Bonus Asian Games, Adakah Zakatnya?

Bonus Asian Games, Adakah Zakatnya?

Bonus Asian Games, Adakah Zakatnya?

Asian Games 2018 kemarin ialah Peluang Emas Indonesia bertabur bintang. Sebanyak 98 medali yang terdiri dari 31 medali emas, 24 medali perak, dan 43 medali perunggu sukses diraih tim Indonesia. Atas prestasi yang sudah diraih semua atlitnya ini, Indonesia memberikan hujan bonus, mulai 1,5 miliar sampai 50 juta, bahkan atlit yang belum mempersembahkan medali pun dihukum bonus 20 juta.

Lalu, apakah bonus tersebut wajib dizakati?

Bonus Adalah bagian bentuk dari al-mal al-mustafad. Menurut Yusuf al-Qaradhawi, al-mal al-mustafad (harta yang diperoleh atas suatu proses kepemilikan yang halal), sanggup berupa gaji, dan al-‘atiyyah (bonus). Bahkan, menurut al-Qaradhawi, zakat ini telah dikenal semenjak zaman Khalifah Umar bin Abdul Aziz.

Lalu bagaimana cara menghitungnya?

Cara menghitungnya ialah dengan menjumlahkan bonus yang didapat dengan hitungan total harta yang dipunyai, lantas dikurangi ongkos hidup selama 1 tahun. Hasil dari penjumlahan dan pengurangan tersebut, lantas dibagi 2,5 % untuk dibayarkan selaku zakat.

Seperti contoh:

Bonus yang didapatkan seorang atlet 1.5 miliar, ditambahkan dengan hitungan total harta yang dipunyai Rp. 200.000.000, hasilnya Rp. 1,700,000,000.-, dikurangi ongkos hidup 1 tahun Rp. 150.000.000, jadi Rp. 1.550.000.000. Maka zakat yang dikeluarkan ialah 2,5% dari 1.550.000.000, yaitu 38.750.000.

Wallahu A’lam.

Source by Ahmad Naufal

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.