Campur Tangan Zionis Israel – Amerika dalam Perang Suriah

Website Islam Institute

Perang Suriah Bongkar Taktik Zionis Israel – Amerika Mainkan Isu Sektarian Sunni VS Syiah

Sekarang Mr. Putin memberikan pelajaran untuk dunia, apa artinya pembebasan. Sebab sesudah Konflik Suriah selesai, Vladimir Putin juga berkomitmen membebaskan Palestina. Oleh karena itu negara yang paling ngeri menyaksikan ‘kepahlawanan’ Putin sekarang ini ialah Israel.

Islam-institute.com, JAKARTA – Ada kelucuan yang luar biasa menganggap Negara Federasi Rusia itu ialah Negara Komunis. Sebab Komunis di Rusia telah bubar semenjak 1991. Sistem Ekonomi Komunis dan Sistem Pemerintahan Komunis gagal mengendalikan ekonomi yang waktu itu dikuasai barang-barang selundupan. Uni Soviet juga tidak sanggup membiayai identitas dirinya selaku Negara Adikuasa yang mensponsori revolusi dimana-mana. Tidak seperti Amerika Serikat yang masih beberapa negara berkembang yang dikuasainya, Soviet malah gagal.

Menipisnya Supply ekonomi ke Soviet dipandang oleh Gorbachev dikarenakan tidak adanya keterbukaan politik, dan Gorby kemudian memulihkan ekonomi Soviet dengan glasnost (keterbukaan politik), perestroika (restrukturisasi ekonomi), dan uskoreniye (percepatan pembangunan ekonomi).

Tapi akibatnya sistem komunis Soviet porak poranda. sesudah dibubarkan Boris Yeltsin, Soviet terpecah-pecah, cuma saja sekarang yang menguasai Rusia (Negara Utama di Soviet) ialah kaum Nasionalis Tsarian. Nah, bagian kaum Nasionalis itu ialah Vladimir Putin dengan organ politiknya : “Partai Rusia Bersatu”. Sekarang yang berkembang di Rusia ialah “Ideologi Nasionalis” yang bisa suara di Pemilihan Umum kemarin kisaran 50 % suara, sementara Partai Komunis Rusia dibawah Gennady Zyuganov malah cuman bisa 16 % suara. Namun lucunya akibat propaganda Amerika yang liberal, Rusia masih dinilai selaku Negara Komunis.

Ideologi Putin bukan ideologi Komintern (Komunis Internasional), tapi lebih mirip ideologi Nasionalis Sun Yat Sen, atau juga ideologi Nasionalis Sukarno. Vladimir Putin beranggapan masa depan dunia ialah masa depan Nasionalis. Inilah kenapa Putin menganggap penjajahan terselubung Inggris dan Amerika Serikat mesti dihancurkan.

Kenapa dihancurkan? Vladimir Putin melihat, bagian penyebab gap kekayaan di dunia ini ialah Berlakunya “Komprador antara Amerika Serikat dan Inggris dengan penguasa negara-negara berkembang, sehingga negara berkembang sulit maju”. Dikuasainya blok-blok Perdagangan oleh Amerika dan Inggris juga menyulitkan negara besar lain untuk berdagang secara fair, padahal diluar Amerika dan Inggris mulai tumbuh negara negara besar seperti : Brasil, India, RRC, Rusia, Korea Selatan, Indonesia, Malaysia, Thailand dan Argentina. Negara negara ini dipersulit dalam membangun perdagangan bebas, yang secara monopoli telah dikuasai Amerika Serikat dan Inggris.

 

 


Di Timur Tengah, Inggris telah menguasai semenjak lama, waktu itu Inggris mendepak Turki Ustmaniyyah dari pengaruhnya di Timur Tengah, Inggris mencaplok Irak, Palestina dan Nejed. Di Nejed Arab Saudi, Inggris kerjasama dengan negara Arab Saudi. Sementara di Israel dengan taktis Inggris melaksanakan perjanjian Balfour, dimana lalu muncul apa yang disebut deklarasi Balfour (1917) ialah surat pada tanggal 2 November 1917 dari Menteri Luar Negeri Britania Raya/Inggris; Arthur James Balfour, untuk Lord Rothschild (Walter Rothschild, 2nd Baron Rothschild), pemimpin perkumpulan Yahudi Inggris, untuk dikirimkan untuk Federasi Zionis Israel.

Surat itu mengumumkan posisi yang disetujui pada rapat Kabinet Inggris pada 31 Oktober 1917, bahwa pemerintah Inggris menyokong rencana-rencana Zionis Israel buat ‘Tanah Air’ bagi Yahudi di Palestina, dengan syarat bahwa tidak ada hal-hal yang boleh ditunaikan yang mungkin merugikan hak-hak dari komunitas-komunitas yang ada di sana.

Palestina cepat ditiadakan, padahal kemajuan Palestina yang paling cepat malah di jaman Umar Ibn Khattab, yang lalu puncaknya di masa Sultah Shalahuddin al-Ayyubi. Disini Inggris secara sistematik tidak mengakui masa-masa dimana kekuasaan Islam berkuasa di Timur Tengah, dan juga melarang supaya Palestina tidak jadi negara merdeka di lalu hari. Inggris sengaja memposisikan Israel selaku negara “Kantong” Pelabuhan ekonomi di Timur Tengah, sama dengan waktu Inggris menjadikan Singapura selaku Negara kantong di Pelabuhan Singapura.

Rusia menyaksikan bahwa apa yang ditunaikan Amerika Serikat dan Inggris telah terlalu keterlaluan. Di Libya, Amerika Serikat mendukung kudeta kepada Kolonel Khadaffi, tapi apa yang terjadi lalu Negara Libya bangkrut total, kekacauan dimana-mana. Di Mesir juga terjadi hal yang sama, sekarang Suriah dimainkan. Bila permainan domino dengan selubung demokrasi liberal ini menang, bukan tidak mungkin Amerika Serikat akan menghajar semua negara berkembang yang mencoba independen.

 

 

Perang Suriah Bongkar Taktik Zionis Israel-Amerika Hancurkan Islam dengan Islam

Lantas secara mendadak muncullah negara ISIS, sebuah negara yang mengklaim selaku Negara Islam, tapi kelakuannya buat ngeri, di Irak seorang member Parlemen menangis bicara soal pembunuhan masal ISIS pada suku Yazidi, sementara semua dunia termasuk Amerika diam saat ISIS melaksanakan pemenggalan-pemenggalan kepala.

Amerika Serikat selintas cuma main-main saja gempur ISIS, bahkan Hillary Clinton mengumumkan ISIS ialah negara hasil buah tangan agen intelijen Amerika Serikat. Putin sendiri cuma butuh 2 minggu menghancur-leburkan ISIS, sementara Obama sampai 2 tahun, itupun ogah-ogahan dan tanpa hasil kecuali hasil yang minim.

Amerika Serikat terang berharap minyak timur tengah, sesudah menuntaskan “Angin Demokrasi” ke negara-negara Timur Tengah dan Maghribi. Sekarang Amerika Serikat mengincar Minyak Iran dan jaringannya. Lalu isu apa yang paling seksi mampu dimainkan, Amerika tidak lagi menyaksikan isu “Palestina vs Israel” atau isu “Yahudi lawan Islam”. Namun isu sektarian yang dimainkan sekarang yaitu “Syiah vs Sunni”. Pemecahan ini akan membikin negara negara arab gampang digiring ke lembah perpecahan. Disinilah lalu Amerika Serikat terus menjaga kelestarian konflik di Timur Tengah, khususnya di suriah.

Di sisi lain Vladimir Putin mulai jengah dengan permainan Amerika Serikat yang ingin terus mendominasi dunia, yang akibatnya ialah melemahkan laju Kemajuan negara-negara lain.

Sekarang Mr. Putin memberikan pelajaran untuk dunia, apa artinya pembebasan. Sebab sesudah Konflik Suriah selesai, Vladimir Putin juga berkomitmen membebaskan Palestina. Oleh karena itu negara yang paling ngeri menyaksikan ‘kepahlawanan’ Putin sekarang ini ialah Israel.  (AL/ARN/MM/FB Anton-DH-Nugrahanto)

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.