Daftar Para Mufti Wahabi Pembuat Fatwa Horor dan Takfiri

Inilah daftar sebagian tokoh-tokoh ulama Wahabi, sebaiknya ummat Islam mengenal mereka bahwa mereka ialah para Mufti Wahabi. Ummat Islam selama ini mengenal mereka selaku para Ulama Ahlussunnah Wal jema’ah padahal mereka ialah Wahabi asli. Para Mufti Wahabi ini ialah pembuat Fatwa Horor dan Takfiri (suka mengkafirkan) yang berakibat pertumpahan darah ….

 

Islam-Institute, RIYADH – Ada lebih dari 90 Sheikh dan Mufti Wahabi selama dekade terakhir sudah mengeluarkan ratusan fatwa horor dan takfiri. Mereka memberikan perintah menghabisi dan teror ke para pengikut mereka di seluruh dunia. Fatwa ekstrim ini sudah dilaksanakan kepada ribuan orang, merupakan sebuah kejahatan menabrak konvensi internasional.

Penduduk warga di Timr tengah, khususnya negara-negara seperti Irak, Suriah, Yaman, dan Bahrain, tiap-tiap hari berhadapan dengan tragedi baru yang mengatasnamakan Islam. Para pelaku aksi teror dalam melaksanakan serangan-serangan teror mereka senantiasa dilatarbelakangi oleh fatwa-fatwa para mufti Wahabi Saudi.

Apakah Amerika dan Barat yang tiap-tiap hari mengakui “membela” orang-orang tertindas, peduli dan menjaga hak asasi manusia? Apakah pernah Amerika dan Barat angkat bicara atas fatwa-fatwa ekstrim mufti Wahabi Saudi? Bukankah nama-nama pemberi fatwa ekstrim itu sanggup dengan mudah didapati di akun jejaring sosial yang mereka miliki, dalam situs-situs milik mereka, dan di majalah-majalah yang mereka terbitkan?

Setidaknya ada 90 nama mufti Wahabi inti yang senantiasa membikin perselisihan agama dan mazhab di wilayah, dan mengeluarkan fatwa-fatwa takfiri untuk para pengingkutnya. Saban harinya mufti-mufti ini mengeluarkan perintah (fatwa) menghabisi dan mengkafirkan. Sebagian dari mereka ialah para mufti dan sheikh terkenal yang dekat dengan keluarga kerajaan saudi, dan memperoleh jaminan dan penjagaan dari kerajaan Saudi.

Sekolah-sekolah Takfiri Wahhabi selama dekade terakhir ini, aktif memobilisasi warga untuk berperan serta dalam menggulingkan Presiden Bashar al-Assad di Suriah. Mereka membikin kehancuran di Irak, baik dengan berkoalisi dengan kelompok-kelompok bersenjata di Suriah dan Irak atau dengan jihad nikah yang dikampanyekan oleh para mufti Wahabi untuk memuaskan hasrat sex para jihadis. Seluruh Sheikh Wahabi ini ialah dalang dari fatwa-fatwa horor yang sudah membikin Suriah, Irak dan Yaman bergejolak dalam suasana perang barbau terorisme.

Yang lebih mengherankan lagi, kebanyakan dari para mufti itu ialah para guru, ustadz atau alumni lulusan universitas Mohammad bin Saud, lembaga pusat kajian pemikiran Wahabi. Selain itu ada juga universitas Ummul Qura yang Saat ini jadi pusat pengajaran pemikiran dan ideologi Wahabi di Arab Saudi.

Di antara para Sheikh Wahabi, ada nama-nama yang cukup terkenal seperti Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh, yang tecatat selaku mufti besar Arab Saudi, yang baru-baru ini memberikan landasan syariat atas hukum eksekusi mati ke seorang ulama Syi’ah Nimr al-Nimr.

Begitu juga dengan Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin eks mufti Saudi sebelumnya yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, juga termasuk mufti Saudi yang terkenal.

SheikhAbdullah bin Abdurrahman Al Jibrin pada perang 33 hari antara gerakan perlawanan Hizbullah dengan Israel pada tahun 2006 mengeluarkan fatwa kontroversial. Dalam fatwanya ia menjelaskan, “Saban muslim wajib membela Israel dalam perang ini dan mengharamkan kerjasama apapun dengan Hizbullah Lebanon”.

90 orang Sheikh Wahabi ini selama dekade terakhir, mengeluarkan fatwa yang sesuai dengan keputusan strategi politik kerajaan Al-Saud di wilayah. Mereka berusaha mengutak-atik dalil-dalil syar’i untuk melegalkan isu-isu yang sedang berkembang di wilayah, atau mendukung para pemuda untuk mengangkat senjata dan berjihad melawan para penentang rezim Saudi.

Setidaknya 38 Sheikh Wahabi pada kejadian peledakan (6/12/2006) di tempat suci kaum syi’ah di Askarien, mengeluarkan fatwa ekstrim dan sektarian yang mengajak orang-orang untuk memerangi kaum Syi’ah di Irak.

Sementara itu, empat orang marja’ Syi’ah mengajak kaum muslimin untuk menahan dari atas peledakan tempat suci itu, dan mengingatkan untuk ndak terjebak dalam fitnah sektarian yang dikomandani ulama Wahabi.

Seperti ini pula masuknya Rusia dalam perang melawan teroris ISIS di Suriah atas permintaan pemerintah Suriah dan mandat PBB pada akhir September lalu. Membikin 55 Sheikh Wahabi angkat bicara dan mengeluarkan fatwa jihad melawan Rusia dan Suriah.

Para Sheikh Wahabi juga mengeluarkan daftar nama-nama Sheikh yang ndak mengharamkan menghabisi orang-orang yang ndak berdosa, seperti Abdullah bin Mohammed Al-Ganiman, Sheikh Abdurrahman bin Nasir al-Barraki, Nasir bin Sulaiman Al-Amri, Khaled bin Abdullah Al-Ajimi, Abdullah bin Umar Al-Damiji, Mohammad bin Ahmad Al-Faraj, Ahmad bin Abdullah Alu Syiban, Abdulaziz Nasir Jalil, Al-Abbas bin Ahmad Al-Hazimi dan lainnya.

Dalam daftar itu ndak tertulis nama Yusuf Qardhawi, walaupun ia lulusan al-Azhar Mesir, tetapi pada tahun-tahun terakhir ia merapat ke para ulama Wahabi, dan ikut andil dalam pengeluaran fatwa-fatwa ekstrim dan kontroversial.

Di sini kami akan memperkenalkan nama-nama para mufti Wahabi yang senantiasa mengeluarkan fatwa horor dan sektarian, serta belum pernah mengeluarkan fatwa yang melarang kaum muslimin dari perselisihan dan pertumpahan darah. Mereka bahkan belum pernah menjelaskan bahwa kaum mulimin satu sama salin saling bersaudara, dan ndak pernah tampak menyerukan persatuan kaum muslimin. Sementara ulama-ulama Ahlussunnah dan Syi’ah senantiasa menyerukan persatuan, persaudaraan, kasih sayang, dan kehidupan yang damai di antara sesama kaum mulimin walaupun berlainan mazhab.

Berikut ialah 91 Mufti Wahabi yang anti persatuan Ummat Islam;

  1. Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh, grand mufti Saudi.
  2. Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin eks mufti Saudi.
  3. Sheikh Abdurrahman bin Nasir al-Barraki, guru besar di universitas Mohammad bin Saud.
  4. Abdullah bin Mohammed Al-Ganiman, ketua pemeriksaan di universitas Mohammad bi Saud.
  5. Abdulaziz bin Abdullah Al-Rajihi, guru besar di universitas Mohammad bin Saud.
  6. Abdullah bin Abdullah Al-Zayed, eks dekan di universitas Madinah al-Munawarah.
  7. Safar bin Abdul-Rahman al-Hawali, eks ketua bidang ideologi di universitas Ummul Qura.
  8. Abdullah bin Hamud Tuwaijiri, eks ketua bidang sunnah di universitas Mohammad bin Saud.
  9. Abdurrahman Al-Sholeh Al-Mahmud, staf pengajar aqidah di universitas Mohammad bin Saud.
  10. Nasir bin Sulaiman Al-Amri, guru besar di universitas Mohammad bin Saud dan penanggung jawab situs Al-Muslim.
  11. Al-Abbas bin Ahmad Al-Hazimi, guru besar di universitas islam.
  12. Abdulaziz bin Abdul fatah Al-Qari’i, ketua jurusan Al-Quran di universitas Mohammad bin Saud.
  13. Mohammad bin Abdurrahman Al-Ajimi, ketua urusan kemahasiswaan di universitas Mohammad bin Saud.
  14. Ahmad bin Abdullah Syiban, manta guru besar di bagian universitas di provinsi Asir.
  15. Ali bin Sa’id Al-Ghamidi, eks guru besar di universitas Mohammad bin Saud.
  16. Muhammad bin Sa’id Al-Qahthani, guru besar akidah di universitas Ummul Qura.
  17. Sa’ad bin Abdullah Al-Humaid, guru besar di universitas Mohammad bin Saud.
  18. Abdullah bin Umar Al-Damiji, ketua jurusan Ushuluddin di universitas Ummul Qura.
  19. Abdulaziz Nasir Al-Jalil, cendikiawan dan pendakwah.
  20. Abdullah bin Nasir Al-Sulaiman, peneliti hukum di Arab Suadi.
  21. Mohammad bin Ahmad Al-Faraj, eks guru besar di universitas Mohammad bin Saud.
  22. Khaled bin Abdullah Al-Shamrani, ketua jurusan hukum di universitas Ummul Qura.
  23. Ahmad bin Saad Al-Ghamidi, guru besar di universitas Mohammad bin Saud.
  24. Sulaiman bin hamd Al-Audah, ketua jurusan sastra Arab di universitas Al-Qashim.
  25. Yusuf bin Abdullah Al-Ahmad, guru besar di universitas Mohammad bin Saud.
  26. Fahd bin Sulaiman Al-Qadhi, eks ketua amal ma’ruf nahi mungkar.
  27. Mohammad bin Sulaiman Al-Mas’ud, Hakim di Jeddah.
  28. Abdulaziz bin Salim Al-Amri, imam Masjid Hubaish di Riyadh.
  29. Ahmad Abdullah Al-Amari, eks guru besar.
  30. Ahmad bin Ibrahim Al-Haidari, guru besar di universitas Mohammad bin Saud.
  31. Saad bin Nasir Al-Ghanam, seorang pendakwah wahhabi.
  32. Abdurrahman bin Saad Al-Shatri, guru besar di universitas Mohammad bin Saud.
  33. Khaled bin Mohammad Al-Majid, guru besar di universitas Mohammad bin Saud.
  34. Nasir bin Abdullah Al-Jabru’, Hakim di Riyadh.
  35. Ibrahim bin Mohammad Al-Jarullah, penulis pemikiran Wahhabi.
  36. Abdurrahim bin Shamayel Al-Salmi, anggota amal ma’ruf nahi mungkar.
  37. Khaled bin Mohammad Alu Zariq Al-Shahrani, guru besar di universitas provinsi Asir.
  38. Ahmad bin Hasan bin Mohammad Alu Abdullah, eks guru besar di universitas provinsi Asir.
  39. Mohammad bin Abdullah Al-Habdan, penanggung jawab situs Nur Al-Islam.
  40. Mohammad bin Abdulaziz Al-Lahem, Khotib Jumat.
  41. Mohammad bin Nasir Al-Sahibani.
  42. Saud bin Abdullah Al-Fanisan.
  43. Ahmad bin Abdullah Al-Zahrani.
  44. Sholeh bin Abdullah Al-Durwaisi.
  45. Abdulaziz bin Abdul Muhsin Al-Turki.
  46. Mohammad Musa Al-Syarif.
  47. Hasan bin Sholeh Al-Humaid.
  48. Abdurrahman bin Jamil Qishash.
  49. Nasir bin Yahya Al-Hunaini.
  50. Mohammad bin Abdullah Al-Duwaish.
  51. Mohammad bin Abdullah Al-Khidri.
  52. Utsman bin Abdurrahman Al-Atsim.
  53. Ahmad bin Abdulaziz Al-Shawi.
  54. Ibrahim bin Abdurrahman Al-Turki
  55. Mohammad bin Abdulaziz Al-Majid.
  56. Adil bin Ahmad Bana’mah.
  57. Basim bin Abdullah Alim.
  58. Musfir bin Abdullah Al-Bawaridi.
  59. Abdullah bin Tuwairish Al-Tuwairish.
  60. Abdullah bin Nasir Al-Shabih.
  61. Abdullah bin Abdurrahman Al-Wathban.
  62. Abdul Hamid bin Abdullah Al-Wabil.
  63. Sulaiman bin Abdullah Al-Saif.
  64. Abdullah bin Mohammad Al-Qu’ud.
  65. Hamud bin Dhafir Al-Shahri.
  66. Muwafiq Abdullah Kadsah.
  67. Mohammad bin Ali Musmali.
  68. Mahmud bin Ibrahin Al-Zahrani.
  69. Ibrahim bin Mohammad Abkar Abbas.
  70. Mohammad bin Said Bafil.
  71. Hamdan bin Abdurrahman Al-Sharqi.
  72. Ahmad bin Mohammad Bathup.
  73. Jamaz bin Abdullah Al-Jamaz.
  74. Mash’al Mas’ud Al-Qahthani.
  75. Ahmad bin Ali Al-Rashud.
  76. Saad bin Ali Al-Amri.
  77. Mohammad bin Ewad Al-Sarhani.
  78. Thoriq bin Ahmad Al-Faris.
  79. Ali bin Ibrahim Al-Muhith.
  80. Ali bin Ahmad Alu Ishaq.
  81. Abdulaziz bin Abdullah Al-Mubdil.
  82. Ibrahim bin Mohammad Akiri.
  83. Mohammad bin Hamid Alu Ustman Al-Ghamidi.
  84. Abdullah bin Hamd Al-Jalali.
  85. Nasir bin Sulaiman Al-Amri.
  86. Abdullah bin Ibrahim Al-Rais.
  87. Abdulaziz bin Mohammad Al-Rashid.
  88. Isa bin Durzi bin Muballig.
  89. Adnan Ar’ur, penduduk negara Suriah dan pengisi acara wahabi di bagian stasiun TV.
  90. Mohammad Uraifi, imam Masjidil Haram.
  91. Adel Kalbani, Muballig terkenal dan eks imam Masjidil Haram.

(AL/ARN/AU/AM/Raialyoum)

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :