Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Syawal dengan Puasa Senin Kamis?

Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Syawal dengan Puasa Senin Kamis?

Niat merupakan elemen terpenting yang wajib ada dalam hati seorang mukmin tatkala ia melaksanakan sesuatu. Bahkan, sebuah pekerjaan yang pada hukum asalnya nggak bernilai ibadah, mampu bernilai ibadah kalau diniatkan untuk ketaatan ke Allah SWT. Contohnya, kalau seorang makan dan diniatkan supaya ia mempunyai beberapa power untuk melaksanakan ketaatan ke Allah SWT maka makannya mampu bernilai ibadah.

Sebab nilai dari sebuah niat yang amat begitu penting, para ahli fikih selalu menjadikan niat selaku bagian rukun dari sekian beberapa ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT. Hal tersebut dilandasi oleh sebuah hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Umar bin Khattab RA, bahwasannya Nabi Saw bersabda “Sesungguhnya segala amal perbuatan tergantung pada niatnya… (Muttafaq Alaih)

Dalam momen memasuki bulan syawal, serta dalam konteks berniat dalam beribadah, satu hal yang sering ditanyakan oleh khalayak ialah apakah boleh seseorang menggabungkan niat puasa syawal dengan puasa sunah lainnya? Seperti puasa senin kamis contohnya.

Respon dari pertanyaan tersebut, sudah dibicarakan Panjang lebar oleh para ulama dalam problem al-tasyrik fi an-niyyah lil-ibadah (menyertakan dua niat untuk satu ibadah yang dilaksanakan).

Dalam konteks menjawab pertanyaan di atas, para ahli fikih dari kalangan empat mazhab bersepakat kalau seseorang berniat melaksanakan dua ibadah yang bernilai sunah secara sekaligus dalam satu ibadah yang dilaksanakan maka hal tersebut diizinkan dan ia meraih apa yang diniatkannya.

berdasarkan hal tersebut, dalam konteks puasa syawal, seseorang yang melakukan puasa syawal dan menggabungkan niat puasa syawal dengan puasa lainnya yang bernilai sunah, seperti puasa senin-kamis atau puasa ayyamul bidh (13-15 saban bulannya), maka hal itu diizinkan. Sebab puasa syawal dan puasa senin kamis atau puasa ayyamul bidh sama-sama bernilai sunah.

Adapun kalau seseorang berniat melaksanakan puasa syawal digabungkan dengan niat puasa qada ramadan, maka hal tersebut nggak diizinkan, sebab yang satu hukumnya sunah dan yang lainnya hukumnya wajib.

Source by Ahmad Naufal

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :