Dakwah Ditengah Kaum Jahat itu Berat, Anda semua Takkan Kuat, Biar Gus Yahya Saja!!

Dakwah Ditengah Kaum Jahat itu Berat, Kalian Takkan Kuat, Biar Gus Yahya Saja!!

Dakwah Ditengah Kaum Jahat itu Berat, Anda semua Takkan Kuat, Biar Gus Yahya Saja!!

Oleh: Muhammad Arief Junaydi

Lawatan Katib Aam PBNU KH. Yahya Cholil Staquf ke Israel di depan para punggawa – punggawa Israel makin membuka mata kita.

Sejatinya hal semacam ini tidak Penting diperpanjang dan pro kontra lagi kalau kita sungguh mau bijak dan jenius, karena perihal Lawatan beliau telah ada beberapa klarifikasi salah satunya dari Ketum PBNU Prof. Dr. KH. Said Siradj lewat video beliau yg sempat saya share, maka dengan hal tersebut kita sejatinya telah tercerahkan bahwa point perlunya beliau tdk mewakili NU secara spesial, melainkan dr pribadi beliau untuk menyampaikan pesan perdamaian ke Israel untuk kesejahteraan hak-hak kemerdekaan Palestina.

Bahkan jikalau kita mau jujur dengan sikap Yai Yahya Cholil .S beliau meniru prinsip para Wali Songo dalam mengatasi konflik antar agama antar Suku, dalam tubuh Wali Songo ialah aliran yg juga ingin memberantas segala bentuk kemungkaran dan penindasan dengan cara aksi anarkis atau perang tapi ada juga yg lebih bijak yaitu dengan istilah “Kita Tangkap Ikannya tapi Jangan Keruhkan Airnya” dan hal ini yg dipraktekkan oleh Sunan Bonang dan Saudaranya Sunan Drajat serta Sang Murid Sunan Kali Jaga. Beliau bertiga lebih memilih metode ketentraman dan konsep Kedamaian dalam menyampaikan pesan2 Ilahi dan perjuangan Sang Nabi. Hal senada pernah ditunaikan Rais Akbar NU Mbah Yai Hasyim Asy’ari dalam Amar Ma’ruf Nahyu Munkar dimana diawal2 beliau merintis tanah Jombang yg notabene tempat gembong para orang2 jahat, tapi beliau bahkan lebih memilih cara beliau masuk dan berinteraksi langsung didalamnya dengan memberikan pencerahan dan pesan2 Syariat Agama, begitu pula Gus Miek yg kerap keluar masuk ke tempat2 maksiat dimana beliau beberapa yg salah difahami dan dinilai “Ta’aawun ‘ala Al-Itsmi” padahal beliau memberikan pesan2 agama sosial dan moral yg lebih efektif dengan masuk dan mendatangi secara langsung para pelaku kemaksiatan tsb.

Yai Yahya Cholil Staquf mempergunakan cara2 diatas dengan cara masuk langsung ke pusat orang2 durjana Israel tapi dengan menyampaikan pesan2 sosial, kemanusiaan, kecintaan dan keagamaan serta hak-hak hidup kemerdekaan atas Palestina.
Saya tergugah dan terpukau atas video Yai Yahya Cholil Staquf yg dishare oleh Ketua Ansor Yai Yaqut Cholil Qaumas dalam video tsb. Yai Yahya Cholil Staquf dawuh “Saya Disini Untuk Palestina, Untuk Palestina” yg membikin saya terpukau ialah beliau mengatakannya ditengah-tengah para dedengkot Israel.

Coba Anda semua para tukang nyinyir bayangkan, berani-kah berbuat seperti ini ?
Dalam bahasa kasarnya, Nggak ditembak endase oleh orang2 Israel untung besar.
Ibaratnya datang di tengah2 para punggawa Barcelona lalu bilang “Saya disini untuk Real Madrid, untuk kecintaan ke Real Madrid” nggak dilempar botol dan nggak digebukin untung besar oleh punggawa Barcelona.

Telah kita ketahui bareng selama ini kaum yg senantiasa menyerbu NU ialah Kaum Wahhabi Wa Man Asybaha Fikruhu dengan bermacam-macam argumentasi keagamaan dan bla bla bla…
Nah, anehnya akhir-akhir ini semenjak Lawatan Yai Yahya, kok beberapa para pengikut Syiah yg kian melontarkan kata-kata tidak terpuji ke beliau mulai dari bahasa caci maki misuh sampe bahasa2 hewan dialamatkan ke Yai Yahya.
Angkat bicaranya para pengikut Syiah tersebut kian memperoleh beberapa sorotan dan sokongan baik dari Syi’ah sendiri, Kaum Wahhabi yg menyamar bahkan dari Aswaja pun ada yg mengiyakan kebencian kepada Yai Yahya, dengan argumentasi “Tidak Seluruh Syiah itu seperti itu” , oke saya setuju bahwa dari seluruh aliran Syi’ah tidak melenceng yg saya tahu dan saya pelajari dari kutipan tokoh2 NU.

Setidaknya ada 2 polemik bagi pengikut Aqidah Syiah atas hal ini:

Ke-1: Mengangkat kembali isu konflik Sunni-Syi’ah di Sampang sebab bagian pengikutnya yg jadi Ustadzah di Syiah dan memperoleh penghalauan sekarang meninggal dunia dan jasadnya sekarang terombang ambing, dari segi kemanuisaan dan rasa sosial saya selaku pengikut ASWAJA tentu menyesalkan juga akan hal itu, tapi efek dari hal itu ada orang Syiah yg angkat bicara dengan merambat ke pemvonisan salah bahkan mencaci maki Sahabat dan Ummul Mu’minin dengan argumentasi beliau-beliau Radhiyallahu ‘Anhum lah yg ke-1 kali mengenyampingkan jasad cucu Nabi Saw sehingga dinilai mewariskan dosa dan kesemena2an dan pantas utk dicaci dan dilaknat.

Ke-2: Suara-suara kaum Syiah di Iran dan Syiah lainnya selama ini yg menyuarakan kemerdekaan bagi Palestina dengan selalu melaksanakan aktifitas long march yg disebut “Yaumul Qudsi” bahkan menurut beberapa tulisan pengikut Syiah bahwa hal itu termasuk amaliah yg bernilai pahala ibadah, oke saya acungi jempol atas keseriusan hal itu sebab kami-pun sama mempunyai rasa kecintaan dan perhatian atas Palestina, tapi yg saya sesalkan atas pencaci-makian beberapa orang Syiah ke Katib Aam PBNU yg dinilai pro Israel.

Dari 2 point diatas saya pun bertanya-tanya dalam hati. Biasanya pengikut Syiah itu jenius kok tumben sekarang jadi koplak ?

Wahai pengikut Syiah dari bermacam aliran dan madzhab baik Imamiyah, Rafidhah, Ja’fariyah, Zaidiyah, Fathimiyah, Ismailiyah, Kaisaniyah dll.
Ingaaaat 2 publik figur NU kami alm. KH. Abdurrahman Wahid dan KH. Said Aqil Siradj jadi bulan2an tudingan dan fitnah cuma gara2 beliau berdua menyuarakan hak-hak Anda semua di negeri ini.

@ alm Gus Dur: “NU itu Syiah minus Imamiyah, dan Syiah itu NU plus Imamiyah”
@ KH. Said Aqil Siradj ikut hadir perayaan 10 ‘Asyura yg biasa dirayakan dan diritualkan orang2 Syiah beberapa tahun lalu “Mari kita lestarikan ritual ‘Asyura yg nyaris punah”

Beliau berdua sebab hal itu dituduh difitnah dan dihujat sedemikian rupa baik dari dalam NU sendiri maupun di luar NU yg dinilai sudah ikut faham Syiah, padahal sebenarnya beliau berdua tidak seperti apa yg dituduhkan.
Kami siang malam selalu melaksanakan pembelaan kepada beliau baik menyediakan tulisan2, bukti klarifikasi maupun dialog. Sementara Anda semua adem ayem aman tenang tanpa beban. Kemudian dimanakah rasa terima kasih Anda semua ke NU Wahai pengikut Syiah…
Apa seperti itu cara Anda semua membalas jasa ?
NU ialah organisasi terbesar di Nusantara yg memayungi Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah dan mencounter faham-faham melenceng diluar Aswaja, itu selalu disuarakan oleh tokoh2 NU mulai dari Mbah Hasyim Asy’ari sampai KH. Said Aqil Siradj lewat karya2 tulis beliau, jadi kaum di luar Aswaja nggak usah heran dan panik kalau kami membela Aqidah dan Tokoh2 NU kami, begitu juga membela orang-orang yang kami cintai sesuai faham dan aqidah kami.

Selaku penutup tulisan ini saya katakan:

ASWAJA NU CINTA KELUARGA NABI, IBU-AYAH NABI DAN CINTA SEMUA PARA SOHABAT DAN ISTRI-ISTRI NABI CINTA KETURUNAN NABI TANPA TERKECUALI, KARENA KECINTAAN ITU ADALAH AJARAN NABI Shallallahu ‘alaihi wa sallama.

Johor Darul Ta’zhim Malaysia
16/06/2018.

Source by Hakim Abdul

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: Hakim Abdul

KOLOM KOMENTAR ANDA :