BREAKING NEWS! Koalisi Saudi Praktikkan Kekejian ISIS di Yaman

BREAKING NEWS! Koalisi Saudi Praktikkan Kekejian ISIS di Yaman

BREAKING NEWS! Pasukan Gabungan yang Dipimpin Saudi Praktikkan Kekejian ISIS di Yaman

SANA’A – Pasukan Gabungan pimpinan Saudi kembali mempraktekkan kekejian ala ISIS kepada seorang pejuang Houthi yang cedera dengan menyiksanya sebelum lalu melemparkannya dari atas gunung untuk membunuhnya.

Laporan video yang sejumlah ketika lalu diterima ARN, Senin (23/07) dari koresponden kami di Yaman, Hussain AlBukhaiti, memperlihatkan bagaimana sejumlah serdadu gabungan Saudi menyiksa seorang pejuang Yaman yang sudah cedera, lalu melemparkan tubuhnya dari atas gunung untuk membunuhnya.

Hussain menjelaskan tindakan mematikan yang keji ala ISIS itu langsung diperintahkan sang komandan, meski pejuang Houthi yang tertangkap itu telah dalam keadaan cedera dan lemah di mana semestinya tidak boleh dibunuh. Kelakuan mereka merupakan tindakan yang secara nyata menabrak Hukum Humaniter Internasional yang tercantum dalam Konvensi Jenewa.

“Kami memperoleh seorang tawanan perang (Houthi), mereka (serdadu Saudi) ingin membunuhnya. Haruskan kami membunuhnya? Dia cedera,” ujar sang komandan gabungan dalam rekaman video.

Tidak lama lalu di dalam rekaman yang sama, sang komandan meneruskan dengan perintah tindakan mematikan.

“Filmkan dan habisi dia!” katanya.

Menghabisi atau menyiksa tawanan yang telah ndak berdaya (hors de combat) tidak diizinkan dan dilarang keras menurut konvensi Jenewa 1949 pasal 3. Seorang kombatan yang turun di medan pertempuran memang boleh dibunuh, akan tetapi saat ia jadi “hors de combat”, maka ia memperoleh penjagaan hukum, termasuk ndak boleh dibunuh atau dianiaya. Dalam ajaran Islam juga demikian sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

Banyak laporan sebelumnya juga memperlihatkan bahwa milisi bayaran gabungan Saudi menghabisi secara kejam dengan menggorok pejuang Houthi yang telah mereka tangkap, sebuah cara keji yang dikerjakan oleh ISIS dan Al-Qaida di Suriah dan Irak dalam aksi teror mereka.


Source by Muhammad Najib

You might like

About the Author: Muhammad Najib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.