Bolehkah Shalat Id di Rumah?

Hasan dan Husein, Dua Cucu Kesayangan Rasulullah Saw

Bolehkah Shalat Id di Rumah?

Menurut sebagian madzhab Syafi’i, hukum shalat Id ialah fardu kifayah, maka apabila pada suatu desa terdapat sejumlah warga yang melaksanakannya, kewajiban shalat Id gugur bagi yang lainnya. Sebaliknya, kalau warga suatu desa bersepakat untuk nggak melakukan shalat Id maka Imamnya boleh diperangi.

Tapi terkadang para wanita terhalang dari shalat Id di masjid lantaran mesti menjaga anak-anaknya di rumah, atau ada orang yang terlambat melakukan shalat Id berjamaah, lalu bolehkah ia shalat Id sendiri di rumah?

Shalat Id, baik Idul Fitri maupun Idul Kurban amat dianjurkan (sunnah muakkadah) untuk dilaksanakan berjamaah. Tapi, kalau berhalangan untuk shalat berjamaah, shalat Id boleh dilaksanakan sendirian. Abu Hasan Ali al-Bagdadi dalam kitab al-Iqna’ fil fiqh asy-Syafi’i menjelaskan:

وَيُصلي العيدان فِي الْحَضَر وَالسّفر جمَاعَة وفرادى

Dan hendaklah melakukan shalat dua hari raya dalam kondisi datang maupun bepergian, baik dengan berjamaah maupun sendiri-sendiri.

Diriwayatkan dari Anas Ra, bahwasanya ia apabila nggak mengikuti shalat Id bareng imam di Bashrah, ia mengumpulkan keluarga dan para pembantunya, lantas Abdullah bin Abu Atabah berdiri memimpin shalat bareng mereka dua rakaat, bertakbir pada kedua rakaatnya. (HR Baihaqi)

Dengan sedemikian, apabila tertinggal shalat Id atau berhalangan untuk melaksanakannya berjamaah, diizinkan shalat dua rakaat di rumah berdasarkan pandangan di atas.

Wallahu a’lam

Source by Ahmad Naufal

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.