Jasa Web Alhadiy
Berita Suriah

Berita ISIS: Algojo ISIS Jihadi John Tewas !

Algojo ISIS yang Kejam dan Sadis ‘Jihadi John’ Dikabarkan Tewas

Pada 2013 ternyata Mohammed Emwazi sudah berada di Suriah, di sana ia berubah total dan dikenal sebagai pembunuh berdarah dingin. Dia menjadi algojo ISIS yang terkenal kejam dan bengis, dan menyebut dirinya “Jihadi John“.

Algojo ISIS yang Kejam dan Sadis ‘Jihadi John’ Dikabarkan Tewas.

Islam-Institute, Amerika Serikat – Informasi kematian algojo ISIS yang kejam itu didapat dari sebuah sumber di Amerika Serikat yang meyakini bahwa Mohammed Emwazi alias “Jihadi John” tewas. Namun, Pentagon belum bisa mengonfirmasi hal itu dan masih melakukan penyelidikan.

Koresponden Pentagon untuk Washington Post, Missy Ryan, mengabarkan berita tentang serangan udara via drone yang mentarget Jihadi John tersebut pada Jumat (13/11/2015) pagi tadi.

Mohammed Emwazi dan yang dikenal “Jihadi John” adalah seorang pemuda London keturunan Kuwait yang tidak pernah bermasalah, dia gemar sepak bola dan main video game yang pada akhirnya jadi pembunuh “berdarah dingin, sadis dan kejam” sejak bergabung dengan ISIS. Demikian seperti diberitakan oleh kantor berita Raialyoum.

Militer AS melancarkan serangan udara melalui drone pada hari Kamis kemarin yang menargetkan ‘Jihadi John’ anggota ISIS yang sering muncul dalam publikasi rekaman video eksekusi sandera. Namun, sayangnya hingga sekarang kematiannya belum bisa dipastikan.

Juru bicara Departemen Pertahanan AS (Pentagon) Peter Cook dalam sebuah pernyataannya mengatakan “kami belum tahu apakah “Jihad John” yang nama aslinya adalah Mohammed Emwazi tewas dalam serangan tersebut. Kami sedang dalam proses evaluasi hasil operasi malam ini (Kamis malam) dan kami akan mengumumkan informasi tambahan dengan cara yang tepat.”

Dalam sebuah dokumen sekolah Mohammed Emwazi saat berusia sepuluh tahun ia mencatat: “Saya ingin menjadi pemain sepak bola.” Terdapat fotonya sedang tersenyum mengenakan seragam sekolah merah di antara rekan-rekannya.

Mohammed Emwazi lahir di Kuwait pada tahun 1988, orang tuanya yang bernama Ghana dan Jassim pindah ke ibukota Inggris pada tahun 1993 setelah Perang Teluk.

Menurut keterangan para tetangga saat di London keluarga tersebut hidup tenang dan terhormat bertempat di bagian barat kota tempat ayahnya bekerja sebagai menajer sebuah perusahaan taksi sementara ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.

Teman lamanya menyebutkan: “ia adalah seorang pemuda London yang polos yang menghabiskan waktunya bersama teman-temannya dan pada saat itu ia tidak terkena pengaruh ide-ide keagamaan.”

Pada tahun 2006 masuk perguruan tinggi tepatnya di The University of Westminster untuk mengejar studi informatika dan pada tahap pertama setidaknya dikenal dengan reputasinya sebagai seorang pemuda yang sopan dan cenderung mengenakan pakaian modis. Namun tak lama setelah itu perilakunya berubah menjadi ekstrem dengan memanjangkan jenggotnya dan berusaha memalingkan pandangan kedua matanya dari perempuan.

Tahun 2006 merupakan tahun yang penting bagi Mohammed Emwazi di mana ia mulai meningkatkan perhatiannya ke lembaga intelijen internal Inggris.

Setelah menerima gelar kuliahnya ia berwisata bersama dua teman ke Tanzania dengan dalih wisata di cagar alam namun ia dipenjara di Dar es Salaam dalam waktu yang singkat karena pihak berwenang setempat telah menerima permintaan dari London dikhawatirkan ia akan pergi ke Somalia. Kemudian ia dikembalikan ke bandara Schiphol di Amsterdam dan menurut laporan ada upaya dari organisasi teroris yang berusaha merekrutnya.

Pernah ditanya tentang perang di Afghanistan ia menjawab “Apa pendapat saya? Kita melihat di berita setiap hari orang yang tidak bersalah dibunuh. “

Kemudian Emwazi pergi ke Kuwait untuk hidup dengan keluarga tunangannya dan kemudian kembali ke London pada Mei 2010.

Intelijen Inggris yakin pada saat itu telah terjadi sesuatu pada diri Mohammed Emwazi. Dokumen pengadilan yang dikutip media Inggris menjelaskan bahwa pemuda tersebut memiliki hubungan erat dengan seorang di London yang masuk dalam jaringan ekstrimis yang dekat dengan organisasi Al-Syababu Islami yang merupakan cabang al-Qaeda di Somalia.

Saat di London ia dekat dengan Bilal el-Berjawi seorang teroris yang tergabung dalam gerakan Al-Syabab yang tewas setelah serangan pesawat tanpa awak pada Januari 2012.

Setelah itu karir Emwazi di Inggris menjadi tidak jelas dan sebelum dia menghilang pada tahun 2012 ia mencoba untuk kabur namun pemerintah Inggris melarangnya.

Pada 2013 ternyata Mohammed Emwazi sudah berada di Suriah, di sana ia berubah total dan dikenal sebagai pembunuh berdarah dingin. Dia menjadi algojo ISIS yang terkenal kejam dan bengis, dan menyebut dirinya “Jihadi John”.

Surat kabar The Guardian menyebutkan “dalam dua tahun terakhir ia naik pangkat dan masuk dalam jajaran tinggi organisasi ISIS dan punya peran penting di antara militan asing lainnya.”

Seperti jihadis lainnya ia muncul di kota Raqqah salah satu kota di Suriah yang menjadi markas besar ISIS. Seorang mantan anggota organisasi teroris mengatakan kepada majalah Inggris: “Aku ingat dan aku melihatnya beberapa kali ia adalah orang Inggris yang menjagal orang-orang Suriah.” Tutur Seorang mantan tahanan yang menjelaskan bahwa Emwazi merupakan ”pembunuh berdarah dingin, kejam dan sadis.”  (AL/ARN)

Jasa Web Alhadiy
Tags

Related Articles

Jika ada ditemukan artikel yang salah, dan lain-lannya, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker