Dapatkan Iran Mempertahankan Diri dari Agresi AS?

Dapatkan Iran Mempertahankan Diri dari Agresi AS?

WASHINGTON – Iran wajib mempertahankan sekutu-sekutunya di Timur Tengah dan mempertahankan kapasitasnya guna membalas serbuan sekutu AS guna mempertahankan diri dari agresi AS, kata seorang penulis Amerika dan pensiunan profesor.

James Petras, yang sudah mecatat lusinan buku soal problem internasional, membikin pengumuman terbuka itu dalam wawancara dengan Press TV pada hari Selasa ketika mengomentari ancaman tempur Wakil Presiden AS Mike Pence kepada Korea Utara.

Pence pada hari Senin mengingatkan bahwa Korea Utara bisa berakhir sepertikan Libya kalau Kim Jong-un Nggak bekerja sama dengan United Sates dan menyerahkan senjata nuklir.

“Anda tahu, ada banyak perbincangan soal model Libya pekan lalu. Dan waktu presiden menerangkan, ini cuma bakal berakhir sepertikan model Libya kalau Kim Jong-un Nggak membikin kesepakatan,” kata Pence, pada hari Senin, dalam sebuah wawancara dengan Fox News.

“Ini bakal sebagai kekhilafan besar bagi Kim Kim Jong-un. Dia berpikir sanggup mempermainkan Donald Trump,” kata Pence, dan menambahkan bahwa Trump bakal meninggalkan perbincangan kalau mereka terbukti Nggak produktif.

“Tetapi kami menginginkan bakal lebih bagus. Kami sungguh-sungguh menginginkan Kim Jong-un bakal mengambil kesempatan guna membongkar program senjata nuklirnya, dan melakukannya dengan cara damai,” katanya.

“Libya ialah contoh dari penerapan janji AS. sesudah menyepakati perjanjian perlucutan senjata dengan Libya pada tahun 2003, pada tahun 2011 AS menyerbu dan membom Libya, berakhir dengan tindakan mematikan presidennya, Muammar Gaddafi,” kata Profesor Petras.

“Siapa juga yang percaya bahwa Libya ialah kasus perjanjian yang sukses dengan Amerika Serikat perlu diperiksa, sebab siapa juga yang mengambil jalan melucuti senjata dan mempercayai AS guna menghormati niat damainya sungguh-sungguh salah,” tambahnya.

Pada hari Minggu, Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton menjelaskan bahwa Amerika Serikat menyaksikan penggunaan “model Libya” selaku cara guna memaksa Pyongyang menyerahkan senjata nuklirnya.

Pengumuman terbuka Bolton mengacu pada perjanjian Muammar Gaddafi pada Desember 2003 guna menyerahkan program senjata nuklir Libya, yang masuk didalamnya memungkinkan sentrifugal uranium dikirim menuju AS.

Profesor Petras menjelaskan, “Bangsa Iran wajib sadar bahwa mereka perlu mempertahankan sekutunya di Timur Tengah dan mempertahankan kapasitas mereka guna membalas terhadap sekutu AS, khususnya Arab Saudi dan Israel yang amat menyokong tempur dan invasi menuju Iran.”

“Aku pikir pertanyaannya ialah apakah Iran bakal mempunyai perjanjian dengan Eropa. Dan pertanyaannya, bagaimana sebagian besar tertuntaskan oleh Eropa, khususnya Prancis, Inggris, dan Jerman, yang merespon keputusan strategi sanksi. Keputusan strategi sanksi Washington bakal diarahkan guna merongrong hubungan Eropa dengan Iran, memaksa Iran guna bergantung pada yaitu China, Rusia dan bisa jadi banyak sekutu Timur Tengah atau Asia,” ia menyimpulkan. [ARN]


Dapatkan Iran Mempertahankan Diri dari Agresi AS?

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.