Bin Salman Akui Wahhabisme Disebar Saudi ke Dunia Islam

Putra Mahkota Saudi, Muhammad bin Salaman Akui Wahhabisme Disebar Saudi ke dunia Islam atas Permintaan Barat.

Putra Mahkota Saudi, Muhammad bin Salaman Akui Wahhabisme Disebar Saudi ke dunia Islam atas Permintaan Barat. Penyebaran Wahhabisme yang didanai oleh Arab Saudi Adalah permintaan negara-negara Barat untuk membantu melawan Uni Soviet selama Perang Dingin. Seperti ini disampaikan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman ke Washington Post.

Penting diketahui, Wahabisme yang tersebar khusunya di Indonesia mempunyai cirikhas Tidak mau Bid’ah Khasanah. Pengikut Wahhabisme juga menganggap musyrik ke orang Islam yang berziarah kubur, bertawassul, tabarruk dan istigotsah. Sebab anti bid’ah khasanah, para pengikut Wahabisme mengharamkan Tahlilan, Yasinan, Maulidan, dan  bid’ah khasanah lainnya. Pengikut Wahhabisme juga menentang tradisi budaya keislaman yang dinilai tidak ada contoh dari Nabi Muhammad Saw.

Putra Mahkota Saudi, Muhammad bin Salaman Akui Wahhabisme Disebar Saudi ke dunia Islam atas Permintaan Barat.

Pendanaan penyebaran Wahhabisme waktu ini berasal dari “yayasan”

Pangeran Mohammad menjelaskan, sekutu Barat mendesak negaranya untuk Menanamkan modal dalam wujud masjid dan madrasah di luar negeri selama Perang Dingin. Tujuannya, untuk melarang perambahan pengaruh Uni Soviet —Saat ini Rusia— di negara-negara Muslim.

Putra Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud ini menambahkan bahwa pemerintah Saudi sudah kehilangan jejak atau kontrol dalam usaha itu.”kita mesti memperoleh semuanya kembali,” ujarnya.

Menurut dia, pendanaan untuk penyebaran Wahhabisme waktu ini kebanyakan berasal dari “yayasan” yang berbasis dari Saudi, bukan dari pemerintah kerajaan.

Tanya Jawab media Amerika Serikat (AS) dengan Pangeran Mohammad selama selama 75 menit itu berlangsung pada 22 Maret 2018, ialah pada hari terakhir dari lawatannya di AS. Topik dialog lain termasuk pengakuan media-media AS bahwa Mohammed bin Salman mempunyai penasihat senior Gedung Putih, Jared Kushner, “di sakunya” juga dibicarakan.

Mohammad bin Salman membantah laporan bahwa saat dia dan Kushner—yang juga menantu Presiden Donald Trump—berjumpa di Riyadh pada bulan Oktober, dia menerima lampu hijau dari Kushner untuk operasi anti-korupsi besar-besaran. Menurut Mohammed, penangkapan massal itu ialah problem dalam negeri dan sudah dikerjakan selama bertahun-tahun.

Untuknya, akan “sungguh-sungguh gila” kalau berdagang info rahasia dengan Kushner dengan mempertaruhkan kepentingan Saudi. Dia mengatakan dengan tegas bahwa hubungannya dengan Kushner Ada dalam konteks pemerintahan yang normal. Cuma saja dia mengakui sudah berteman dengan Kushner yang lebih dari sekedar mitra.

Pangeran Mohammed juga mengklaim mempunyai hubungan baik dengan Cawapres Mike Pence dan pejabat lain di Gedung Putih. (mas/sindonews)

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.