Cerita Muadz Ditegur Rasulullah Sebab Menuding Orang Lain Munafik

Kisah Rasulullah Dikhianati Orang yang Ditolong

Cerita Muadz Ditegur Rasulullah Sebab Menuding Orang Lain Munafik

Rasulullah marah sebab Sayyidina Muaz tidak punya hak untuk memberi label apakah seseorang pantas disebut selaku munafik.

Kelihatannya, belajar dari pengalaman Sayyidina Muaz, Sayyidina Ali bin Abi Thalib tidak mau menyebut para penentangnya, khususnya dari kalangan Khawarij selaku kaum munafik. Waktu beliau ditanya oleh para pengikut setianya, soal orang-orang Khawarij:

أ منافقون هم؟

Apakah mereka itu orang-orang munafik?

Sayyidina Ali menjawab:

إن المنافقين لا يذكرون الله الا قليلا

“Sungguh orang-orang munafik tidak mengingat Allah kecuali terlalu sedikit.”

Sayyidina Ali tahu bahwa orang-orang Khawarij itu masih melakukan shalat berjamaah dan masih mau membaca dan mendengarkan Al-Qur’an. Sebab kondisi itu, tidak pantas mereka disebut selaku munafik.

Sekarang, sebab perbedaan politik yang terang dasarnya bukan masalah teologis (ketuhanan), seseorang dengan ringan melempar tudingan munafik kepada sesama muslim. Padahal, tanpa mesti diberi tahu, orang-orang yang dituduh munafik itu senantiasa melakukan sholat berjamaah dan mau mendengarkan Al-Qur’an.

Loading...
loading...

Itu pun masih mereka bantah. Tetapi, itu khan kelihatannya? Dalam hatinya kita khan gak tahu!

Izinkan saya menjawab, bahwa masalah hati cuma Allah yang tahu. Ini dasarnya:

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَعْلَمُ اللَّهُ مَا فِي قُلُوبِهِمْ

“Mereka-mereka itu ialah orang-orang yang cuma Allah yang mengetahui apa yang ada di hati mereka…”[Surat An-Nisa’ 63]

Rasulullah bersabda:

إن الله لا ينظر الى صوركم ولا الى اجسادكم ولكن ينظر الى قلوبكم واعمالكم

“Sungguh Allah tidak menyaksikan ke rupa dan bentuk tubuh Anda semua. Tetapi Dia menyaksikan ke hati dan amal Anda semua.”

Para ulama menjelaskan:

نحكم بالظواهر والله يتولى السرائر

“Kita cuma menghukumi hal-hal yang tampak dan Allah menguasai yang tidak tampak.”

Politik ialah proses. Menang untuk Indonesia, kalah tetap menyokong Indonesia.

Jangan paksa saya jadi penyokong siapapun, sebab tugas saya mengajar bukan berkampanye.

Loading...

Source by Ahmad Naufal

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :