Curhatan Kesal Yusril Enggak Diajak Gabung Gabungan Prabowo

Curhatan Kesal Yusril Tak Diajak Gabung Koalisi Prabowo

Curhatan Kesal Yusril Enggak Diajak Gabung Gabungan Prabowo


Akun Instagram Yusril

JAKARTA – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (Ketum PBB), Yusril Ihza Mahendra, kembali mencurahkan isi hatinya di dunia maya soal nasibnya di pemilihan presiden. Melalui akun Instagram-nya, @yusrilihzamhd, dia menceritakan bagaimana sakit hatinya sebab tidak diajak berkoalisi gabungan Prabowo Subianto.

Baca: #DennySiregar: Gue Suka Gaya Lo, Pak Yusril

KOALISI KEUMATAN ITU HANYA FATAMORGANA !? Oleh: Yusril Ihza Mahendra . KOALISI keumatan itu cuma fatamorgana yang tak pernah ada di alam nyata. Partai Bulan Bintang (PBB) tak pernah terlibat di sana, bahkan kita komplain nama kita dibawa-bawa tanpa pernah diajak bicara. Beberapa kali sekretaris jendral dan fungsionaris DPP PBB menghubungi Gerindra dan PAN mengenai gabungan yang digagas Habib Rizik itu, tetapi tak ada respons samasekali. Kita telah sering bantu Gerindra, tetapi saat partai kita terpuruk dikerjain KPU, apakah ada sekedar salam mempertunjukkan simpati kpd kita ??. Baik Gerindra, maupun PKS, PAN yang disebut Gabungan Keumatan itu tak pernah ada. Simpati malah datang dari partai sekuler saat 21 Dapil kita (21 Dapil PBB) diganjal di KPU. sekretaris jendral dan Ketum-nya menawarkan diri jadi saksi di Bawaslu untuk menjelaskan bahwa mengapa KPU tak adil kpd PBB, sementara partai mereka juga terlambat menyerahkan data caleg. Kesan saya, bagi Gerindra, PKS dan PAN, PBB ini lebih baik masuk liang lahat daripada tetap ada. Begitu juga saat keluar Keputusan Ijtimak Ulama yang jauh melenceng dari Rekomendasi sebelumnya, mana ada protes dari DPW ? Apalagi Ketua Umum Gerindra secara terbuka menfitnah saya dengan menjelaskan bahwa beliau memang mengklaim terus jelas tak pernah berbicara dengan Ketua Umum PBB sebab “tiap kali dihubungi beliau senantiasa berada di luar negeri”. Mana ada aktivis PBB yang membela Ketua Umumnya yang diperlakukan seperti itu? Di kalangan ulama peserta ijtimak di Hotel Peninsula, sikap Prabowo yang tak memilih UAS atau USA juga problem. Sekarang, siapa yang tak patuh kpd ulama? Konon sekarang akan diselenggarakan Ijtimak Ulama Tahap II untuk mengambil keputusan apakah akan membenarkan atau menolak keputusan Prabowo yang memilih Sandiaga Uno, seorang pedagang, bukannya ulama, sementara Joko Widodo malah memilih ulama yang juga Ketua MUI dan sekaligus Rois Am PB NU, walau Joko Widodo tak pernah memperoleh amanat sedemikian dari para ulama yang berijtimak. Jika ulama peserta ijtimak saja masih mempersoalkan. . . LANJUT DIKOMEN !!!!

Loading...
loading...

A post shared by Yusril Ihza Mahendra (@yusrilihzamhd) on

“Gabungan keumatan cuma fatamorgana yg tidak pernah ada di alam nyata. PBB tak pernah terlibat disana. Bahkan kita komplain nama kita dibawa-bawa tanpa pernah diajak bicara,” kata Yusril melalui akun pada Senin 14 Agustus 2018.

Baca: Ada Cukong Besar Dibalik Uang 1 Triliun

Ia menceritakan bahwa sudah beberapa kali sekjen fungsionaris PBB menghubungi Gerindra dan PAN mengenai gabungan yang digagas Habib Rizieq itu, tapi tak ada respons sama sekali.

“Kita telah sering bantu Gerindra, tapi saat partai kita terpuruk dikerjain KPU, apakah ada sekedar salam mempertunjukkan simpati pada kita? Baik Gerindra maupun PKS, PAN yg disebut gabungan keumatan itu, tak pernah ada,” kata Yusril.

Baca: Pemilihan presiden 2019, Pertarungan antara Khilafah dan Islam Nusantara

Simpati malah datang dari partai sekuler saat 21 dapil diganjal KPU. sekretaris jendral dan ketua umumnya menawarkan diri jadi saksi di Bawaslu untuk menjelaskan mengapa KPU tidak adil pada PBB. Sementara partai mereka juga terlambat menyerahkan data caleg.

“Kesan saya bagi Gerindra, PKS, PAN, PBB ini lebih baik masuk liang lahat daripada tetap ada. Begitu juga saat keluar keputusan ijtima ulama yang jauh melenceng dari rekomendasi sebelumnya, mana ada protes dari DPW?” kata Yusril. (ARN/Viva)

Loading...


Source by Samsul Anwar

loading...

You might like

About the Author: Samsul Anwar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *