Bung Karno dan Mbah Wahab Melawan Belanda dengan Kitab Kuning

Loading...

MusliModerat.net-Setelah beberapa kali diadakan perundingan untuk menyelesaikan Irian Barat dan selalu gagal, Bung Karno menghubungi Kiai Wahab Hasbullah di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Bung Karno memanyakan bagaimanahukumorang-orang Belanda yang masih bercokol di Irian Barat?
Kiai Wahab menjawab tegas,Hukumnya sama dengan orang yangghasab.
Apa artinya ghasab, kiai? Tanya Bung Karno
Ghasab itu istihqaqu maalil ghair bighairi idznihi.Artinya, menguasai hak milik orang lain tanpa izin, terang Kiai Wahab.
Lalu bagaimana solusi menghadapi orang yangghasab?
Adakan perdamaian, tutur Kiai Wahab.
Lalu Bung Karno bertanya lagi,Menurut insting Kiai, apakah jika diadakan perundingan damai akan berhasil?
Tidak.
Lalu, mengapai kita tidak potong kompas saja Kiai? Bung Karno sedikit memancing.
Tak boleh potong kompas dalam syariah, kata Kiai Wahab.
Selanjutnya Bung Karno mengutus Soebandrio mengadakan perundingan yang terakhir kali dengan Belanda untuk menyelesaikan konflik Irian Barat.
Perundingan ini akhirnya gagal. Kegagalan ini disampaikan Bung Karno kepada Kiai Wahab.Kiai, apa solui selanjutny menyelesaikan Irian Barat?
Akhodzahu qohron (ambil dengan paksa!). Kiai Wahab menjawab dengan tegas.
Apa rujukan Kiai memutuskan masalah ini?
Saya mengambil literatur KitabFath al-Qaribdansyarahnya (al-Baijuri).
Setelah itu, barulang Bung Karno membentuk barisan Trikora (Tiga Komando Rakyat).
Kisah yang dinukilkan dari bukuKarya Intelektual Rais Akbar dan Rais Aam al-Marhumien Pengurus BesarNahdlatulUlamakarya KH A Aziz Masyhuri ini menunjukkan antaralain kontekstualisasi kitab kuning yang oleh sebagaian kalangan justru dianggap sebelah mata.
loading...



Sumber :muslimoderat.net

Loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :