Densus 99 Banser: Masjid Instansi Pemerintah Terpapar Paham Radikal

Densus 99 Banser: Masjid Instansi Pemerintah Terpapar Paham Radikal

Komandan Densus 99 Barisan Ansor Serbaguna (Banser) PP GP Ansor M Nuruzzaman menjelaskan sejumlah masjid di lembaga negara sampai BUMN telah terpapar paham intoleran dan radikal.

Masjid-masjid yang terpapar virus intoleransi itu antara lain di lembaga kementerian sampai BUMN.

Nuruzzaman menjelaskan sejumlah masjid di instansi pemerintah sebagai ladang menyemai paham intoleran dan cenderung radikal.

“Pemetaan yang kita lakukan, sebagian besar instansi pemerintahan sebagai tempat menyemai bibit intoleran dan radikalisme,” kata Nuruzzaman melalui siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (17/5).

Enggak cuma masjid di instansi pemerintah, Ansor pun menengarai virus intoleran terpapar di masjid di sejumlah kampus negeri.

“Termasuk pun masjid di kepolisian. Bahkan, tidak sedikit anggota polisi yang telah tertarik dengan ideologi Islam transnasional,” kata Nuruzzaman.

Nuruzzaman enggak memaparkan basis data terkait pernyataannya soal masjid-masjid itu. Tetapi dia mendesak pemerintah guna segera membersihkan virus intoleransi di sejumlah instansi pemerintah itu, termasuk di kampus-kampus.

Jika pemerintah menutup mata, maka selangkah lagi negara ini bakal masuk menuju jurang peperangan
– Komandan Densus 99 Banser M Nuruzzaman

Dia menyebutkan kebanyakan masjid di instansi pemerintah sebagai ladang menyemai paham intoleran dan cenderung radikal.

menurutnya, intoleransi ialah bibit dari radikalisme dan terorisme yang wajib dikikis guna mengamankan negara dari ancaman terorisme.

“Yang pun perlu diwaspadai ialah tidak sedikit birokrat atau Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah terpapar dengan paham dan ideologi intoleran dan radikal. Para ASN dapat kita amati di media sosial, tidak sedikit yang tak percaya kepada aksi teroris di banyak tempat belakangan ini,” kata Nuruzzaman.

“Jika pemerintah menutup mata, maka selangkah lagi negara ini bakal masuk menuju jurang peperangan. Maka wajib serius jika mau menangani terorisme mulai dari hulu atau akarnya sampai hilir,” ujar dia.

Nuruzzaman berkata pemerintah pun wajib melaksanakan mitigasi dengan cara mendukung pengesahan revisi UU Antiterorisme.

Langkah lain ialah dengan melaksanakan pemetaan kemungkinan besar terorisme dan radikalisme di Indonesia. Pemetaan, kata dia, dapat dilaksanakan berdasarkan wilayah, tokoh, dan kemungkinan besar aksi anarkis di daerah.

Langkah ketiga ialah melaksanakan deradikalisasi bagi pelaku dan keluarga pelaku terorisme.

sebelum ini, Presiden Jokowi meminta supaya seluruh pihak bisa menebarkan persaudaraan dan ukhuwah melalui masjid. “Kita tebarkan persatuan masarakat kita, dan kita tebarkan keteduhan hati, keteduhan iman,” kata Presiden pada April lalu.

Joko Widodo pun mengajak supaya seluruh masyarakat negara guna merawat dan memelihara Indonesia dengan keberagaman yang ada, bagus suku dan agama.

Sumber: Cnnindonesia.com

Densus 99 Banser: Masjid Instansi Pemerintah Terpapar Paham Radikal

Link

You might like

About the Author: Hakim Abdul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.