Jasa Web Alhadiy
Berita Indonesia

Tudingan Makam Wali Berhala, Serangan di Jantung NKRI

Diperlukan proses cetak ulang selama tiga hari untuk mengganti halaman 14 dalam buku Makam Wali Berhala.

DARI KASUS BUKU ZIARAH KE MAKAM WALI ‘BERHALA’, INDIKASI ADA SERANGAN DI JANTUNG NKRI. Dengan beredarnya buku pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kurikulum 2013 yang diedarkan untuk siswa kelas VII MTSN, merupakan serangan langsung ke jantung NKRI. Bagaimana tidak? Sebab menurut Direktur Pendidikan Madrasah Nur Kholis Setiawan, buku tersebut telah melalui BEBERAPA KALI revisi. NAMUN TETAP SAJA MASIH ditemukan KESALAHAN yang nampaknya ‘DISENGAJA’.

Lihat saja pernyataan Direktur Pendidikan Madrasah Nur Kholis Setiawan yang dilansir dalam nu online berikut ini;

KASUS BUKU SARA: Minta Maaf, Kemenag Tarik Buku Berisi Ziarah Sebagai Berhala

Rabu, 17/09/2014 18:57

Jakarta, NU Online, Direktur Pendidikan Madrasah Nur Kholis Setiawan mengucapkan terima kasih banyak atas masukan dari masyarakat terkait dengan beredarnya buku Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) berbau SARA. Buku tersebut menyebutkan menziarahi wali sama dengan berhala dan sekaligus meminta maaf atas keteledoran yang dilakukan.

“Kami meminta maaf dengan sepenuh hati atas kekurangcermatan pada proses proof-reading pada halaman tersebut,” katanya.

Ia menegaskan, dirinya sebagai direktur pendidikan madrasah yang paling bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. “Saya yang paling bertanggung jawab,” tegasnya. Dan ia secara gentleman menyatakan siap jika pimpinan memberi sanksi. Pihaknya tidak pernah sediki pun terbersit untuk menyakiti organisasi masyarakat (ormas) atau umat Islam, atau agama lain di Indonesia.

“Saya sangat paham. Kalau mengunjungi makam wali dianggap saja dengan menyembah berhala, pasti sangat tersinggung,” paparnya.

Selanjutnya, Direktorat Pendidikan Madrasah telah menginstruksikan aparatur di daerah. Untuk menarik kembali Buku Pedoman Guru Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas VII Madrasah Tsanawiyah dan akan menggantikan dengan edisi revisi.

Ia menambahkan, diperlukan proses cetak ulang selama tiga hari untuk mengganti halaman 14 dalam buku tersebut. Sehingga dalam waktu dua minggu buku baru sudah sampai ke tangan para guru. Edisi yang ditarik tersebut berjumlah 15 ribu, sesuai dengan jumlah guru SKI.

Ia menegaskan bahwa Kemenag merupakan institusi negara sehingga harus bisa memayungi seluruh kelompok keislaman yang ada di Indonesia. Karena itu, dalam buku tersebut diberi pilihan seperti doa qunut ketika shalat subuh bagi yang menjalankan juga ada tuntunannya. Demikian pula berbagai ragam bacaan yang berbeda-beda sesuai dengan madzhab yang diikuti.

“Kita menghindari pembahasan masalah khilafiyah yang bisa menyebabkan disharmoni karena masing-masing juga dasar hukum,” paparnya.

Ada materi khilafah Islamiyah di draft awal buku

Tim Kemenag, katanya, telah bekerja keras melakukan revisi selama berulang kali atas buku tersebut. Tapi ternyata masih ada satu halaman yang terlewatkan. Di draft awal buku tersebut, terdapat materi khilafah Islamiyah. Juga tidak ada opsi untuk doa qunut ketika shalat subuh, pembid’ahan kepada amalan tertentu dan lainnya. Dan semuanya sudah dilakukan revisi dengan melibatkan para akademisi yang kompeten.

“Masa ada materi khilafah Islamiyah. Ini kan kontraproduktif dengan sistem NKRI,” katanya memberi contoh.

Sebagai dokumen yang “hidup” Nur Kholis menyatakan, Kemenag siap menerima masukan yang belum terwadahi. Dan akan dimasukkan dalam revisi pada tahun berikutnya. (mukafi niam).

Bagaimanapun juga, yang harus diwaspadai adalah, negara Indonensia ini telah disusupi agen-agen tersembunyi yang memiliki agenda hendak menghancurkan NKRI dari dalam. Buktinya mereka telah memasuki hingga pada buku pelajaran dengan memasukkan ide khilafah dalam pelajaran anak sekolah. Setelah itu mengadu domba dalam masalah qunut, membuka luka lama antara NU -Muhammadiyah yang sebenarnya masalah tersebut sudah lama terlupakan, namun diungkit lagi. Jahat kan…..

Siapa bersedia menanggulangi musuh yang hendak merubuhkan negara seperti itu. Mari kita lawan, hadapi bersama.

Jasa Web Alhadiy
Tags

Related Articles

Jika ada ditemukan artikel yang salah, dan lain-lannya, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker