Kisah Sayidina Husein bin Ali bin Abi Thalib Cucu Rasulullah Saw Dibantai pada Hari Asyura

Habib Umar bin Hafiz: Tampilkan Keindahan Agama Melalui Senyuman

Kisah Sayidina Husein bin Ali bin Abi Thalib Cucu Rasulullah Saw Dibantai pada Hari Asyura

بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Dikisahkan, ketika Dinasti Umaiyah dipimpin oleh Yazid bin Muawiyah, penduduk Kufah merasa tidak cocok dan tidak suka terhadap kepemimpinan penguasa baru tersebut. Selain karna faktor kepribadiannya yg kurang Islami, seperti suka mabuk dan main perempuan, juga karna telah dianggap menyalahi perjanjian yg telah disepakati antara Sayidina Hasan bin Ali dan Muawiyah ayahnya. Karna itu Sayidina Husein tidak mau membaiat Yazid sebagai khalifah dan penduduk Kufah pun juga tidak mau membaiatnya. Bahkan penduduk Kufah khususnya kaum Syi’ah akan membaiat Husein bin Ali sebagai khalifahnya yg berkedudukan di Kufah.

Ketika Sayidina Husein bersama seluruh kluarga dan para pengawalnya berangkat ke Kufah, dan setelah sampai di karbala, kemudian dihadang dan dibunuh semuanya oleh pasukan Yazid, hanya satu yg tersisa yaitu Ali Zainal Abidin bin Sayidina Husein karna sakit dan masih kecil, bahkan kepala Sayidina Husein dipenggal oleh Ubaidillah bin Ziad pimpinan pasukan Yazid dan sekalgus sebagai gubernur Irak dan kepala tersebut diserahkan kepada Yazid sebagai bukti bahwa tugas telah dilaksanakan.

Peristiwa tersebut terjadi pada hari Asyura’ atau tanggal 10 Muharram, yg sampai hari ini masih diperingati oleh kaum Syi’ah di Iran.

Jadi, karna faktor politik lah sampek cucu kesayangan Rasulullah saw. dibunuh dan dipenggal kepalanya.
Sayidina Hasan kakak Husein juga dibunuh oleh orang-orang Yazid tapi caranya agak halus yaitu diracun oleh istrinya sendiri yg bersekongkol dengan orang-orang Yazid.

Dan perlu diingat, bahwa orang-orang yang membunuh kedua cucu Rasulullah itu bukan orang kafir tapi juga sama-sama muslimnya.

Semoga di negara kita ini selalu tenang, aman, damai, dan tentram, meski ada pemilihan presiden, boleh gegeran tetapi tidak sampai seperti di atas, yaitu saling membunuh antar sesama muslim dan sesama anak bangsa. Amin.

Mudah-mudahan kisah di atas dapat menambah cinta kita kepada ahli bait Rasulullah saw. dan juga cinta kepada Rasulullah saw. Amin Allahumma Amin.

Dari :
Group : Aswaja An-Nahdhiyyah
NKRI : Harga mati
Membaca shalawat sampai mati
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.