Cak Nun: Gus Mus ialah Jabatan Tertinggi di Dunia

Cak Nun: Gus Mus adalah Jabatan Tertinggi di Dunia

Cak Nun: Gus Mus ialah Jabatan Tertinggi di Dunia

Oleh: Bang Sayvul(fb)

Tadi malam mengikuti lewat live streaming putri Gus mus mbak Ienas Tsuroiya. Dalam acara milad Gus Mus dengan judul “Mata Air Gus Mus”
Menyaksikan beliau berdua “ngemong anak cucu bangsa”
Sambutan Cak Nun, “Gus Mus ialah Jabatan Tertinggi di Dunia”

“Gus Mus lebih besar dari jabatan apa pun. Ndak ada jabatan yang cocok untuk Gus Mus. Gus Mus ialah jabatan tertinggi di dunia. Jangan sampai Gus Mus melorot jabatannya jadi wakil presiden.”

Dalam acara semalam, Mbah Nun mengungkap apa yang sudah ditulisnya dalam puisi itu, bahwa yang kita lihat ialah Gus Mus yang tampak di mata. Sedangkan Gus Mus yang nggak tampak mata ialah Gus Mus yang lebih besar.

Mbah Nun menjelaskan nggak ada yang sanggup dipersembahkannya selain sebuah ayat yang sering telah Beliau akrabi semenjak kecil: surat An-Nur ayat 35. Mbah Nun membacakan surat itu dengan merdu. Sesekali berhenti menaham napas. Sesekali menahan air mata supaya nggak tumpah keterlaluan. Pembacaan surat Al-Qur`an yang dikerjakan Mbah Nun lebih dari sekadar yang dimintakan oleh panitia yaitu memberikan testimoni mengenai hal Gus Mus. Mbah Nun mempunyai cara lain untuk memberi persembahan yang bermartabat. Yaitu dengan membacakan ayat-ayat suci Al-Qur`an. sesudah membacakan ayat tersebut, Mbah Nun berucap, “Saya mohon maaf atas sambutan dari saya yang mungkin kurang Anda setujui dan nggak Anda duga. Saya nggak sanggup memberikan apa-apa selain itu tadi.”

Mbah Nun juga membimbing seluruh orang yang datang membaca sholawat. Di sela-sela seluruh orang membaca sholawat Mbah Nun membaca doa:

“Untuk Gus Mus ya Allah
Untuk Gus Mus ya Rasulullah
Saya bersungguh-sungguh ya Allah
Saya nggak ketawa-ketawa
Saya bersungguh-sungguh untuk Indonesia”

Dipenghujung acara Gus Mus memberikan sambutan. Gus Mus menyampaikan, “Ulang tahun sekarang mengingatkan saya jikalau saya telah tua dan nggak usah neko-neko. Beberapa orang yang berbicara mengenai hal pribadi saya. Tetapi, sejatinya itu bukan pribadi saya. Cuma Allah yang tahu pribadi saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya lebih rendah dari Anda. Saya belajar dari Anda. Saya nggak sanggup seperti anda. Saya nggak sanggup seperti Cak Nun. Dia nggak pernah tidur. Malam di Jakarta. Paginya saya undang ke Rembang. Dia datang. Ini jikalau nggak pemberian Allah pasti nggak sanggup seperti itu.

Najwa Shihab yang juga datang pada malam itu menceritakan persahabatan Gus Mus dengan Abinya Quraish Shihab. Dua tokoh ini telah diundang ke Mata Najwa. Tetapi, ada satu tokoh yang bicaranya senantiasa mengademkan hati orang-orang tapi nggak mau diundang ke Mata Najwa. Orang itu, kata Najwa Shihab, ialah Cak Nun. “Telah sembilan tahun Mata Najwa tayang, tapi Cak Nun senantiasa menolak kalau diundang. Tolonglah malam ini bantu saya merayu Cak Nun buat mau tampil di Mata Najwa.”

Selamat memasuki umur yang ke-74 tahun Gus. Sehat terus.

Source by Hakim Abdul

You might like

About the Author: Hakim Abdul

KOLOM KOMENTAR ANDA :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.