Bu Sinta, Gus Dur, Al-Azhar dan Para Penghina

Sudah hampir 10 tahun terakhir Bu Sinta Nuriyyah Abdurrahman Wahid, menggelar sahur dan buka bersama dengan kalangan masyarakat bawah, yang dilaksanakan dengan kalangan non-muslim. Beliau, seperti sang suami, ingin menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk menyapa kalangan bawah dan mereka yang dianggap berbeda.

Beliau ingin menjadi jembatan. Beliau ingin menghadirkan Islam benar-benar sebagai rahmat bagi semua orang, bagi seluruh buana, bagi segenap jagat. Tentu ada yang tidak sependapat dengan beliau. Bahkan mungkin di kalangan pesantren dan NU sendiri. Itu wajar, dan pasti akan beliau hormati, sejauh dikemukakan secara baik, sopan dan terhormat.

Tapi tidak, sejumlah orang, mulai seorang mantan caleg gagal hingga pemuda baru kenal agama, menghardik dan menghina beliau dengan kasar dan benar-benar keluar dari semangat persaudaraan dan kemanusiaan. Mereka seolah beragama, merasa paling Islam, tapi cara mereka mengemukakan keberatan sangat jauh dari akhlak Islam.

Dua orang Indonesia yang dihormati Universitas Al-Azhar

Jadi saudara, silahkan berprihatin pada bu Sinta, tapi tak perlu kasihan. Bu Sinta, Insya Allah kuat dan sabar. Sejak mendampingi sang suami, beliau sudah terbiasa menghadapi orang-orang yang keras dan kasar seperti itu. Justru kita harus kasihan pada mereka, karena hatinya penuh bara api, kemarahan, dan dendam. Kepicikan telah menutupi nur yang ada di kepala mereka. Sungguh merekalah yang harus kita kasihani.

Sementara itu saudara, nun jauh di Mesir sana, Universitas Al-Azhar baru-baru ini di laman fesbuk resminya memberikan penghormatan kepada mediang sang suami, Abdurrahman Wahid, sebagai Bapak Demokrasi Indonesia, dan menjadi salah dua orang Indonesia yang dihormati di sana, selain Sukarno.

Dengan kenyataan ini, bertambah-tambah kasihanlah kita pada mereka yang menghardik dan menghina Bu Sinta karena pasti mereka bingung sendiri bagaimana menghardik dan menghina Universitas Al-Azhar. Bukankah bu Sinta sebenarnya meneruskan kiprah sang suami yang justru dipuji dan disanjung Al-Azhar

Bu Sinta, Gus Dur, Al-Azhar dan Para Penghina itu

You might like

About the Author: admin

KOMENTAR: Jika ada artikel yang salah, dll, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.