De Mistura Tidak Berhak Mencampuri Pemilu Presiden Suriah

Loading...

Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Al-Moallem menekankan bahwa De Mistura, Utusan Spesial PBB untuk Suriah, tidak berhak ikut campur soal Pemilu Presiden Suriah…

 

 

Islam-Institute, DAMASKUS – Wakil Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah, Walid al-Moallem menjelaskan pada hari Sabtu (12/03) kemarin, bahwa Utusan Spesial PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura ndak mempunyai hak untuk berbicara soal pemilihan presiden Suriah. Ia juga menggaris-bawahi bahwa delegasi Suriah ndak akan menanti di Jenewa selamanya cuma untuk menanti pihak lain mengambil keputusan untuk muncul.

Komentar Walid al-Moallem ini diutarakan merespon laporan baru-baru ini yang menyebut bahwa Utusan PBB sudah mempersiapkan jadwal untuk perbincangan Jenewa yang katanya akan membicarakan rezim, konstitusi dan pemilihan parlemen serta presiden. Al-Moallem menekankan bahwa de Mistura ndak mempunyai hak untuk mengatur jadwal seperti itu dalam dialog.

Dalam konferensi persnya, Walid al-Moallem menjelaskan bahwa delegasi Suriah sudah menerima surat dari de Mistura mengenai penjadwalan hari Senin selaku tanggal untuk perjumpaan di markas PBB di Jenewa dalam dialog Suriah-Suriah.

loading...

“Perjumpaan dengan delegasi kami pada awalnya ialah hal yang baik,” katanya, tetapi al-Moallem menekankan bahwa delegasi Republik Suriah “ndak akan mengulangi kekhilafan yang sama yang terjadi di babak sebelumnya. Mereka akan menanti selama 24 jam saja.”

“Kami amat menantikan untuk berdialog dengan kubu oposisi dalam spektrum luas mengenai penyelenggaraan mandat de Mistura oleh Dewan Keamanan PBB dan komunike Wina serta Munich, terutama oposisi nasional … yang ndak berhubungan dengan agenda asing,” terang Walid al Moallem.

Mengenai pemilihan presiden, Walid al-Moallem menekankan bahwa baik de Mistura maupun pihak lain, siapapun ndak ada yang boleh mengatur problem ini sebab hal itu ialah “hak eksklusif dari rakyat Suriah.” Menlu Suriah itu menyebut apa yang dikatakan de Mistura selaku “penyimpangan dari seluruh dokumen PBB.”

“Kami ndak akan lagi menerima bahwa (De Mistura) melalaikan objektivitas untuk menyenangkan pihak ini atau itu, dan delegasi kami akan menolak tiap-tiap usaha untuk memposisikan problem ini dalam jadwal tersebut,” tambahnya, sebagaimana diadukan SANA, Sabtu (12/03) kemarin.

Adapun pemilihan parlemen yang akan datang, Walid al-Moallem menjelaskan bahwa pemenuhan pemilu merupakan bagian dari konstitusi, ia juga menekankan bahwa problem ini mesti dihormati di mana ndak boleh ada tekanan dari siapapun.  (AL/ARN)

v

Loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :