Berita Indonesia

Pelaku Aksi Kubur Diri di Istana Mengaku Kepepet

Bertemu Presiden Jokowi, Pelaku Aksi Kubur Diri di Istana Gemetar dan Mengaku Kepepet karena bingung untuk pertahankan kehidupan warga yang ada di Teluk Jambe.

Bertemu presiden Jokowi, Ibu pelaku aksi kubur diri di Istana Mengaku Kepepet. Hal ini terungkap saat Presiden Jokowi menemui warga yang pernah berdemo melakukan aksi kubur diri di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat.
Warga tersebut berasal dari Teluk Jambe, Kabupaten Karawang. Di mana, dalam pembagian SK (surat keputusan) pemanfaatan hutan sosial, pelaku aksi kubur diri itu juga hadir.
Bahkan presiden Jokowi secara khusus meminta salah satu warga Teluk Jambe yang ikut aksi kubur diri di depan Istana Merdeka, maju ke panggung.
Ada kejadian menarik saat Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke wilayah Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Seorang Ibu pelaku aksi Kubur Diri di Istana Gemetar Saat Bertemu Jokowi
Remiyati, perempuan paruh baya, yang ikut aksi kubur diri sebagai protes terhadap Presiden Jokowi pada aksi yang dilakukan bulan April 2017, memperkenalkan diri. Ia terlihat takut.
“Kok gemetaran,” ujar Jokowi melihat Remi yang ada di sampingnya.
Lalu, Presiden meminta kepada Remi untuk menceritakan perjuangan ia dan ratusan warga lainnya saat melakukan aksi kubur diri tersebut.
“Memang benar Pak, waktu itu saya kepepet untuk melaksanakan kubur diri,” kata Remi membuat pengakuan.

Aksi kubur diri itu hanya menyiksa diri sendiri

Presiden Jokowi pun meminta, agar Remi dan yang lainnya tidak mengulangi aksi seperti itu. Karena menurut presiden, aksi kubur diri itu hanya menyiksa diri sendiri. “Karena saya sudah saking bingung untuk pertahankan kehidupan warga yang ada di Teluk Jambe,” kata Remi beralasan.
Kini, pemerintah memberikan SK pemanfaatan lahan perhutanan sosial seluas 2.100 hektare kepada 1.030 kepala keluarga. Setelah lahan ini diberikan untuk dimanfaatkan, Remi mengaku akan menanam sejumlah tanaman seperti jagung, jeruk, pisang dan mangga.
Presiden Jokowi mengingatkan, suatu saat ia bisa menengok lokasi di Teluk Jambe itu. Kalau memang tidak digunakan, Presiden menegaskan akan mencabut SK pemanfaatan yang diberikan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Remi juga meminta agar Presiden Jokowi membangun akses jalan yang layak menuju tempat mereka. Termasuk soal listrik, yang menurutnya belum masuk ke wilayah itu.
Presiden Jokowi berjanji, akan memenuhi permintaan warga Teluk Jambe tersebut. Tetapi, untuk listrik, Presiden ingin agar warga sanggup membayar iuran tiap bulan. “Ya sudah nanti dilakukan. Nanti saya tangguhkan. Tapi nanti bayarnya harus bisa lho ya,” kata Jokowi.
source

Jasa Web Alhadiy
Tags

Related Articles

Jika ada ditemukan artikel yang salah, dan lain-lannya, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker