Berita Indonesia

Cara PBNU Menyikapi Teror Bom Sarinah di Jakarta

Himbuan PBNU menyikapi teror bom Sarinah di Jakarta. NU siap menjadi garda terdepan dalam melawan segala bentuk terorisme dan pelbagai ancaman lainnya yang berusaha merongrong keutuhan NKRI dan Pancasila….


Atas peristiwa teror bom Sarinah, di star buck dan kantor polisi di Sarinah Thamrin kamis lalu, Ketua PBNU beserta jajaran pengus mengadakan konfrensi pers di lantai 8 Gedung PBNU. dalam pernyataan sikap tersebut PBNU menghimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tetap melawan aksi teror dan jangan takut atas teror seperti teror bom Sarinah tersebut karena Allah bersama kita. Berikut adalah seruan PBNU kepada elemen bangsa.

Ihwal serangan teror bom Sarinah di Jakarta hari ini, Kamis 14 Januari 2016, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menyeru kepada segenap elemen bangsa untuk:

Pertama, mari kita bersama-sama meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing. Saatnya kita jaga solidaritas. Kita pastikan seluruh elemen negeri ini tetap bersatu dan tidak mudah terpancing dalam tindakan-tindakan yang justru merugikan. Masyarakat harus tetap mawas diri, waspada dan tidak terpengaruh dengan ajakan-ajakan yang mengatasnamakan AGAMA DAN JIHAD tetapi perilakunya adalah membenarkan ajaran radikalisme dan terorisme.

Kedua, bahwa segala bentuk teror yang hendak mengganggu dan merongrong kedaulatan kita dalam berbangsa dan bernegara, harus kita lawan.

Ketiga, PBNU menyeru kepada segenap warga nahdliyyin untuk tidak gegabah, tetap sigap dan saling berkoordinasi, membangun sinergi bersama aparat penegak hukum untuk menciptakan suasana kehidupan yang aman, sejuk dan damai.

Keempat, negara tidak boleh kalah oleh aksi teroris. Pembiaran terhadap kelompok-kelompok yang radikal akan menumbuhsuburkan gerakan terorisme dan radikalisme.

Kelima, mengimbau aparat keamanan untuk menyerap informasi dari masyarakat sekaligus mengantisipasi setiap perkembangan dinamika informasi yang berkembang.

Keenam, Presiden harus mengevaluasi total kerja-kerja Intelijen kita. Intelijen harus siap dan sigap dalam kerja-kerja menghalau terorisme.

NU siap menjadi garda terdepan dalam melawan segala bentuk gerakan teror dan pelbagai ancaman lainnya yang berusaha merongrong keutuhan Pancasila dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Teror bom Sarinah cukup menjadi pelajaran untuk meningkatkan kewaspadaan kita bersama.
Jakarta, 14 Januari 2016

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA
KetuaUmum

Dr. Ir. H. A. Helmy Faishal Zaini
Sekretaris Jenderal

Tags
loading...
Close