Cerita Banser Penjaga Negeri yang Dimusuhi Ormas Radikal seperti HTI

Cerita Banser Penjaga Negeri yang Dimusuhi Ormas Radikal seperti HTI

Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (kiri) meneliti Barisan Ansor Serbaguna (Banser). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Bagaimana sejatinya proses hancurnya Suriah?

Berawal dari kubu ormas agama yang mempergunakan nama Islam selaku baju mereka. Kubu-kelompok ini menggunakan aksesoris yang memperlihatkan bahwa mereka ialah Islam, dan mereka mengambil narasi bahwa mereka ialah “ummat Islam”.

Waktu aparat pemerintah Suriah membubarkan mereka, kubu ini langsung membangun persepsi bahwa “pemerintah Suriah anti Islam”.

Dan ini berlangsung berulang-ulang sehingga akhirnya sebagian warga Suriah percaya, bahwa ormas-ormas inilah wakil dari agama Islam di Suriah. Mereka bekerjasama dengan organisasi Islam Internasional yang dibuat jaringan mereka sendiri, supaya memperoleh legitimisasi di mata warga awam.

Dinas intelijen Amerika dan sekutunya paham situasi ini dan memotivasi mereka supaya tambah besar dan berkuasa. Biaya-dana digelontorkan juga senjata melalui tapal batas Turki untuk membangun power.

Dan waktu saatnya Sampai, kubu ormas ini lantas melaksanakan Bughot bersenjata. Maka terjadilah perang saudara di Suriah selama tujuh tahun lamanya..

Model yang sama hendak ditunaikan di negeri tercinta kita Indonesia..

Loading...
loading...

Semenjak lama gerakan mereka menyusup dan membangun narasi bahwa merekalah wakil dari ummat Islam di Indonesia. Kata-kata “Kami ummat Islam” diulang-ulang supaya jadi kebenaran dan dipercaya. Dan sialnya, beberapa yang percaya pada mereka sebab pengulangan kata-kata itu.

Sayangnya, penggagas model Suriah di Indonesia ini tidak sadar bahwa Indonesia bukan Suriah. Di negeri ini ada ormas Islam besar penjaga Indonesia Nahdlatul Ulama, dengan sayap mudanya GP Ansor dan Banser. Mereka inilah yang menghadang kubu radikal ini dalam tiap-tiap gerakannya.

Bayangkan, seandainya tidak ada yang menghalangi gerakan mereka, bagaimana nasib Indonesia ? Waktu Islam cuma diwakili oleh kubu garis keras itu dan tidak ada counter dari kubu Islam moderat seperti Nahdlatul Ulama, maka negeri ini sanggup terbelah belah sebab perang agama yang meluas dan maksud sejatinya ialah merebut kekayaan alam Indonesia.

Kita semestinya berterima kasih ke Ansor dan Banser sebab telah mau berpanas-panas menghalangi gerakan mereka di jalanan. Dan sebab Ansor dan Banser NU itulah, non muslim di beberapa wilayah masih menghormati agama Islam sebab menganggap apa yang ditunaikan kubu garis keras itu tidak mewakili Islam.

Sebab itulah Ansor dan Banser dimusuhi oleh ormas radikal seperti HTI dan terus dicari cara supaya mereka hancur. Situasi terakhir waktu terjadi pembakaran bendera HTI, mereka membangun persepsi ke warga awam bahwa yang dibakar ialah bendera tauhid dan mencoba membubarkan Banser NU yang jumlahnya jutaan member itu.

Telah semestinya kita selaku masyarakat negara Indonesia tidak membiarkan Banser dan Ansor berjalan sendirian. Kita juga punya tanggung jawab yang sama menjaga negeri ini dari kubu radikal berbaju agama.

Sebab kalau kita abai kelak nasib kita akan seperti Suriah, hidup dengan bertempur sebab musuh telah berlebihan besar dan berkuasa.

Jika setuju, angkat secangkir kopinya..

Denny Siregar

(www.dennysiregar/ suaraislam)

Loading...


Shared by Ahmad Zaini

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :