Berikut 4 Kritik Prabowo yang Langsung Dijawab Joko Widodo

Berikut 4 Kritik Prabowo yang Langsung Dijawab Jokowi

Berikut 4 Kritik Prabowo yang Langsung Dijawab Joko Widodo

Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto kerap kali mengkritik keputusan strategi Presiden Joko Widodo. Kritikan-kritikan itu tidak jarang membikin Joko Widodo serta orang sekelilingnya gerah.

Di beberapa Peluang eks wali kota Solo itu buka suara. Dia menjawab kritikan Prabowo dengan tegas dan lugas. Berikut jawaban-jawaban Joko Widodo:

1. Tanggapi soal utang negara
Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto sempat mengkritik soal utang negara yang makin besar. Prabowo menjelaskan Indonesia ialah negara yang kaya. Tetapi, mirisnya pemerintah seperti dijajah oleh utang sebab nyaris seluruh potensinya dikuasai oleh asing.

Kritikan problem utang itu ditanggapi Joko Widodo. Karena dia menceritakan utang itu bukan cuma era sekarang saja melainkan telah ada dari pemerintah sebelumnya.

“Isu utang, saya dilantik itu utangnya telah Rp 2.700 triliun, ya saya ngomong apa adanya. Bunganya saban tahun Rp 250 triliun. Jikalau 4 tahun telah tambah seribu. Ngerti ndak ini? Supaya ngerti, jangan dipikir saya utang sebesar itu, enak aja,” kata Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

2. Respon Joko Widodo mengenai hal Indonesia 2030 bubar
Presiden Jokowi (Joko Widodo) merespon isi pidato politik Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia akan bubar pada tahun 2030. Joko Widodo menjelaskan, saban orang harusnya menatap masa depan dengan rasa optimisme bukan sebaliknya.

Loading...
loading...

Joko Widodo Memperingatkan, sesulit apa pun keadaan yang dihadapi Indonesia, para publik figur wajib memberikan harapan lebih baik ke generasinya. “Kita melihat ke depan itu juga memberikan sebuah harapan lebih baik ke bocah kecil muda kita, ke rakyat kita. Sesulit apapun tantangan yang ada, sesulit apa pun hambatan yang ada wajib ada rasa optimisme, rasa harapan lebih baik,” ucap Joko Widodo.

3. Tanggapan Joko Widodo soal pembubaran #2019GantiPresiden
Beberapa waktu lalu, polisi membubarkan deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya untuk menghindari hal tidak diinginkan. Prabowo Subianto menilai pembubaran ini Adalah bentuk persekusi. Padahal menurut dia aksi itu selaku ekspresi berpendapat yang dijamin konstitusi.

Di Peluang tak sama, Presiden Joko Widodo menjelaskan kalau pembubaran itu Adalah tugas polisi untuk menjaga keamanan dan ketertiban sosial. Dia menekankan kebebasan berkumpul dan berpendapat di negara demokrasi ada aturan aturannya. “Nanti jika misalnya polisi ngga melaksanakan apa-apa jika lantas terjadi benturan yang disalahkan siapa? Polisi lagi,” kata Joko Widodo.

4. Joko Widodo jawab kritik Prabowo soal presidential threshold
Beberapa waktu lalu, Prabowo Subianto mengkritik soal Undang-Undang Pemilihan Umum yang disahkan DPR pada 20 Juli 2017 lalu. Kritik itu ditujukan kepada ketentuan ambang batas pemilihan presiden atau presidential threshold. Menurut Prabowo presidential threshold Adalah lelucon untuk membodohi rakyat.

Merespon kritikan itu, Joko Widodo menceritakan bila presidential threshold diperlukan untuk melahirkan presiden yang berkualitas dan mempunyai sokongan kebanyakan parlemen. “Coba bayangkan, saya ingin berikan contoh, jika 0 %, lantas 1 partai mencalonkan, lantas menang, coba bayangkan nanti di DPR, di parlemen,” kata Joko Widodo.

(merdeka/ suaraislam)

Loading...


Shared by Ahmad Zaini

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :