Bolton: AS Bakal Tinggal di Suriah Selama Iran Ada di Sana

Bolton: AS Bakal Tinggal di Suriah Selama Iran Ada di Sana

WASHINGTON – Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton menjelaskan Washington ndak mempunyai rencana demi mengakhiri kehadiran militernya di Suriah.

Bolton, bagaimanapun, menjelaskan terhadap ABC News pada hari Minggu bahwa AS ndak bakal kemana-mana selama Iran ada di Suriah.

“Saya pikir presiden sudah menekankan bahwa kita ada di sana sampai kekhalifahan wilayah ISIS dihapus dan selama ancaman Iran berlanjut di seluruh Timur Tengah,” kata Bolton.

Eks utusan AS demi PBB menjelaskan Trump bakal membicarakan problem ini dengan Presiden Rusia Vladimir Putin begitu mereka berjumpa di ibukota Finlandia Helsinki pada Senin.

Sebuah laporan intelijen AS yang dilansir oleh media Amerika, menjelaskan Putin diinginkan bakal meminta Trump demi memenuhi janjinya dan menarik diri dari Suriah.

AS sudah mendirikan pangkalan di Suriah timur, dan melatih milisi anti-Assad. Washington sudah mengingatkan Moskow dan Damaskus demi ndak mendekat ke daerah-daerah yang kendalikannya.

BacaPutin Tolak Permintaan PM Israel Soal Iran.

Pernyataan Bolton datang dalam konteks desakan Israel bahwa penasihat angkatan bersenjata Iran wajib meninggalkan Suriah, di ketika angkatan bersenjata sedang membikin kemajuan yang mantap melawan teroris dekat Dataran Tinggi Golan.

anngota militer Suriah sekarang sudah mengalihkan perhatian mereka ke provinsi terakhir yang berbatasan dengan Dataran Tinggi Golan yang diduduki oleh Israel. Pada hari Minggu, mereka mengambil kembali desa pertama di provinsi Quneitra.

Israel kuatir dengan kehadiran penasihat angkatan bersenjata Iran yang bantuannya amat penting bagi kemajuan prajurit Suriah.

anngota militer Iran berada di Suriah atas permintaan Suriah tetapi pasukan AS ada di sana secara tidak resmi. Damaskus menjelaskan AS ndak mempunyai agenda baik dan berulang kali menyerukan supaya mereka keluar.

Loading...
loading...

Ali Akbar Velayati, penasihat senior Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, menjelaskan pada hari Jumat di Moskow, bahwa Iran mengkoordinasi kehadiran militernya di Suriah dengan Moskow dan Damaskus.

BacaAtwan: Tiap-tiap Kali Suriah Menang, PM Israel ke Rusia Mengemis Sokongan.

Velayati menjelaskan kehadiran Iran dan Rusia di Suriah bermaksud demi menjaga negara itu dari kelompok-kelompok teroris dan agresi Amerika.

Mereka “bakal cepat berangkat kalau pemerintah Irak dan Suriah menginginkannya, bukan sebab Israel dan tekanan Amerika,” tambahnya.

Situs Israel Ynetnews memberitahukan pada hari Jumat bahwa Rusia sudah menolak permintaan Israel demi menghapus penasihat angkatan bersenjata Iran dari Dataran Tinggi Golan yang diduduki.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menjelaskan awal bulan ini bahwa Iran ialah bagian pemain kunci di wilayah, dan itu bakal “sungguh-sungguh ndak realistis” demi mengharapkannya meninggalkan Suriah.

“Lavrov benar bahwa mendukung Iran keluar dari Suriah ndak realistis. Sebab Iran sudah muncul selaku power politik yang menentukan di Lebanon dan Irak, dan bakal tetap sebagai pemain utama di Suriah, bahkan seusai konflik bersenjata berakhir,” kata analis politik Shahir di situs Middle East Eye. [ARN]



Source by Ahmad Naufal

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *