Bolehkah Melepas Jilbab Ketika Berada Di Lingkungan Rumah?

Bolehkah Melepas Jilbab Saat Berada Di Lingkungan Rumah?
Loading...

Bolehkah Melepas Jilbab Ketika Berada Di Lingkungan Rumah?


Menutup aurat merupakan kewajiban bagi seluruh wanita yang beragama Islam. Bagian bentuk menutup aurat yang diharuskan bagi wanita ialah dengan mempergunakan jilbab. Sebagaimana Allah memerintahkannya dalam Al-Quran surat Al Ahzab ayat 59.

Dalam ayat tersebut Allah berfirman, “Hai Nabi katakanlah terhadap istri-istrimu, bocah-bocah perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke tubuh mereka.” Yang beginilah itu supaya mereka lebih mudah demi dikenal, sebab itu mereka ndak diganggu. Dan Allah ialah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59).

Tetapi terkadang sebagian kaum wanita memilih mempergunakan jilbab kala berangkat ke luar rumah saja. Sedangkan ketika beraktifitas di lingkungan rumah, sebagian dari mereka memilih demi ndak mengenakan jilbab. Misalnya ketika sedang menyapu di teras rumah, halaman rumah, ataupun ketika sedang berada di dalam rumah. Sesungguhnya, bolehkah seorang wanita melepas jilbabnya kala berada di dalam lingkungan rumah mereka?

Rupanya, seorang wanita boleh melepaskan jilbabnya cuma di depan 18 golongan orang saja.  Allah berfirman, “…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka. Dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali terhadap suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putra-putra mereka, putra-putra suami mereka, saudara-saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara pria mereka, putra-putra saudara wanita mereka, wanita-wanita Islam, budak-budak yang mereka miliki, pelayan-pelayan laki-laki yang ndak mempunyai keinginan (kepada perempuan), atau bocah-bocah yang belum mengerti soal aurat perempuan…” (QS. An-Nur: 31)

Selain itu Allah berfirman, “Diharamkan atas kau (mengawini) ibu-ibumu, anak-anakmu yang wanita, saudara-saudaramu yang wanita, saudara-saudara bapakmu yang wanita, saudara-saudara ibumu yang wanita, bocah-bocah wanita dari saudara-saudaramu yang laki-laki, bocah-bocah wanita dari saudara-saudaramu yang wanita, ibu-ibumu yang menyusui kau, saudara wanita sepersusuan, ibu-ibu isterimu (mertua), bocah-bocah isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang sudah kau campuri. Tetapi kalau kau belum campur dengan isterimu itu (dan telah kau ceraikan) maka ndak berdosa kau mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu)…” (QS. An-Nisa: 23)

Dari kedua ayat tersebut, diketahui bahwa wanita muslimah boleh melepas jilbab cuma di depan 18 golongan orang. Yaitu suami, ayah kandung, mertua, putra/anak pria, putra suami (anak tiri), saudara pria kandung, putra-putra saudara pria (keponakan pria), putra-putra saudara wanita (keponakan pria), anak pria kandung, om/paman, anak susuan, saudara pria sepersusuan, menantu pria, ayah tiri, wanita muslim, budak-budak, pelayan pria yang tidak mempunyai keinginan kepada wanita, dan bocah-bocah yang belum mengetahui aurat.

Oleh sebab itu, wanita boleh melepas jilbabnya ketika berada di rumah apabila dalam kondisi tertentu saja. Yaitu apabila di rumah ndak ada pria non mahram, ataupun kala berada di depan 18 orang golongan tersebut. Tetapi kalau ada pria non mahram di rumah, maka seorang wanita wajib menutup auratnya. Lantas ia boleh melepaskan jilbabnya kembali kalau lelaki non mahram tersebut sudah berangkat.

Sehingga apabila seorang wanita ingin menyapu teras atau halaman rumah, maka ia diharuskan demi mempergunakan jilbab. alasannya, teras atau halaman rumah telah pasti berada di tepi jalan sehingga bakal ada orang lain yang berlalu-lalang di jalan tersebut. Dengan beginilah, wanita tersebut wajib tetap mempergunakan jilbab ketika menyapu teras ataupun halaman rumahnya walaupun ia berada di lingkungan rumahnya sendiri.

Beginilah pula kalau seorang wanita mempunyai kakak wanita yang sudah merid dan kakaknya tersebut pulang ke rumah mereka. Maka walaupun sudah sebagai keluarga, wanita tersebut tetap wajib mempergunakan jilbab di depan kakak ipar laki-lakinya walaupun wanita tersebut sedang berada di rumahnya sendiri.

Walaupun terkait kewajiban mempergunakan jilbab masih sebagai perbedan di antara ulama, tapi, seorang wanita hendaknya lebih berhati-hati ketika mengambil keputusan kapan waktu yang tepat demi melepaskan jilbab ketika ia sedang berada di dalam rumahnya sendiri.

Wallahu a’lam.

Source by Ahmad Naufal

Loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :