Berita Turki: 1.845 Kasus “Penghinaan” Erdogan Dibuka di Turki

Loading...

1.845 kasus “Penghinaan” Erdogan dibuka di Turki, akibat kekuatiran Ankara atas meningkatnya para penentang yang nggak menyukai pemerintahan Erdogan….

 

Islam-Institute, ANKARA – Kisaran 1.850 kasus sudah dibuka di Turki kepada mereka yang dituduh menghina Presiden Recep Tayyip Erdogan selama dua tahun terakhir semenjak menjabat presiden Turki. Sikap keras Ankara ini dilaksanakan di tengah kekuatiran Ankara atas meningkatnya para pembangkang yang nggak menyukai pemerintahan Erdogan.

Menteri Kehakiman Turki, Bekir Bozdag, menjelaskan dalam sidang parlemen bahwa 1.845 kasus sudah terdaftar terkait penghinaan kepada Erdogan semenjak 2014 saat pemimpin Turki itu masih menjabat selaku presiden.

Media Turki pada Rabu (02/03) kemarin mengumumkan bahwa para kritikus menuduh Erdogan sudah menyalahgunakan hukum larangang penghinaan kepada presiden, selaku sarana untuk membungkam perbedaan pandangan. Undang-undang yang hampir nggak pernah dipakai sebelumnya ini sudah mengirimkan sejumlah orang ke pengadilan, termasuk selebriti, jurnalis dan bahkan bocah-bocah sekolah.

loading...

Erdogan juga sudah berhadapan dengan ketidak-puasan rakyat selama apa yang kritikus katakan ialah nyata tumbuh perilaku otokratis dan menganggap kritik selaku penghinaan.

loading...

Sebuah laporan hak asasi manusia yang diumumkan pada Desember 2015 mempertunjukkan bahwa total 98 orang yang dituduh menghina Presiden Turki sudah ditahan selama periode 10 bulan.

Laporan itu menambahkan bahwa total 5.795 orang sudah dibawa ke tahanan antara Januari dan 7 Oktober 2015, atas problem hak asasi manusia.

Selain itu, laporan tersebut juga mempertunjukkan meningkatnya hitungan total situs online yang diblokir atas perintah pengadilan dalam beberapa tahun terakhir. 15.562 situs yang diblokir pada 2011, 22.536 pada tahun 2012, 35.000 pada 2013, 40.773 pada tahun 2014 dan 96.000 tahun lalu.

Pemerintah Turki juga sudah memperoleh kecaman keras atas tindakan keras pada media oposisi yang mengkritisi Erdogan ataupun keputusan strategi pemerintah Turki.  (AL/ARN)

 

Loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :