Cerita Sufi: Jangan Menjalankan Amar Makruf Nahi Munkar Secara Munkar!

Cerita Sufi: Jangan Menjalankan Amar Makruf Nahi Munkar Secara Munkar!

Muhammad Ibnu Zakaria al-Ghulabi meriwayatkan cerita Abdullah Ibnu Muhammad Ibnu Aisyah, seorang ahli hadis kota Basrah dengan seorang pemuda pemabuk.

Pada suatu malam, Ibnu Muhammad beranjak dari masjid seusai menunaikan shalat maghrib. Dalam travelling pulang, ia menemui pemuda Quraisy yang sedang mabuk. Pemuda itu mengganggu dan menggoda seorang wanita. Si wanita berteriak sehingga ramai orang datang membantu dan memukuli si pemuda.

Untuk menyaksikan kejadian itu, Ibnu Muhammad juga berpura-pura mengenal pemuda itu sambil berseru: “Jauhi keponakanku!” Dia lalu minta pemuda itu mendekat. Si pemuda mendekat dan merangkulnya. Ibnu Muhammad lalu mengajaknya pulang dengan selamat.

hingga di rumah, dia berpesan terhadap anak-anaknya supaya memberi tempat istirahat terhadap si pemuda sambil berpesan: “Kalau dia siuman, jangan biarkan dia berangkat sebelum menemui saya!”

sesudah siuman, si pemuda diberitahu apa yang terjadi padanya. Dia malu, menangis dan ingin cepat berangkat. Namun tuan rumah berkata: “Bapakku berpesan supaya kamu menjumpainya sebelum angkat kaki.”

Ketika dijumpai pemuda itu, Ibnu Muhammad cuma berkata: “Tidakkah kamu malu pada dirimu, pada kehormatanmu, pada kehormatan orangtuamu? Takutlah pada Allah, lepaskan kebiasaan burukmu!”

Ilustrasi (Google Image)

 

Si pemuda juga menangis tersedu sembari menundukkan kepala. Tatkala mengangkat kepala, dia juga berikrar: “Saya berjanji pada Tuhan yang bakal mempertanyaan perbuatanku di akhirat kelak bahwa saya enggak bakal lagi minum dan mengulangi kebiasaan masa laluku. Saya tobat nasuha!”

Ibnu Muhammad lalu berkata: “Mendekatlah padaku!” Dia lalu mencium kepala pemuda itu sembari melepasnya berangkat.

sesudah kejadian itu, sang pemuda bahkan senantiasa menyertai Ibnu Muhammad dan ikut menuliskan hadis yang dikumpulkannya. Itulah berkah dari kelembutan!

Ibnu Muhammad suatu kali berkata: “Sungguh tidak sedikit sekali orang yang menganjurkan kebaikan dan mencegah kemunkaran sembari mengerjakan kemunkaran! Hendaklah kalian berlembut-lembut dalam segala urusan sehingga tercapai apa yang kalian inginkan!“

Dilansir dari kitab Ihya Ulumiddin karya Imam al-Ghazali, juz 2, halaman 335.

Novriantoni Kahar

Sumber: https://facebook.com/story.php?story_fbid=10155901682309102&id=684959101

(suaraislam)

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :