Catatan dari Eks Hater Presiden Jokowi; Si Tukang Kayu yang Luar Biasa, Memberi Teladan dalam Kesederhanaan

Catatan dari Mantan Hater Jokowi; Si Tukang Kayu yang Luar Biasa, Memberi Teladan dalam Kesederhanaan

Catatan dari Eks Hater Presiden Jokowi; Si Tukang Kayu yang Luar Biasa, Memberi Teladan dalam Kesederhanaan

Berikut tulisan dari eks hater Presiden Jokowi, Bahrun Najach yang sekarang berpindah hati menyokong pak Presiden Jokowi.

‘Apapun Pengalaman Hidupmu Pasti akan Jadi Sejarah’

15 tahun yang akan datang saya akan bercerita terhadap cucu saya. Bahwa dulu pernah ada eks tukang kayu atau pengusaha mebel mencoba mengambil langkah besar ialah selaku presiden. Orangnya pelongo-plongo, bajunya itu-itu saja, enggak tidak sedikit bicara dan tak pandai berbahasa asing (tapi di tuduh antek-antek asing). Dan pada ketika itu kakek meragukan beliau. Tepatnya di pesta politik tahun 2014, ayah sungguh-sungguh tak sudi negara kita ini dipimpin oleh eks tukang kayu tersebut.

Tetapi ajaib sekali nak, eks tukang kayu itu menang..!! Dia menang bukan sebab jual agama, bukan sebab pandai berorasi, bukan sebab kaya, bukan pula sebab iya hubungan nasab orang besar sehingga wajib dihormati.

Iya menang sebab orangnya jujur, merakyat, tegas, buruh keras dan itulah sebabnya 50+3% rakyat indonesia secara tulus menunjuknya selaku pemimpin.

Kakek awalnya kuatir bila negeri yang besar ini di pimpin oleh orang “plongo-plongo’’ seperti bapak Presiden Jokowi.

Tetapi apa yang kakek lihat, beliau amat tegas. Satupun kapal besar milik nelayan asing tak diberikan untuk menangkap ikan di perairan Indonesia. Makanya dulu ada istilah viral “Tenggelamkan”. Ada kapal asing, tenggelamkan..!! Selama 5 tahun memimpin Indonesia, tidak sedikit sekali karya-karya yang diberikan beliau. Tidak banyak bicara, tidak sedikit bekerja. Menciptakan tidak sedikit infrastruktur, menekan para mafia-mafia migas dan satu hal yang kakek tak akan lupakan. Beliau sanggup menguasai saham freeport. Yaitu pertambangan emas terbesar di dunia ketika sebelumnya selama 50 tahun kuasai oleh asing.

Pada akhirnya kakek tak ragu untuk memilih beliau di tahun 2019 dan “akhirnya menang” “tidak sedikit hikmah yang sanggup kau petik dari cerita bapak Presiden Jokowi. Kakek tak mengajarkanmu untuk berpolitik di usiamu ketika ini. Kakek cuma ingin bilang “Kalau kau ingin jadi orang besar, jadilah dirimu sendiri. Nggak perlu tidak sedikit kata untuk tampak pintar. Nggak perlu mempergunakan agama untuk tampak sholeh. Tetap apa adanya. Maka tuhan akan membuka hati orang-orang yang membencimu”.

Sumber: https://www.facebook.com/bahrunnajach.alfaqir/photos/a.199302143821479.1073741828.189398258145201/557574064660950/?type=1&theater

(suaraislam)


Source by Ahmad Zaini

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :