Bocah-bocah Mengalami Penghinaan Seksual di Yunani

ATHENA – Perempuan dan anak-anak mengalami pelecehan seksual di kamp pengungsi Yunani. Kubu-kelompok amal dan hak asasi manusia mengingatkan dunia. Bahwa beberapa perempuan dan bocah-bocah mengalami penghinaan seksual, bocah-bocah itu berumur kisaran 7 tahunan di kamp-kamp pengungsi resmi Eropa di Yunani.

melansir pernyataan kelompok-kelompok tersebut, mingguan Inggris, The Observer, memberitahukan pada hari Sabtu (13/08). Bahwa beberapa kamp pengungsi di Yunani begitu tak aman sampai bocah-bocah dan perempuan, mereka jadi takut untuk meninggalkan tenda mereka di malam hari. alasannya, perempuan dan bocah-bocah mengalami penghinaan seksual, bahkan sampai ke tingkat aksi anarkis seksual.

Di fasilitas Softex Camp yang dijalankan oleh pemerintah Yunani dan terletak di pinggiran utara kota Thessaloniki. Tingkat risiko bocah-bocah mengalami penghinaan seksual begitu akut. Hingga-sampai membikin para wanita takut untuk berangkat ke toilet sendirian di malam hari.

 

UNHCR Angkat Problem Bocah-bocah Mengalami Penghinaan Seksual ke aotoritas Yunani

Ialah Yvette Cooper, anggota parlemen ketua satuan tugas pengungsi dari partai Pekerja Inggris. Dia sudah menekankan bahwa temuan terbaru soal situasi di tempat penampungan pengungsi “mesti membikin malu kita seluruh”. Ia mendesak supaya cepat diambil tindakan untuk menjaga bocah-bocah yang rentan tersebut.

Sementara itu, Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) mengatakan dengan tegas bahwa mereka sudah mengangkat problem ini ke otoritas Yunani. Banyaknya perempuan dan bocah-bocah mengalami penghinaan seksual di Yunani sudah membikin malu Eropa.

Loading...
loading...

Ini ialah sebuah isu mengenai Softex Camp dan lainnya. UNHCR sudah meningkatkan keprihatinan mengenai hal ini. Khususnya soal problem ini (anak-anak mengalami pelecehan seksual dan aksi anarkis seksual). UNHCR menjelaskan bahwa: “kami tak berpikir bahwa (situasi) ini akan aman bagi perempuan dan bocah-bocah. Kami sudah mengangkat isu keamanan lagi dan lagi. Ini ialah sebuah problem, ini sedang dibicarakan,” katanya.

Pada bulan Mei 2016, pemerintah Yunani menutup pusat akomodasi pengungsi informal Idomeni dekat tapal batas negara Macedonia. sesudah itu, serangkaian kamp pemerintah dibangun dekat Thessaloniki.

Softex Camp mempunyai populasi 1.400 orang. 60 % dari mereka dipercayai berasal dari Suriah, di antaranya kisaran 170 bocah-bocah. Yang membikin prihatin beberapa pihak di Eropa, ternyata beberapa perempuan dan bocah-bocah mengalami penghinaan seksual.

 

Simpan

Simpan

Loading...

Simpan

loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :