Biadab, Saudi Tahan 4 Kapal Bermuatan Makanan Ke Yaman

Biadab, Saudi Tahan 4 Kapal Bermuatan Makanan Menuju Yaman

Biadab, Saudi Tahan 4 Kapal Bermuatan Makanan Ke Yaman


Saudi boikot dukungan Makanan untuk Yaman

YAMAN – Komisi Ekonomi Yaman, pada hari Rabu (28/11) mengatakan dengan tegas bahwa gabungan yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sudah menahan sejumlah kapal yang membawa barang-barang kebutuhan dasar di dekat provinsi tapal batas, Jizan, walaupun kapal-kapal itu sudah memperoleh izin dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dalam pernyataan yang diumumkan Komite tersebut dan dilansir oleh Yemen Extra, panitia menjelaskan bahwa 4 kapal yang membawa kebutuhan dasar itu sekarang ditahan di pelabuhan Jizan padahal mereka mempunyai izin PBB yang diperlukan.

Baca: Serbuan Saudi Hancurkan 4 Truk Bahan Makanan di Hudaydah, Yaman

Pernyataan itu juga memperlihatkan bahwa 4 juta orang di kota pelabuhan pesisir Hodeidah waktu ini Ada di bawah garis kemiskinan dan di ambang kelaparan sebab agresi brutal yang dilancarkan oleh gabungan pimpinan Saudi.

Dalam konteks terpisah, Komite Ekonomi juga Menegaskan bahwa usaha Saudi untuk memperpanjang saluran pipa minyak dari Kharrakhir ke dan melalui provinsi al-Mahrah Yaman, jelas-jelas sudah menabrak kedaulatan Yaman dan mengungkapkan muka asli rezim Saudi.

Baca: KEJI! Gabungan Saudi Lagi-lagi Hancurkan Paket Dukungan Makanan Untuk Rakyat Yaman

Dalam laporan sebelumnya, Program Pangan Dunia PBB (WFP) menjelaskan pada hari Selasa bahwa operasi mereka di pelabuhan Inti Yaman yang terletak di dalam kota pesisir Hodeidah down nyaris setengahnya dalam 2 minggu sebab kurangnya keamanan di kota itu selaku akibat dari eskalasi oleh gabungan pimpinan Saudi di kota pelabuhan terhubung.

Baca: foto Sedih Anak kecil Yaman Sekarat

Pelabuhan ini dinilai selaku jalur vital bagi orang-orang Yaman sebab Adalah jalur masuk lebih dari 70% dukungan kemanusiaan, makanan, obat-obatan, minyak dan beberapa barang kebutuhan dasar lainnya. Karenanya, utusan spesial PBB untuk Yaman sudah mengumumkan bahwa pelabuhan itu wajib beroperasi dengan segala cara.

“Di pelabuhan vital seperti itu, tidak normal yang cuma menerima 1 kapal pada hari Senin,” kata PBB. (ARN)


Arrahmah News
Shared by Muhammad Zuhdi

You might like

About the Author: Muhammad Zuhdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.