Bolehkah Kurban dengan Kerbau?

Bolehkah Kurban dengan Kerbau?

Bolehkah Kurban dengan Kerbau?

Di daerah Kudus Jawa Tengah, seorang yang berkurban, tak diizinkan untuk makan daging sapi. Menurut para warga Kudus, hal itu merupakan larangan Sunan Kudus untuk menghormati pihak hindu yang terlalu menghormati sapi, bahkan sapi dinilai selaku bagian binatang suci.

Sebab makanpun dicegah menurut adat Kudus, maka tentu berkurban pun ndak diizinkan oleh adat setempat dengan mempergunakan sapi. Selaku gantinya, masarakat kudus mempergunakan binatang kerbau selaku binatang kurban.

Nah, bagaimana hukum binatang kurban dengan mempergunakan kerbau tersebut? Mengingat, lumrahnya, kurban mempergunakan unta, sapi maupun kambing.

Menjawab hal ini, Imam An-Nawawi menerangkan bahwa yang boleh dipakai untuk berkurban ialah binatang yang termasuk golongan al-An’am, yaitu binatang ternak seperti unta, sapi dan kambing. Tapi ndak cuma itu, jenis-jenis unta, sapi, maupun kambing juga diizinkan untuk dijadikan selaku binatang kurban.

فشرط المجزئ في الاضحية أن يكون من الانعام وهي الابل والبقر والغنم سواء في ذلك جميع أنواع الابل من البخاتي والعراب وجميع أنواع البقر من الجواميس والعراب والدربانية

“Syarat diperbolehkannya binatang qurban ialah binatang tersebut merupakan binatang ternak, yaitu unta, sapi dan kambing. Termasuk segala kategori unta, seperti al-Bakhati (unta yang mempunyai dua punuk) atau al-‘Irab (berpunuk satu), juga segala kategori sapi, seperti kerbau, al-‘Irab, al-Darbaniyah (sapi yang tipis kuku dan kulitnya serta mempunyai punuk)”

Dari penjelasan Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarh Muhadzzab tersebut menerangkan dengan gamblang bahwa kerbau (jamus) merupakan bagian kategori sapi yang dapat dipakai untuk sembelihan kurban, dan juga, yang paling penting, ndak bertentangan dengan syarat-syarat binatang kurban. Adapun hitungan total orang untuk kurban kerbau sama dengan hitungan total orang untuk kurban sapi, yaitu tujuh orang.

Wallahu A’lam.

Source by Ahmad Naufal

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :