupun tidak layak).
      4. Sering memtertawakan dan meremehkan ulama’ pondok dan golongan agama yang lain.
      5. Ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits yang ditujukan kepada orang kafir sering ditafsir ke atas orang Islam.
      6. Memaksa orang lain berpegang dengan pendapat mereka walaupun pendapat itu syaz (janggal).

      HADITS

      1. Menolak beramal dengan hadis dho’if.
      2. Penilaian hadits yang tidak sama dengan penilaian ulama’ hadits yang lain.
      3. Mengagungkan Nasiruddin al-Albani di dalam bidang ini [walaupun beliau tidak
      mempunyai sanad bagi menyatakan siapakah guru-guru beliau dalam bidang hadits.
      [Bahkan mayoritas muslim mengetahui bahwa beliau tidak mempunyai guru dalam bidang hadits dan diketahui bahawa beliau belajar hadits secara sendiri dan ilmu jarh dan ta’dil beliau adalah mengikut Imam al-Dhahabi].
      4. Sering menganggap hadits dho’if sebagai hadits mawdhu’ [mereka mengumpulkan hadits dho’if dan palsu di dalam satu kitab atau bab seolah-olah kedua-dua kategori hadits tersebut adalah sama]
      5. Pembahasan hanya kepada sanad dan matan hadits, dan bukan pada makna hadits. Oleh karena itu, pebedaan pemahaman ulama’ [syawahid] dikesampingkan.

      QUR’AN

      1. Menganggap tajwid sebagai ilmu yang menyusahkan dan tidak perlu (Sebagian Wahabi indonesia yang jahil)

      FIQH

      1. Menolak mengikuti madzhab imam-imam yang empat; pada hakikatnya
      mereka bermadzhab “TANPA MADZHAB”
      2. Mencampuradukkan amalan empat mazhab dan pendapat-pendapat lain sehingga membawa kepada talfiq [mengambil yang disukai] haram
      3. Memandang amalan bertaqlid sebagai bid’ah; mereka mengklaim dirinya berittiba’
      4. Sering mengungkit dan mempermasalahkan soal-soal khilafiyyah
      5. Sering menggunakan dakwaan ijma’ ulama dalam masalah khilafiyyah
      6. Menganggap apa yang mereka amalkan adalah sunnah dan pendapat pihak lain adalah Bid’ah
      7. Sering menuduh orang yang bermadzhab sebagai ta’assub [fanatik] mazhab
      8. Salah faham makna bid?ah yang menyebabkan mereka mudah membid?ahkan orang lain
      9. Mempromosikan madzhab fiqh baru yang dinamakan sebagai Fiqh al-Taysir, Fiqh al-Dalil, Fiqh Musoffa, dll [yang jelas keluar daripada fiqh empat mazhab]
      10. Sering mewar-warkan agar hukum ahkam fiqh dipermudahkan dengan menggunakan hadis “Yassiru wa la tu’assiru, farrihu wa la tunaffiru”
      11. Sering mengatakan bahwa fiqh empat madzhab telah ketinggalan zaman

      NAJIS

      1. Sebagian mereka sering mempermasalahkan dalil akan kedudukan babi sebagai najis mughallazhah
      2. Menyatakan bahwa bulu babi itu tidak najis karena tidak ada darah yang mengalir.

      WUDHU’

      1. Tidak menerima konsep air musta’mal
      2. Bersentuhan lelaki dan perempuan tidak membatalkan wudhu’
      3. Membasuh kedua belah telinga dengan air basuhan rambut dan tidak dengan air yang baru.

      ADZAN

      1. Adzan Juma’at sekali; adzan kedua ditolak

      SHALAT

      1. Mempromosikan “Sifat Shalat Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam?, dengan alasan kononnya shalat berdasarkan fiqh madzhab adalah bukan sifat shalat Nabi yang benar
      2. Menganggap melafazhkan kalimat “usholli” sebagai bid’ah.
      3. Berdiri dengan kedua kaki mengangkang.
      4. Tidak membaca “Basmalah? secara jahar.
      5. Menggangkat tangan sewaktu takbir sejajar bahu atau di depan dada.
      6. Meletakkan tangan di atas dada sewaktu qiyam.
      7. Menganggap perbedaan antara lelaki dan perempuan dalam shalat sebagai perkara bid?ah (sebagian Wahabiyyah Indonesia yang jahil).
      8. Menganggap qunut Subuh sebagai bid’ah.
      9. Menggangap penambahan “wa bihamdihi” pada tasbih ruku’ dan sujud adalah bid’ah.
      10. Menganggap mengusap muka selepas shalat sebagai bid’ah.
      11. Shalat tarawih hanya 8 rakaat; mereka juga mengatakan shalat tarawih itu
      sebenarnya adalah shalat malam (shalatul-lail) seperti pada malam-malam lainnya
      12. Dzikir jahr di antara rakaat-rakaat shalat tarawih dianggap bid’ah.
      13. Tidak ada qadha’ bagi shalat yang sengaja ditinggalkan.
      14. Menganggap amalan bersalaman selepas shalat adalah bid’ah.
      15. Menggangap lafazh sayyidina (taswid) dalam shalat sebagai bid’ah.
      16. Menggerak-gerakkan jari sewaktu tasyahud awal dan akhir.
      17. Boleh jama’ dan qashar walaupun kurang dari dua marhalah.
      18. Memakai sarung atau celana setengah betis untuk menghindari isbal.
      19. Menolak shalat sunnat qabliyyah sebelum Juma’at
      20. Menjama’ shalat sepanjang semester pengajian, karena mereka berada di landasan Fisabilillah

      DO’A, DZIKIR DAN BACAAN AL-QUR’AN

      1. Menggangap do’a berjama’ah selepas shalat sebagai bid’ah.
      2. Menganggap dzikir dan wirid berjama’ah sebagai bid’ah.
      3. Mengatakan bahwa membaca “Sodaqallahul ‘azhim” selepas bacaan al-Qur’an adalah Bid’ah.
      4. Menyatakan bahwa do’a, dzikir dan shalawat yang tidak ada dalam al-Qur’an dan Hadits sebagai bid’ah. Sebagai contoh mereka menolak Dala’il al-Khairat, Shalawat al-Syifa?, al-Munjiyah, al-Fatih, Nur al-Anwar, al-Taj, dll.
      5. Menganggap amalan bacaan Yasin pada malam Jum’at sebagai bid’ah yang haram.
      6. Mengatakan bahwa sedekah atau pahala tidak sampai kepada orang yang telah wafat.
      7. Mengganggap penggunaan tasbih adalah bid’ah.
      8. Mengganggap zikir dengan bilangan tertentu seperti 1000 (seribu), 10,000 (sepuluh ribu), dll sebagai bid’ah.
      9. Menolak amalan ruqiyyah syar’iyah dalam pengobatan Islam seperti wafa?, azimat, dll.
      10. Menolak dzikir isim mufrad: Allah Allah.
      11. Melihat bacaan Yasin pada malam nisfu Sya’ban sebagai bid’ah yang haram.
      12. Sering menafikan dan memperselisihkan keistimewaan bulan Rajab dan Sya’ban.
      13. Sering mengkritik keutamaan malam Nisfu Sya’ban.
      14. Mengangkat tangan sewaktu berdoa’ adalah bid’ah.
      15. Mempermasalahkan kedudukan shalat sunat tasbih.

      PENGURUSAN JENAZAH DAN KUBUR

      1. Menganggap amalan menziarahi maqam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para anbiya’, awliya’, ulama’ dan sholihin sebagai bid’ah dan shalat tidak boleh dijama’ atau qasar dalam ziarah seperti ini.
      2. Mengharamkan wanita menziarahi kubur.
      3. Menganggap talqin sebagai bid’ah.
      4. Mengganggap amalan tahlil dan bacaan Yasin bagi kenduri arwah sebagai bid’ah yang haram.
      5. Tidak membaca do’a selepas shalat jenazah.
      6. Sebagian ulama’ mereka menyeru agar Maqam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dikeluarkan dari masjid nabawi atas alasan menjauhkan umat Islam dari syirik
      7. Menganggap kubur yang bersebelahan dengan masjid adalah bid’ah yang haram
      8. Do’a dan bacaan al-Quran di perkuburan dianggap sebagai bid’ah.
      MUNAKAHAT [PERNIKAHAN]

      1. Talak tiga (3) dalam satu majlis adalah talak satu (1)

      MAJLIS SAMBUTAN BERAMAI-RAMAI

      1. Menolak peringatan Maulid Nabi; bahkan menyamakan sambutan Mawlid Nabi dengan perayaan kristen bagi Nabi Isa as.
      2. Menolak amalan marhaban para habaib
      3. Menolak amalan barzanji.
      4. Berdiri ketika bacaan maulid adalah bid’ah
      5. Menolak peringatan Isra’ Mi’raj, dll.

      HAJI DAN UMRAH

      1. Mencoba untuk memindahkan “Maqam Ibrahim as.” namun usaha tersebut telah digagalkan oleh al-Marhum Sheikh Mutawalli Sha’rawi saat beliau menemuhi Raja Faisal ketika itu.
      2. Menghilangkan tanda telaga zam-zam
      3. Mengubah tempat sa’i di antara Sofa dan Marwah yang mendapat tentangan ulama’ Islam dari seluruh dunia

      PEMBELAJARAN DAN PENGAJARAN

      1. Maraknya para professional yang bertitle LC menjadi “ustadz-ustadz? mereka (di Indonesia)
      2. Ulama-ulama yang sering menjadi rujukan mereka adalah:
      a. Ibnu Taymiyyah al-Harrani
      b. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
      c. Muhammad bin Abdul Wahhab
      d. Sheihk Abdul Aziz bin Baz
      e. Nasiruddin al-Albani
      f. Sheikh Sholeh al-Utsaimin
      g. Sheikh Sholeh al-Fawzan
      h. Adz-Dzahabi dll.

      3. Sering mendakwahkan untuk kembali kepada al-Qura’an dan Hadits (tanpa menyebut para ulama’, sedangkan al-Qura’n dan Hadits sampai kepada umat Islam melalui para ulama’ dan para ulama’ juga lah yang memelihara dan menjabarkan kandungan al-Qur’an dan Hadits untuk umat ini)
      4. Sering mengkritik Imam al-Ghazali dan kitab “Ihya’ Ulumuddin”

      PENGKHIANATAN MEREKA KEPADA UMAT ISLAM

      1. Bersekutu dengan Inggris dalam menjatuhkan kerajaan Islam Turki Utsmaniyyah
      2. Melakukan perubahan kepada kitab-kitab ulama’ yang tidak sehaluan dengan mereka
      3. Banyak ulama’ dan umat Islam dibunuh sewaktu kebangkitan mereka di timur tengah
      4. Memusnahkan sebagian besar peninggalan sejarah Islam seperti tempat lahir Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, meratakan maqam al-Baqi’ dan al-Ma’la [makam para isteri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Baqi’, Madinah dan Ma’la, Mekah], tempat lahir Sayyiduna Abu Bakar dll, dengan hujjah tempat tersebut bisa membawa kepada syirik.
      5. Di Indonesia, sebagian mereka dalu dikenali sebagai Kaum Muda atau Mudah [karena hukum fiqh mereka yang mudah, ia merupakan bentuk ketaatan bercampur dengan kehendak hawa nafsu].

      TASAWWUF DAN THARIQAT

      1. Sering mengkritik aliran Sufisme dan kitab-kitab sufi yang mu’tabar
      2. Sufiyyah dianggap sebagai kesamaan dengan ajaran Budha dan Nasrani
      3. Tidak dapat membedakan antara amalan sufi yang benar dan amalan bathiniyyah yang sesat.

      Wallahu a’lam bish-Showab wal hadi ila sabilil haq.

  26. wahabi oh wahabi seperti YAHUDI di beri kepintaran oleh Allah SWT semakin pintar tetapi semakin jauh dari Allah dan mayoritas kaum muslimin di dunia. sadarlah bahwa islam yang benar itu yang paling banyak pengikutnya di dunia walaupun ada perbedaan diantara mereka itu hanya pada masalah furu’ bukan pada masalah aqidah(pokok) dan mereka tidak saling mengkafirkan antar sesamnya. Nabi kasih bocoran siapakah mereka yaitu yang fahamnya sama dengan Ahlul baits/keturunan nabi SAW. PERHATIKAN WAHAI PARA WAHABIYUN ADAKAH HABIB YANG WAHABI DI DUNIA INI TIDAK ADA!!! KALAU ANDA RAGU SILAHKAN JUMLAH UMAT ISLAM YANG PALING BANYAK PENGIKUTNYA GOLONGAN SIAPAKAH????? WAHABIKAH??????/ kalkulator saya sedang rusak. trims

  27. weleh,.,2X menarik sekali memang ngikutin debat orang2 ini. alhamdulillah, saya,keluarga dan lingkungan saya adalah orang-orang NU.yg mana ciri utamanya adlh slalu bersikap moderat(tidak kaku) dan tawazun(seimbang) dlm mengambil suatu dalil.tahlilan,ziarah kubur dll adalh hobi saya. memang saya tidak suka wahabi,tapi bagiku wahabi diperlukan.krn bila tdk ada wahabi mungkin kuburan bisa disembah-sembah sekarang. cuma pesanku.jgn mudah menyesat-sesatkan amaliah umat yg sudah mnjadi tradisi umat slama ini ya!!! itu smua sudah ad dalilnya. bila anda tanya mana dalilnya amalan ini da itu? shohih apa tidak?? ya tdk ada ujung-ujungnya brow,. wong cara antum memahami dalil beda dg kami kog., apalagi antum@ibnu ilyas pake bawa-bawa nama gus Dur segala., tambah keliatan gelapnya hati antum., wong semua itu sudah terjawab jelas gitu., al- Fatihah buat almarhum Gus Dur.,

  28. Udahlah….Rasulullah juga pernah bersabda”Tanduk Setan akan memasuki Mekkah”

    Pintaran mana sih Imam Syafi’i dengan Al-Bani
    Faqih mana sih,Imam Ahmad bin Hambal dengan bin Baz

    Ente mengatakan NU dan org” yang tidak sejalan dengan pemikiran ente itu ahlu bid’ah.padahal ente dan seluruh orang salafi wahabi itu pelaku bid’ah yang dholalah.ulama kalian melarang mendengarkan Radio…eh…pengikutnya mendengarkan radio,ulama kalian melarang bermain sepak bola…eh…kalian bermain sepak bola.
    Al Qur’an itu bid’ah,knp kalian baca Al-Qur’an.Taraweh itu bid’ah…krn Rasulullah gak pernah ngomonk adanya sholat taraweh.facebook bid’ah karena Rasulullah dan para sahabat gak pernah pakek facebook.Masjid kalian bid’ah,karena masjid di zaman nabi alasnya cuman pelepah kurma dan tanpa atap beton.Tauhid di bagi 3,itu bid’ah dholalah….karena Rasulullah gak pernah mengajarkannya,bahkan para sahabat,dan imam 4 mazhab.Ziarah kubur itu Sunnah,tp kalian melarang(Rasulullah pernah Ziarah ke makam Ibu beliau).Silahkan sangkal apa yang saya sebutkan…

  29. sebenarnya yang benar itu yang mana ?????? pusing??? di sini saling menyalahkan sana sini masing2 punya alasan sendiri2 tapi banyak artikel yang kubaca kalau syiah itu memang sesat kasusnya saat ini ya suriah itu antara sunni dan syiah. kalau wahabi memang perlu belajar lagi mendalami. kalau yahudi memang udah menguasai dunia. anak cucunya sudah berkembang di seantero jagad raya dengan sefgala tetek bengek konspirasinya. so hanya Allah yang tau kita hanya bisa melakoninya

Jika ada ditemukan artikel yang salah, dan lain-lannya, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: