Bom Arab Saudi yang Tew*skan 40 Anak di Yaman Ternyata Disuplai AS

Bom Arab Saudi yang Tew*skan 40 Anak di Yaman Ternyata Disuplai AS

Bom Arab Saudi yang Tew*skan 40 Anak di Yaman Ternyata Disuplai AS

Bom yang mematikan 40 anak dan 11 orang lainnya di Saada, Yaman ternyata disuplai oleh Amerika Serikat (AS). Bom itu dipakai gabungan pimpinan Arab Saudi dalam menyerbu sebuah bus berisi bocah-bocah di Yaman pada 9 Agustus lalu.Diadukan CNN dan dikutip AFP, Sabtu (18/8/2018), bom itu dijual otoritas AS di bawah kesepakatan yang tercapai antara Departemen Luar Negeri dengan pemerintah Saudi beberapa waktu lalu.

Dengan mengutip sejumlah ahli amunisi, CNN menyebut bahwa serpihan bom, yang gambarnya diambil sesaat bakda serbuan terjadi, mengindikasikan itu merupakan kategori bom Mk 82 laser-guided yang diproduksi oleh kontraktor pertahanan AS, Lockheed Martin.

Eks Presiden AS Barack Obama mencegah penjualan persenjataan precision-guided kpd Saudi, sesudah negara kerajaan itu mempergunakan bom yang sama dalam serbuan Oktober 2016 yang mematikan 140 orang di Sanaa, yang diduduki pemberontak Houthi.

Tapi Presiden AS waktu ini, Donald Trump, mencabut larangan itu sesudah menjabat awal tahun 2017.

Sedikitnya 59 bocah-bocah masuk dalam daftar 79 korban luka akibat serbuan gabungan Saudi di Saada, pekan lalu. Wilayah Saada yang berbatasan dengan Saudi, merupakan markas kuat pemberontak Houthi.

Gabungan Saudi dalam pernyataannya mengakui serbuan itu selaku ‘aksi angkatan bersenjata yang sah’ yang menargetkan elemen-elemen yang bertanggung jawab atas serbuan rudal ke wilayahnya. Gabungan Saudi juga mengumumkan bahwa bus yang diserang itu membawa para pemberontak Houthi.

Tapi sedemikian, gabungan Saudi berjanji akan melaksanakan penyelidikan internal atas insiden itu. “Kepemimpinan gabungan sudah memerintahkan cepat dimulainya penyelidikan untuk memeriksa kejadian tersebut, memperjelas latar belakangnya dan mengumumkan hasilnya secepat mungkin,” ujar seorang pejabat gabungan Saudi seperti dilansir kantor berita Saudi Press Agency (SPA).

Di sisi lain, para pengamat dan organisasi-organisasi kemanusiaan meragukan hasil penyelidikan gabungan Saudi akan transparan dan sanggup memuaskan seruan internasional.

Sumber: Detik.com

Source by Hakim Abdul

You might like

About the Author: Hakim Abdul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.