Bolehkah Wanita Haid Mendengarkan Khutbah Idul Fitri?

Bolehkah Wanita Haid Mendengarkan Khutbah Idul Fitri?

Bolehkah Perempuan Haid Mendengarkan Khutbah Idul Fitri?
Di antara perkara yang disunahkan waktu hari raya idul fitri Sampai ialah melakukan salat idul fitri secara berjamaah, serta mendengarkan khutbah yang disampaikan setelahnya. Adapun, bagi wanita yang haid, kalau mereka tidak diizinkan ikut melakukan salat idul fitri sebab tengah berhadas besar, apakah mereka diizinkan mendengarkan khutbah idul fitri?

Respon dari pertanyaan tersebut dapat kita simak dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ummu Athiyyah RA, Ia berkata :

“Bahwasannya Nabi Saw memerintahkan kami pada hari raya Idul Fitri dan Idul Kurban untuk mengajak para budak perempuan yang telah baligh, para perempuan yang tengah haid, serta para gadis, untuk ikut ikut hadir salat idul fitri, akan tetapi para perempuan yang haid tidak melakukan salat “يعتزلن الصلاة” dan cuma menyimak nasihat-nasihat yang baik (yang Ada dalam khutbah) serta (Ikut mengamini) doa-doa baik bagi kaum muslimin (yang Ada dalam khutbah)” (Muttafaq Alaih).

Dengan landasan hadis tersebut para ulama membolehkan wanita yang tengah haid untuk ikut menyimak khutbah yang disampaikan sesudah penyelenggaraan salat idul fitri, supaya mereka dapat mengambil nasihat – nasihat baik yang Ada dalam khutbah tersebut. sebab biasanya salat idul fitri Dilakukan di tanah lapang yang luas (mushalla).

Tetapi, kalau salat idul fitri Dilakukan di masjid, hendaknya Ada tempat spesial bagi para perempuan yang haid yang ingin menyimak khutbah idul fitri, selaku bentuk kehati – hatian tercecernya darah haid mereka, yang dapat mengotori tempat salat Jamaah lainnya.

Source by Ahmad Naufal

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.