Berita Indonesia

Panglima TNI: Ulama Anti Pancasila Tak Layak Diikuti

Dalam ceramah kebangsaan Panglima TNI berpesan: Jangan Ikuti Ulama Anti Pancasila

Jasa Web Alhadiy

Panglima TNI mengatakan bahwa Ulama Anti Pancasila Tak Layak Diikuti. Karena dulu, peran ulama dalam menggagas Pancasila sebagai ideologi negara merupakan kebenaran sejarah yang tidak bisa dipungkiri. Hal itu dikatakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat memberikan ceramah kebangsaan di UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Banten.
Dasar negara Pancasila yang juga merupakan sebagai ideologi negara, menurut Gatot Nurmantyo, sudah final dan tidak bisa diutak-atik. Dengan demikian, menurutnya, jika ada ulama yang berkoar-koar ingin mengganti ideologi negara dengan selain Pancasila, Panglima TNI menyarankan agar masyarakat tidak mengikuti ulama anti Pancasila tersebut.
“Maka tidak boleh berubah. Jadi ada ulama anti Pancasila yang ingin mengubah Pancasila, jangan ikuti dan jangan percaya. Jangan ikuti dan jangan percaya kalau ada ulama-ulama yang membubarkan Pancasila atau ideologi di luar Pancasila,” paparnya, Senin (17/7/2017) di Kota Serang, Banten.

Tidak layak ikut ulama anti Pancasila

Ia mengingatkan bahwa generasi saat ini setelah dirumuskannya Pancasila adalah generasi penikmat kemerdekaan. Karena itu, kewajiban untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan adalah hal mutlak yang harus dilakukan.
“Saya ingatkan, kita hanya penikmat kemerdekaan, yang bertugas menjaga dan mengisinya. Pancasila sebagai ideologi negara sudah final dan para ulama ikut mengukir dan membuatnya dengan butir-butir yang saya sampaikan,” kata Gatot Nurmantyo.
Jika Pancasila sungguh-sungguh diamalkan, tujuan berbangsa dan bernegara untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia akan tercapai. Oleh karena itu Panglima TNI Gatot Nurmantyo wanti-wanti agar masyarakan tidak mengikuti mereka yang mengaku ulama tapi anti Pancasila dan NKRI. Generasi penikmat kemerdekaan tidak layak anti Pancasila, tidak selayaknya ada ulama anti Pancasila.
sumber

Jasa Web Alhadiy
Tags

Related Articles

Jika ada ditemukan artikel yang salah, dan lain-lannya, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker