China Ancam AS atas Tindakan Beresiko di Laut China Selatan

China Ancam AS atas Tindakan Beresiko di Laut China Selatan

BEIJING – China sudah mengingatkan Amerika Serikat bahwa tindakan berisiko militernya di dekat kepulauan yang disengketakan Nggak bakal mempengaruhi keputusan Beijing demi menjaga kepentingannya di Laut China Selatan.

“China Nggak bakal takut oleh kapal angkatan bersenjata atau pesawat terbang apa pun, dan kami cuma bakal lebih kukuh melaksanakan seluruhnya langkah yang diperlukan demi mempertahankan kedaulatan dan keamanan negara, demi menjaga perdamaian dan stabilitas wilayah Laut Cina Selatan,” ujar Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Hua Chunying, pada hari Rabu (06/06) seusai muncul laporan-laporan bahwa dua pembom Angkatan Udara AS B-52 sudah terbang di dekat pulau-pulau yang disengketakan di wilayah tersebut.

Hua menjelaskan meski ada pengakuan dari Washington bahwa China sedang melakukan militerisasi Laut China Selatan dengan membangun fasilitas di pulau karang dan pulau-pulau kecil yang disengketakan, sesungguhnya tindakan Amerika Serikat, seperti menyampaikan “berbagai kategori senjata ofensif” lah yang sanggup disebut selaku bentuk militerisasi.

Hua meminta AS demi cepat menghentikan provokasinya sebab amat berisiko menimbulkan problem lanjutan.

China mengakui seluruh Laut China Selatan, di mana China, Taiwan, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Filipina semuanya mempunyai pengakuan yang sama.

Pada hari Sabtu, Menteri Pertahanan AS Jim Mattis menuduh Tiongkok melaksanakan tindakan koersif di wilayah, yang katanya memupus harapan Washington demi bekerjasama dengan China pada hubungan “berorientasi kepada hasil”. Ia menjelaskan AS bakal “bersaing dengan keras” kalau China terus memperluas kehadiran militernya di daerah tersebut.

Vietnam dan Filipina mengumumkan keprihatinan bulan lampau seusai angkatan udara China meluncurkan latihannya di Laut Cina Selatan dan pembom mendarat di pulau-pulau yang disengketakan. Lantas pada bulan itu, media Barat mempublikasikan citra satelit yang memperlihatkan bahwa rudal permukaan-ke-udara yang dipasang di truk atau rudal jelajah anti kapal sudah dikerahkan di Woody Island di laut yang disengketakan. (ARN)

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOMENTAR: Jika ada artikel yang salah, dll, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.