Cerita Duapuluh Potong Roti Untuk 2 Pemuka Agama

Cerita Duapuluh Potong Roti Untuk Dua Pemuka Agama

Cerita Duapuluh Potong Roti Untuk 2 Pemuka Agama

Beberapa cerita soal Rabiah al adwaiyah. Sufi wanita yang dikenal dengan ajaran mahabbahnya itu kehidupannya beberapa cerita hikmahnya. Salah satunya ialah saat ada 2 orang pemuka agama Hadir berkunjung Rabi’ah Adawiyah. Keduanya dalam kondisi kelaparan. Bagian dari mereka berkata,” Mudah-mudahan Rabi’ah akan mempersembahkan makanan untuk kita.” Lantas ditimpali oleh rekannya dengan menjelaskan, “Makanan yang disuguhkan Rabi’ah pasti diperolehnya secara halal.”

seusai mengucapkan salam, masukklah ia ke rumah rabiah. Seterusnya mereka duduk dan tanpa dinyana di depan mereka ada serbet yang diatasnya ada 2 potong roti. Tentu menyaksikan apa yang ada di depan matanya hati ke-2 tamu itu gembira. Pikirannya melayang akan memakan 2 potong roti itu. Tetapi apa yang dibayangkan pupus tiba-tiba. Rabiah ternyata tidak memberikan roti itu.

Ternyata roti tersebut jadi milik pengemis yang Hadir Mendadak. Ke-2 pemuka agama itu terang kecewa menyaksikan yang dilaksanakan Rabiah. Tetapi mereka tidak mampu berkata apa-apa. Tidak lama lantas seorang pelayan masuk dan membawa roti yang masih panas. Asapnya mengepul dan baunya mengundang nafsu makan. “Majikan ku teleh menyuruhku untuk mengantarkan roti-roti ini kepadamu,” si pelayan menerangkan untuk Rabiah .

Rabi’ah lantas menghitung roti-roti tersebut. Seluruh berjumlah delapan belas buah. “Mungkin sekali roti-roti ini bukan untuk ku,” Rabi’ah untuk si pelayan. Menguping apa yang dikatakan oleh Rabiah, Si Pelayanpun berusaha meyakinkan Rabiah bahwa roti itu untuknya. Tetapi yang dilaksanakan pelayan itu sia sia, akhirnya roti tersebut dibawa pulang dan diberikan untuk majikannya.

Loading...
loading...

Si pelayan berusaha meyakinkan Rabi’ah tapi percuma saja. Akhirnya roti-roti itu dibawanya kembali. Sebelum diberikan untuk Rabiah, ternyata roti itu berjumlah 20. Tetapi si pelayang meminta untuk majikannya 2 untuk dirinya sendiri. seusai sampai di rumah majikannya, pelayang meminta 2 potong roti lagi supaya genap 20 buah. seusai itu pelayan tersebut kembali ke tempat Rabiah.

Sesampainya di rumah rabiah, dihitunglah kembali roti tersebut. Anehnya Rabiah menerima sesudah mengitung jumlahnya yaitu 20 buah. “Roti-roti ini sungguh sudah dikirmkan majikanmu untukku?” kata Rabi’ah. Tidak lama lantas Rabi’ah mempersembahkan 20 roti tersebut untuk ke-2 tamunya. Dengan pikiran yang terheran-heran ke-2 tamu itu beryanya . “Apakah rahasia di balik ini seluruh?” kata bagian diantara mereka. “Kami ingin memakan rotimu sendiri tetapi engkau memberikannya untuk seorang pengemis. Lantas engkau menjelaskan untuk si pelayan tadi bahwa ke delapan belas roti itu bukanlah yang diberikan untukmu. Tetapi lantas saat semuanya berjumlah 2 puluh buah barulah engkau mau menerimanya.”

Menguping pertanyaan tersabut Rabi’ah menjawab, “Sewaktu Anda semua Hadir, saya tahu bahwa Anda semua dalam kondisi yang lapar. Lantas saya berkata untuk diriku sendiri, apakah tega untuk mempersembahkan 2 potong roti untuk 2 orang pemuka agama yang amat dihormati? Itulah yang menyebabkan saya memberi 2 potong roti untuk si pengemis yang tadi Hadir. Saya cepat memberikan 2 potong roti itu kepadanya dan memohon untuk Allah Yang Maha Besar, “Ya Allah, Engkau sudah berjanji bahwa Engkau akan memberikan pahala sepuluh kali lipat dan janji-Mu itu.. Saya sedehkahkan 2 potong roti untuk menyenangkan hati-Mu, semoga Engkau berkenan untuk memberikan 2 puluh potong selaku imbalannya. Waktu ke delapan belas roti itu di antarkan kepadaku, tahulah saya bahwa ada sebagian darinya sudah dicuri atau roti-roti itu bukan untuk disampaikan untuk ku.”

Loading...

IslamiDotCo Shared by Ahmad Naufal

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *