Curhat! Penyokong Kecewa, Prabowo Tidak Dapat Shalat



Islam Institute, Jakarta—Jangan Ajak Keluargamu Masuk Neraka!

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ …

Selaku penyokong anggota milisi bapak Prabowo saya termasuk setia ikut aktifitas beliau dalam ajang pemilihan presiden 2019 ini, sebab saya menganggap beliau pemimpin yg pas untuk Indonesia, sebab tegas dan menjaga Islam beserta seluruh ulamanya.

Saat rame2 orang mempersoalkan keislaman Prabowo, disitulah saya mulai memperhatikan secara seksama bagaimana beliau melakukan ibadahnya.

Saya juga tidak percaya waktu ada isu bahwa Prabowo Tidak mau untuk jadi imam shalat waktu Putra figur publik NU KH Salahuddin Wahid, Irfan Asyari Sudirman atau Ipang Wahid, pas solat, ada Calon Presiden diminta jd imam. Namun nolak & malah minta Yenny jd imam.

Calon Presiden itu Presiden Jokowi atau Prabowo?

Dari pengamatan saya ikut bapak Prabowo, ternyata beliau belum pernah sama sekali jadi imam shalat, dari sinilah saya bertanya-tanya, kenapa beliau tidak mau jadi imam shalat?

Saat saya berkesempatan shalat bareng beliau dan Ada di dekatnya, saya coba menyimak pas sholat dhuhur. Saya menyaksikan beliau tidak mengucapkan sepatah kata pun dalam doa, bahkan mata beliau senantiasa menyaksikan gerakan imam shalat untuk menirukannya.

Dalam beberapa kali Peluang shalat bareng beliau, yang paling sering sholat dhuhur, kadang maghrib dan isya, untuk sholat subuh, saya belum pernah bareng dengan beliau.

Saya juga belum pernah menguping beliau membaca Surat Al-Fatihah :

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin. Arrohmaanirrohiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaakana’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinasshiroothol Mustaqiim. Shirootolladziina an’amta ‘alaihim ghoiril maghdhuubi ‘alaihim waladhdhooolliin. Aaamiin.

Saya jadi ragu, apakah bapak Prabowo ini tidak mempelajari Islam dengan serius?

Hadits Nabi berikut ini selaku bagian bukti begitu seriusnya Islam melihat masalah kepemimpinan ini. Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:

إِذَا كَانَ ثَلاَثَةٌ فِي سَفَرٍ فَلْيُؤَمِّرُوا أَحَدَهُمْ

“Kalau ada 3 orang bepergian, hendaknya mereka mengangkat salah seorang di antara mereka jadi pemimpinnya.” (HR Abu Dawud dari Abu Hurairah).

Hadits ini secara terang memberikan gambaran betapa Islam amat melihat penting masalah memilih pemimpin. Hadits ini memperlihatkan bagaimana dalam sebuah kubu Muslim yang amat sedikit (kecil) pun, Nabi memerintahkan seorang Muslim supaya memilih dan mengangkat salah seorang di antara mereka selaku pemimpin.

Komitmen para ulama salaf dalam memahami ayat-ayat tersebut memperlihatkan bahwa ayat-ayat mengenai hal larangan memilih pemimpin non Muslim bagi kaum Muslimin sudah memperlihatkan derajat mutawattir (disepakati), sehingga tidak muncul perbedaan pandangan (khilafiyah) di kalangan mereka.

Saya pun berkonsultasi dengan Habib panutanku, beliau mengatakan dengan tegas kembali ayat tersebut di atas. Lalu saya menceritakan pilihan pemimpin yang akan saya pilih yaitu Prabowo, dan menceritakan apa yang saya lihat mengenai hal keislaman beliau, lalu saya menanyakan, apakah saya berdosa bila tetap memilih beliau selaku pemimpin negara ini?

Habib yang amat saya hormati itu menjawab : “Jika mau masuk neraka ya masuk sana sendiri, jangan ajak keluargamu!”

Saya cuma dapat terhenyak kaget!

Selaku imam Famili haruskah saya mengajak keluargaku masuk neraka sebab memilih pemimpin yang tidak sesuai ajaran Islam?

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Abu Bakar Salim

(suaraislam)

Shared by Ahmad Zaini

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.