Berita Indonesia

FPI Melawan Polisi, Pembubaran FPI Hanya Soal Waktu

Aksi anarkis FPI dengan melemparkan batu dan tinja telah menyebabkan 11 polisi terluka. 21 anggota FPI telah ditetapkan sebagai tersangka.

Jasa Web Alhadiy

Terkait Pembubaran FPI, Polri Akan Berikan Rekomendasi. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadivhumas) Mabes Polri Irjen Pol Ronny F Sompie mengatakan kepolisian akan memberikan rekomendasi kepada Kementerian Dalam Negeri terkait wacana pembubaran FPI (Front Pembela Islam).

“Polri hanya bisa memberikan rekomendasi kepada Kemendagri,” kata Ronny di Jakarta, Senin petang, terkait masalah pembubaran FPI.

Menurut dia, kewenangan pembubaran FPI, ormas Islam yang kerap terlibat aksi anarkis tersebut berada di tangan Kemendagri. Pihaknya mengatakan akan berkoordinasi dengan Kemendagri terkait hal ini. Selain itu pihaknya juga akan bekerja sama dengan Kemenkumham.

Saat ini, menurut dia, kasus unjuk rasa FPI di Gedung Balaikota dan DPRD DKI Jakarta yang berakhir rusuh pada Jumat (3/10) masih diselidiki oleh Polda Metro Jaya. “Kita tunggu saja hasil penyelidikan kasus tersebut,” ujarnya.

Nantinya hasil penyelidikan tersebut akan menjadi bahan diskusi Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) dengan Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam), Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) dan staf operasional Kapolri.

Setelah digodok, hasil tersebut baru akan diajukan ke Kapolri. Rekomendasi Kapolri tersebut akan diajukan kepada Kemendagri sebagai bahan pertimbangan.

Sebelumnya Wagub DKI Jakarta Basuki T Purnama menginginkan pembubaran FPI karena aksi-aksi anarkis mereka. Hal ini menyusul unjuk rasa ormas tersebut di Gedung Balaikota dan DPRD DKI Jakarta pada Jumat (3/10) yang berakhir ricuh. Para pengunjuk rasa menolak penunjukkan Basuki T Purnama menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Joko Widodo yang terpilih sebagai Presiden RI. (al/ar/antaranews)

Pihak Tertentu di Balik Aksi Demo Anarkis FPI Dibidik Polisi

Penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya masih mendalami adanya pihak-pihak tertentu di balik aksi unjuk rasa anarkis yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) di Balaikota DKI Jakarta dan Gedung DPRD DKI Jakarta pekan lalu.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto mengatakan, pihaknya masih menampung adanya dugaan-dugaan yang mengarah ke pihak tertentu di balik tindakan anarkis FPI.

“Dugaan-dugaan kita tampung namun yang mengarah keterlibatan pihak tertentu masih didalami. Kalau belum ada bukti kita tidak fokuskan dulu ke sana,” kata Rikwanto di Polda Metro Jaya, Senin (6/10/2014).

Selain masih mendalami adanya pihak-pihak tertentu yang diduga berada di balik aksi anarkis FPI. Polisi juga tengah memburu Habib NV yang menjadi penanggung jawab unjuk rasa FPI di depan Gedung DPRD DKI. Habib NV sebelumnya tak memenuhi panggilan polisi.

“Masih proses pencarian atas NV. Namun saat ini masih belum bertemu,” ucap Rikwanto.

Sebelumnya FPI menggelar unjuk rasa di di Balaikota DKI Jakarta dan Gedung DPRD DKI Jakarta pada Jumat 3 Oktober 2014 pekan lalu. Mereka menyatakan menolak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Aksi anarkis FPI dengan melemparkan batu dan tinja tersebut telah menyebabkan 11 polisi terluka. Sejauh ini, 21 anggota FPI telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, 21 anggota FPI dianggap telah melawan hukum pada aksi anarkis saat demo di Balaikota. “Mereka bertindak anarkis dengan melempar batu kepada aparat pada aksi di Balaikota dan DPRD DKI Jakarta kemarin,” ujar Rikwanto. (al/Ein/liputan6)

Jasa Web Alhadiy
Tags

Related Articles

Jika ada ditemukan artikel yang salah, dan lain-lannya, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker